
DOYANDUIT – Midnight Network, sebuah proyek blockchain yang mengedepankan privasi berbasis smart contract dengan teknologi zero-knowledge, baru saja mengumumkan peluncuran tokenomics resmi untuk NIGHT token.
Dalam pengumuman terbarunya, mereka juga memperkenalkan Glacier Drop, mekanisme airdrop inovatif yang dirancang untuk menjangkau pengguna dari delapan ekosistem blockchain terkemuka.
Menurut siaran pers terbarunya, perusahaan menyebut Glacier Drop merupakan bagian dari pendekatan distribusi token yang progresif, bertahap, dan berfokus pada inklusi komunitas lintas jaringan.
Fahmi Syed, Presiden Midnight Foundation yang berbasis di Kepulauan Cayman, menyebut pendekatan ini sebagai bagian dari misi besar Midnight: rational privacy.
“Kami ingin menciptakan ekosistem di mana pengembang dapat mengatur secara spesifik data mana yang bisa dibagikan secara on-chain,” ujar Fahmi. “Bukan privasi total, melainkan privasi yang rasional dan bertanggung jawab.”
Glacier Drop: Skema Airdrop dalam Tiga Fase
Fase 1 – Klaim 60 Hari Mulai Juli 2025
Fase pertama Glacier Drop akan berlangsung selama 60 hari dimulai bulan Juli 2025.
Pada tahap ini, pengguna yang memenuhi syarat—yakni memiliki dompet yang menyimpan aset senilai minimal $100 dalam token native di salah satu dari delapan blockchain yang ditentukan—dapat mengklaim alokasi penuh token NIGHT mereka.
Snapshot untuk menentukan kelayakan telah dilakukan sebelumnya. Delapan jaringan yang dimaksud meliputi:
- Bitcoin
- Ethereum
- Cardano
- Solana
- Binance Chain
- Brave
- Ripple (XRP Ledger)
- Avalanche
Informasi detail mengenai snapshot dan dompet yang memenuhi syarat dapat diakses melalui situs resmi proyek di midnight.network.
Fase 2 – Scavenger Mine Selama 30 Hari
Setelah periode klaim berakhir, fase berikutnya disebut Scavenger Mine, yang akan berlangsung selama 30 hari. Dalam fase ini, token yang tidak diklaim akan didistribusikan ulang kepada peserta yang menyelesaikan tugas-tugas komputasi berbasis mekanisme mirip proof-of-work.
Mekanisme ini bertujuan memberi kesempatan tambahan bagi komunitas untuk mendapatkan NIGHT sambil berkontribusi terhadap ekosistem.
Fase 3 – Lost-and-Found Selama 4 Tahun
Tahap terakhir Glacier Drop disebut Lost-and-Found, berlangsung hingga empat tahun setelah peluncuran mainnet.
Pada fase ini, pengguna asli yang tidak sempat mengklaim pada tahap awal masih bisa memverifikasi diri secara mandiri dan memperoleh sebagian dari alokasi token mereka.

Mekanisme “Thawing” untuk Stabilitas Pasar
Untuk menghindari guncangan pasokan (supply shock) yang sering kali memicu volatilitas harga ekstrem, Midnight Network mengadopsi sistem pelepasan token bertahap atau thawing.
NIGHT token akan dirilis secara acak dalam empat gelombang selama total 360 hari. Strategi ini tidak hanya memberikan waktu adaptasi bagi pasar, tapi juga mendorong partisipasi jangka panjang dari komunitas.
Potensi dan Arah Masa Depan Midnight Network
Midnight Network menargetkan peluncuran mainnet resmi pada akhir tahun 2025. Dengan pendekatan unik yang menggabungkan distribusi token berbasis komunitas, perlindungan privasi, dan kontrol data terdesentralisasi, proyek ini mulai menarik perhatian luas di dunia kripto.
Model zero-knowledge contract yang mereka usung dianggap sebagai salah satu fondasi penting menuju pengembangan blockchain yang lebih privat namun tetap fleksibel.
Dengan Glacier Drop sebagai langkah awal, komunitas kini menantikan dampak nyata dari visi “rational privacy” yang diusung Midnight.
Apakah NIGHT akan menjadi standar baru dalam privasi on-chain? Waktu dan partisipasi komunitas akan menjadi penentu utamanya.