Menjelang TGE 14 Oktober, LAB Hujani Pengguna dengan Airdrop Token LAB

12 Oktober 2025 10:00
Bagikan :
LAB siapkan airdrop besar menjelang peluncuran token 14 Oktober. (x/@LABtrade_)

DOYANDUIT – Perkembangan dunia DeFi terus diwarnai dengan proyek-proyek yang menantang batas inovasi. LAB adalah salah satu inisiatif yang belakangan menjadi sorotan.

Proyek ini berfokus pada pembangunan infrastruktur perdagangan multi-chain yang mengatasi fragmentasi likuiditas, biaya jembatan (bridging) yang tinggi, dan keterbatasan kecepatan operasional.

LAB hadir sebagai solusi menyatukan aktivitas perdagangan di jaringan seperti Ethereum, Solana, Base, dan BNB Chain, dengan eksekusi sub-detik dan biaya transaksi rendah di angka 0,5 %.

Sebelum peluncuran token, LAB memastikan pondasi finansial kuat. Mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar US$ 5 juta melalui partisipasi investor terkemuka seperti Selini Capital, Re7 Capital, Cypher Capital, Animoca Brands, dan OKX Ventures.

Dengan modal ini, tim LAB dapat memperkuat pengembangan teknologi, audit keamanan, dan strategi peluncuran token (TGE) yang akan digelar pada 14 Oktober 2025.

Strategi Airdrop: Mengundang Partisipasi Komunitas

Menjelang TGE, LAB meluncurkan kampanye airdrop yang berlangsung hingga 13 Oktober 2025. Dalam program tersebut, peserta dapat memperoleh token LAB melalui mekanisme berbasis poin.

Poin dapat diperoleh dengan melakukan perdagangan melalui bot Telegram, menyelesaikan referensi, serta berinteraksi dalam ekosistem LAB. Program ini dirancang untuk menghargai keterlibatan pengguna aktif dalam ekosistem.

Menariknya, airdrop LAB terbagi dalam dua musim (seasons). Musim pertama (Season 1) memberi penghargaan kepada pengguna atas aktivitas perdagangan historis melalui koneksi dompet dan “Lootbox”.

Sedangkan musim kedua (Season 2) menghargai aktivitas trading langsung melalui platform LAB Terminal.Kedua musim ini tetap berlangsung hingga pelaksanaan TGE di kuartal keempat 2025.

Model airdrop yang berbasis aktivitas, bukan sekadar pendaftaran pasif, sejalan dengan filosofi LAB bahwa kontribusi nyata komunitas harus dihargai. Poin dari aktivitas tersebut nantinya akan dikonversi ke token LAB yang bisa diklaim setelah TGE.

Model Ekonomi & Mekanisme Token LAB

Apa yang membedakan LAB dari banyak proyek token baru adalah struktur ekonominya yang bersifat deflasioner. Sekitar 80 % dari pendapatan platform akan dialokasikan untuk buyback, pembakaran (burn), dan reward bagi komunitas.

Dengan demikian, transaksi yang semakin aktif justru menekan suplai dan memberi insentif jangka panjang bagi pemilik token.

Selain itu, LAB sudah mencatat prestasi volume perdagangan signifikan dalam waktu singkat. Dalam tiga bulan awal, proyek ini berhasil menembus US$ 700 juta volume perdagangan. Hal ini menunjukkan bahwa antusiasme pasar dan likuiditas sejak dini telah tumbuh.

Pengoperasian LAB juga melewati batas satu jaringan. Dengan mendukung jaringan seperti Ethereum, Solana, Base, dan BNB Chain, LAB tidak bermaksud bersaing tetapi menggabungkan likuiditas dari ekosistem yang sekarang terfragmentasi.

Dengan demikian, pengguna dapat mengakses pasar yang lebih luas melalui satu platform terpadu.

Menanti Hari Peluncuran Token (TGE)

Tanggal 14 Oktober 2025 menjadi momentum penting bagi LAB. Pada hari itu, token akan dihasilkan dan mulai didistribusikan ke peserta airdrop yang memenuhi syarat.

Mulai saat itu pula, aktivasi ekosistem LAB akan berlangsung lebih nyata, dengan perdagangan token, aktivasi fitur-fitur platform, dan penyesuaian komunitas.

Komunitas LAB kini tumbuh pesat di media sosial seperti X dan Discord—menjadi cerminan dari antusiasme menjelang peluncuran token. Lab juga mendorong pengguna untuk berinteraksi melalui platform resminya, termasuk bot Telegram, untuk bertransaksi atau meraih poin.

Menarik untuk disimak juga roadmap pasca-TGE. LAB berencana memperkenalkan DEX perpetual leverage, optimisasi berbasis AI, dan pengembangan fitur analitik lanjutan. Semua ini diarahkan untuk menjadikan ekosistem LAB lebih kaya fitur dan berdaya saing tinggi.

Implikasi & Harapan Ke Depan

Bagi pengguna yang aktif berpartisipasi, kampanye airdrop ini menghadirkan peluang nyata. Namun, perlu disadari bahwa dinamika pasar kripto bersifat volatil, sehingga keputusan apresiasi maupun perdagangan harus mempertimbangkan risiko.

Meskipun demikian, struktur deflasioner LAB dan keterlibatan pengguna dapat membuka ruang tertahannya nilai token.

Lebih dari sekadar peluncuran token, apa yang terjadi setelah TGE akan menjadi penentu. Jika volume perdagangan tetap tinggi, ekosistem dapat tumbuh stabil. Namun, bila likuiditas melemah, tekanan jual bisa muncul. Di sinilah aspek komunitas dan loyalitas menjadi penting.

LAB memasuki panggung dengan fondasi keuangan yang solid, model ekonomi terstruktur, dan kampanye yang mengutamakan keterlibatan nyata.

Peluncuran token pada 14 Oktober 2025 bukanlah titik akhir, melainkan awal perjalanan membangun ekosistem perdagangan lintas rantai yang lebih efisien dan inklusif.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050