IHSG Selasa 9 Desember 2025 Pagi Tembus ATH Baru Lagi di 8.749, Analis Ingatkan Fase Koreksi Alami sebelum Lanjut Reli

9 Desember 2025 11:00
Bagikan :
IHSG kembali mencatatkan rekor tertinggi seiring optimisme pasar menjelang rapat The Fed. (TradingView)

DOYANDUIT – IHSG kembali mencatatkan performa impresif pada awal pekan Desember setelah dibuka di level 8.743 dan sempat menyentuh 8.749, yang menjadi titik tertinggi baru dalam sejarah bursa Indonesia.

Meski pada sesi berjalan mengalami koreksi tipis ke 8.682, tren penguatan jangka pendek masih terlihat dominan. Berdasarkan data perdagangan, indeks telah naik 22,39% year to date, mencerminkan kuatnya minat investor di tengah dinamika global menuju akhir 2025.

Dalam wawancara terbaru di kanal Market Buzz, Rey Siallagan, Head of Equity FAC Sekuritas Indonesia, menyebut bahwa lonjakan IHSG awal pekan terutama didorong oleh saham-saham berbasis teknologi dan mid-cap seperti DCI dan BSSA, yang menjadi penggerak utama indeks.

Menariknya, perbankan sebagai kontributor terbesar IHSG justru masih tertahan, membuka ruang apresiasi tambahan jika sektor finansial ikut menguat.

Sentimen Utama Penggerak IHSG Pekan Ini

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Sentimen global yang paling disorot adalah rapat The Federal Reserve periode Desember 2025. Pelaku pasar memperkirakan potensi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang selama ini menjadi katalis penguatan aset berisiko, termasuk pasar saham Indonesia.

Menurut Rey Siallagan, pelaku pasar “sangat mengharapkan dovish stance”, namun tetap berhati-hati mengingat keputusan The Fed dipengaruhi stabilitas inflasi dan arah ekonomi AS.

Bila kebijakan yang keluar lebih hawkish dari perkiraan, volatilitas jangka pendek dapat meningkat.

Dorongan Sentimen Domestik

Dari dalam negeri, katalis positif datang dari:

  • Kinerja saham konglomerasi yang menjadi sasaran akumulasi investor besar.
  • Reksa dana lokal yang melakukan penyesuaian portofolio jelang akhir tahun (window dressing).
  • Proyek strategis pemerintah yang memperkuat keyakinan pasar terhadap outlook ekonomi 2025–2026.

Rey menegaskan bahwa dukungan kebijakan pemerintah “cukup membantu arah pergerakan IHSG”, terutama menjelang pergantian tahun.

Tren Bullish: Berlanjut atau Tertahan?

Meski IHSG berkali-kali mencetak all time high sepanjang Desember, analis menilai tren bullish yang terjadi masih dalam fase jangka pendek. Untuk mempertahankan kenaikan yang sehat, pasar memerlukan koreksi alami sebelum melanjutkan reli.

Proyeksi Akhir Tahun 2025

Menurut FAC Sekuritas, target IHSG sebelumnya dinilai masih sesuai jalur, tanpa revisi tambahan. Rey memperkirakan level realistis berada di sekitar 8.900, namun tidak menutup kemungkinan IHSG menyentuh 9.000 bila sektor perbankan mulai ikut menguat.

“Kalau penggerak utama seperti perbankan ikut naik signifikan, 9.000 itu mungkin saja,” ujarnya.

Level Penting IHSG Minggu Ini

Untuk pekan berjalan, analis menilai beberapa level teknikal krusial:

  • Resistance: 8.900
  • Support: 8.600

Dengan penguatan yang masih didominasi saham mid-cap dan saham yang berkaitan dengan reksa dana lokal, dinamika jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh momentum window dressing.

Saham dengan Transaksi Jumbo: Apa Artinya untuk Pasar?

Pada perdagangan terakhir, lima saham mencatat transaksi jumbo:

Saham Nilai Transaksi
BUMI Rp1 triliun
DEWA Rp949 miliar
GOTO ±Rp922 miliar
KOIN Rp76 miliar
ENRG Rp491 miliar

Rey menjelaskan bahwa lonjakan volume ini menandakan adanya pergeseran portofolio (switching) dari investor besar, terutama reksa dana lokal yang melakukan reposisi menjelang tutup tahun.

Contoh Sinyal Pasar dari Beberapa Saham

  • BUMI – Masih menarik untuk strategi trading buy.
  • GOTO – Sudah berada di area resistance, namun minat beli dari investor institusi masih memberi ruang kenaikan lanjutan.
  • ENRG – Mengikuti tren saham-saham grup Bakrie yang bergerak menguat menjelang akhir tahun.

Fenomena transaksi jumbo ini memperlihatkan bahwa sentimen window dressing masih dominan dan bisa menjadi katalis tambahan bagi IHSG dalam beberapa minggu ke depan.

Apa yang Harus Dipantau Investor dalam Waktu Dekat?

Ada tiga fokus utama:

  1. Keputusan The Fed – Apakah kebijakan akan dovish sesuai harapan atau justru lebih hawkish.
  2. Aksi reksa dana lokal – Biasanya mendorong saham-saham tertentu menjelang penutupan akhir tahun.
  3. Pergerakan saham perbankan – Sebagai kontributor terbesar IHSG, penguatan sektor ini bisa menjadi kunci arah indeks berikutnya.

IHSG di Ujung 2025, Peluang Masih Terbuka

Pergerakan IHSG yang berhasil menembus rekor berulang kali menunjukkan kuatnya optimisme pasar menjelang akhir tahun. Meski demikian, fase bullish ini tetap membutuhkan koreksi sehat agar reli berlanjut ke level yang lebih tinggi.

Dengan sentimen positif dari The Fed, dukungan kebijakan domestik, serta momentum window dressing, peluang IHSG menuju level 8.900 hingga 9.000 masih terbuka.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050