IHSG Naik 1,19% ke Level 5.986 pada 7 Juli 2026, BBCA dan BBNI Pimpin Kenaikan

7 Juli 2026 18:00
Bagikan :
Perdagangan IHSG ditutup naik ke level 5.986,50 dengan dukungan kuat saham perbankan berkapitalisasi besar. (TradingView)

DOYANDUIT – IHSG berhasil mempertahankan penguatan hingga penutupan perdagangan Selasa, 7 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik 70,43 poin atau 1,19% ke level 5.986,50.

Penguatan ini menjadi kabar positif bagi pelaku pasar setelah beberapa waktu terakhir indeks bergerak cukup fluktuatif. Dari pantauan perdagangan hari ini, sektor keuangan kembali menjadi motor utama yang menopang kenaikan indeks.

Nilai transaksi juga tergolong ramai. Aktivitas beli terlihat cukup dominan terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps.

IHSG Menguat Sejak Awal Hingga Penutupan

Data perdagangan menunjukkan IHSG dibuka di level 5.933,57 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 5.987,01 sebelum akhirnya ditutup di level 5.986,50.

Berikut ringkasan pergerakan IHSG hari ini:

Indikator Nilai
Penutupan 5.986,50
Perubahan +70,43 poin
Persentase +1,19%
Pembukaan 5.933,57
Tertinggi 5.987,01
Terendah 5.890,44
Nilai Transaksi Rp10,18 triliun
Volume Perdagangan 21,90 miliar saham
Frekuensi Transaksi 1,66 juta kali

Dalam beberapa sesi terakhir, pelaku pasar terlihat lebih selektif memilih saham. Namun hari ini minat beli kembali muncul pada sejumlah emiten unggulan.

Saham Perbankan Mendominasi Penguatan

Jika melihat pergerakan saham dengan kapitalisasi besar, sektor perbankan menjadi kontributor utama kenaikan IHSG.

Beberapa saham yang mencatat penguatan antara lain:

  • BBCA naik 2,86% ke Rp6.300
  • BBRI naik 2,51% ke Rp2.860
  • BMRI naik 0,99% ke Rp4.070
  • BBNI melonjak 5,79% ke Rp3.470

Berdasarkan pengalaman investor ritel, saham perbankan sering menjadi acuan arah pasar karena bobotnya yang besar dalam perhitungan indeks.

Ketika saham-saham bank bergerak naik secara bersamaan seperti hari ini, dampaknya terhadap IHSG biasanya cukup signifikan.

Sektor Finansial Menjadi yang Terkuat

Heatmap sektor menunjukkan sektor finansial menjadi sektor dengan performa terbaik pada perdagangan hari ini.

Sektor Perubahan
Finansial +1,91%
Mineral Non-Energi +1,39%
Industri Proses +1,38%
Layanan Teknologi +0,74%
Komunikasi +0,56%
Mineral Energi +0,35%

Sementara itu sektor utilitas menjadi salah satu yang masih mengalami tekanan dengan pelemahan tipis 0,17%.

Menariknya, beberapa sektor yang masih terkoreksi dalam periode enam bulan terakhir mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan jangka pendek.

Rupiah Ikut Menguat Tipis

Sentimen positif tidak hanya terlihat di pasar saham.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga ditutup menguat ke level Rp17.975 per dolar AS. Posisi ini lebih baik dibanding pembukaan perdagangan yang berada di kisaran Rp17.994 per dolar AS.

Meski penguatannya relatif terbatas, stabilitas rupiah sering menjadi faktor yang diperhatikan investor asing sebelum menambah eksposur di pasar saham Indonesia.

Bursa Asia Mayoritas Masih Tertekan

Berbeda dengan Indonesia, mayoritas bursa saham Asia justru ditutup di zona merah.

Berikut pergerakan indeks utama Asia:

Indeks Perubahan
Nikkei 225 Jepang -2,13%
Hang Seng Hong Kong -0,51%
SSE Composite China -1,27%
Straits Times Singapura +1,44%

Kondisi ini membuat penguatan IHSG hari ini cukup menarik karena terjadi di tengah tekanan yang masih dialami sebagian besar pasar regional.

Top Gainers dan Top Losers Hari Ini

Saham dengan Kenaikan Tertinggi

  • APLN naik 34,91%
  • LAND naik 34,62%
  • NTBK naik 34,33%
  • BIPP naik 29,63%
  • RODA naik 28,85%
  • UANG naik 24,88%

Saham dengan Penurunan Terdalam

  • ELPI turun 17,54%
  • COCO turun 12,80%
  • TRUS turun 12,40%
  • MMIX turun 11,30%
  • LAPD turun 10,26%
  • IFSH turun 9,90%

 

IHSG pada 7 Juli 2026 berhasil ditutup menguat 1,19% ke level 5.986,50 dengan dukungan kuat dari saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.

Meski sebagian besar bursa Asia masih bergerak negatif, pasar domestik menunjukkan daya tahan yang cukup baik. Aktivitas transaksi yang menembus Rp10 triliun juga mengindikasikan minat investor masih terjaga.

Bagi investor, kondisi ini menarik untuk dicermati dalam beberapa hari ke depan.

Apakah penguatan hari ini menjadi awal pembalikan tren yang lebih panjang atau sekadar technical rebound, pasar akan memberikan jawabannya melalui pergerakan berikutnya.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050