
DOYANDUIT – Rome Protocol merupakan sebuah proyek infrastruktur blockchain yang dirancang untuk mengatasi salah satu tantangan besar dalam dunia Web3 saat ini: fragmentasi ekosistem.
Saat ini, berbagai rollup dan Layer-2 (L2) chain sering berjalan secara terpisah (silo), sehingga mempersulit pengguna dan pengembang untuk memindahkan aset, men-deploy aplikasi, atau berdagang lintas jaringan secara efisien.
Rome hadir dengan menawarkan shared sequencing network yang dibangun di atas jaringan Solana. Alih-alih setiap rollup harus membangun dan mengoperasikan sequencer-nya sendiri, Rome menyediakan lapisan sequencer bersama yang dapat digunakan berbagai rollup sekaligus.
Menurut laporan dari Bankless Ventures, Rome Protocol telah mengumpulkan pendanaan awal sekitar 9 juta dolar AS dari sejumlah investor, termasuk Hack VC dan HashKey Capital.
Hingga kini, Rome masih dalam tahap pengembangan awal dan belum meluncurkan mainnet maupun token resminya.
Fitur Utama Rome Protocol
Rome Protocol memperkenalkan sejumlah fitur teknis yang dirancang untuk mempermudah pengembang dan meningkatkan pengalaman lintas jaringan bagi pengguna.
Shared Sequencer
Sequencer adalah komponen penting dalam rollup yang bertugas mengurutkan transaksi. Rome menyediakan satu lapisan sequencer bersama yang berjalan di atas konsensus Solana, sehingga dapat memproses transaksi dari berbagai rollup dengan finalitas yang konsisten.
Neon EVM Instances
Setiap rollup yang terhubung ke Rome akan memiliki instans Neon EVM tersendiri di jaringan Solana. Hal ini memungkinkan kompatibilitas penuh dengan smart contract berbasis Ethereum, sehingga pengembang dapat menggunakan alat dan bahasa pemrograman yang sudah mereka kenal.
Atomic Composability
Rome memungkinkan eksekusi transaksi lintas rollup dalam satu batch. Misalnya, pengguna dapat melakukan bridging token sekaligus mengeksekusi perdagangan dalam satu transaksi, sehingga mengurangi risiko dan waktu tunggu.
Rollup-as-a-Service (RaaS)
Rome menyediakan infrastruktur siap pakai bagi pengembang yang ingin meluncurkan rollup baru. Dengan demikian, pengembang dapat menghemat waktu dan sumber daya dibandingkan membangun seluruh infrastruktur dari nol.
Apakah Ada Token Rome Protocol?
Saat ini, Rome Protocol belum merilis token resmi dan belum mempublikasikan tokenomics secara lengkap. Tim pengembang juga menegaskan bahwa pendanaan proyek sejauh ini berasal dari modal ventura, bukan dari penjualan token publik.
Meski begitu, ada sejumlah indikasi kuat bahwa token kemungkinan besar akan menjadi bagian dari ekosistem Rome di masa depan.
Infrastruktur Rome seperti sequencer, searcher, dan rollup secara alami dapat memanfaatkan model insentif berbasis token untuk biaya layanan dan tata kelola (governance).
Selain itu, Rome telah menjalankan kampanye komunitas seperti Imperia Citizens NFT dan sejumlah testnet quest. Langkah ini oleh banyak pengamat dianggap sebagai persiapan awal untuk peluncuran token dan potensi distribusi melalui airdrop.
Sebagaimana dicatat oleh sejumlah pelacak airdrop komunitas, Rome termasuk dalam daftar kandidat kuat untuk airdrop, meskipun belum ada detail resmi mengenai nama token, jumlah pasokan, maupun tanggal peluncurannya.

Mengenal Kampanye Airdrop Rome Protocol
Imperia Citizens NFT
Kampanye paling menonjol dari Rome saat ini adalah peluncuran koleksi Imperia Citizens NFT. NFT ini berfungsi sebagai keanggotaan digital dan sistem peringkat komunitas Rome.
- Total pasokan: 10.000 NFT (dengan 3.677 NFT pada Season 1)
- Tujuan: Bukti partisipasi yang memberi akses ke whitelist, papan peringkat, dan potensi hadiah di masa depan
- Manfaat: Memegang Imperia NFT dan aktif mengikuti quest dapat meningkatkan peluang mendapatkan hadiah di kemudian hari
Selain NFT, Rome juga menjalankan berbagai quest komunitas melalui Discord, testnet, dan platform pihak ketiga seperti Galxe. Aktivitas ini memberi peserta poin XP atau peringkat, yang kemungkinan besar akan memengaruhi kelayakan mereka dalam distribusi hadiah di masa depan.
“Partisipasi di testnet dan kampanye NFT bukanlah jaminan hadiah, tetapi menjadi cara terbaik untuk memposisikan diri dalam ekosistem Rome,” tulis salah satu pengumuman resmi Rome Protocol di Discord.
Cara Mengikuti Airdrop Rome Protocol
Bagi Anda yang tertarik mempersiapkan diri mengikuti airdrop Rome Protocol, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Persiapan Dasar
- Buat dompet Solana
Gunakan dompet seperti Phantom atau Solflare, lalu simpan backup secara aman. Pastikan memiliki sedikit saldo SOL untuk biaya transaksi. - Gabung ke komunitas Rome
Ikuti akun resmi mereka di Twitter/X dan gabung ke server Discord. Informasi terbaru mengenai whitelist dan kampanye biasanya diumumkan di sana.
Ikut Kampanye & Aktivitas
- Daftar atau mint Imperia Citizens NFT
Season 1 memiliki slot terbatas, jadi pendaftaran lebih awal akan meningkatkan peluang Anda. - Selesaikan quest komunitas
Beberapa tugas termasuk bergabung dalam peran di Discord, referral, dan quest di platform seperti Galxe untuk mengumpulkan XP. - Gunakan testnet Rome
Cobalah fitur-fitur seperti Neon EVM atau lintas rollup untuk menunjukkan aktivitas on-chain yang berarti. - Tetap aktif dan pantau tenggat waktu
Konsistensi sangat penting. Pegang NFT Anda dan terus ikuti kampanye agar tidak ketinggalan peluang.
Hal yang Masih Belum Pasti
Walaupun kampanye airdrop Rome benar-benar ada, sejumlah hal penting masih belum dikonfirmasi:
- Tidak ada jaminan jumlah atau nilai hadiah di masa depan
- Belum ada rincian resmi bagaimana NFT, quest, dan aktivitas testnet akan diterjemahkan menjadi token
- Belum ada jadwal resmi peluncuran token maupun distribusi airdrop
Karena itu, penting untuk memandang partisipasi dalam Rome Protocol bukan sebagai jaminan keuntungan, tetapi sebagai kesempatan untuk ikut membangun proyek baru sejak awal.