
DOYANDUIT – Volatilitas pasar kripto kembali menjadi sorotan setelah lebih dari $5,4 miliar kontrak opsi Bitcoin dan Ethereum kedaluwarsa di Deribit pada pukul 08.00 UTC.
Pada periode yang sama, Bitcoin stabil di sekitar kisaran $102.000–$103.000, sedangkan Ethereum bertahan mendekati $3.300. Kedua aset ini berada pada level psikologis penting yang menentukan arah harga berikutnya.
Bagi trader profesional maupun investor ritel, masa kedaluwarsa opsi adalah momen sensitif. Pergerakan tipis saja dapat memicu keuntungan besar, atau sebaliknya, menyapu modal dalam skala masif.
Banyak analis menyebut kondisi ini sebagai fase “penentuan arah”, terutama setelah penurunan pasar dalam beberapa minggu terakhir.
Apa yang Terjadi di Pasar Opsi Bitcoin?
Data Deribit menunjukkan 45.802 kontrak opsi Bitcoin kedaluwarsa, dengan nilai nosional lebih dari $4,6 miliar. Posisi terbuka (open interest) lebih banyak berada di kontrak call, yaitu 25.570, dibandingkan put sebanyak 20.233. Angka ini menunjukkan pasar tidak sepenuhnya bearish.
Fakta pentingnya:
- Maximum pain Bitcoin berada di sekitar $107.000
- Rasio put-to-call (PCR) berada di 0,79, menandakan kecenderungan optimisme hati-hati
- Konsentrasi kontrak besar berada pada level $100.000 (put) dan $120.000–$125.000 (call)
Menurut pengamatan pelaku pasar, konsentrasi pada area tersebut menjadi “medan pertempuran harga”. Jika Bitcoin menembus ke bawah $100.000, tekanan jual dapat meningkat dan memicu likuidasi lanjutan.
Sebaliknya, jika bergerak menuju area $120.000, short seller bisa terjepit dan pasar dapat melonjak tajam.
Seorang analis Deribit menyampaikan bahwa para trader “lebih memilih melakukan lindung nilai dibanding panik”, terlihat dari peningkatan pembelian put untuk proteksi, bukan spekulasi penurunan ekstrem.
“Open interest yang tetap tinggi menunjukkan pelaku pasar masih terlibat, hanya lebih berhati-hati terhadap volatilitas,” ujar analis Deribit.

Ethereum Berada di Posisi Bertahan
Ethereum berada di level sekitar $3.347, dengan posisi opsi yang menunjukkan sikap defensif. Maximum pain berada di kisaran $3.800, sedangkan put-to-call ratio mendekati 0,9 — artinya pasar tidak dominan bullish maupun bearish.
Highlight pentingnya:
- Open interest call: 109.997
- Open interest put: 103.571
- Nilai nosional: $716 juta
- Konsentrasi pada $3.500 (put) dan $4.200 (call)
Banyak trader profesional menggunakan strategi calendar spread, straddle, diagonal spread, hingga risk reversal. Tujuannya sederhana: melindungi portofolio dari penurunan, tapi tetap menyimpan peluang profit jika ETH rebound.

Mengapa Banyak Trader Tetap Menjual Volatilitas?
Menariknya, meski ada peringatan dari analis dan perusahaan riset seperti Greeks.live tentang risiko akhir siklus, banyak trader masih menjual kontrak opsi secara agresif. Mereka bertaruh bahwa pasar akan tetap sideways dan tidak terjadi gejolak ekstrem.
Greeks.live mencatat:
“Terlepas dari sentimen bearish dan sinyal akhir siklus, trader tetap menjual opsi secara masif, khususnya pada strike ETH 3650P, 3400P, dan 3800C.”
Strategi ini terlihat berani, tapi juga berbahaya. Selama harga bergerak stabil, penjual opsi meraih keuntungan. Namun jika BTC atau ETH menembus level penting, kerugian bisa membengkak dalam waktu singkat.
Indikator tekanan pasar saat ini:
- Data CPI AS yang membuat dana ETF menyusut
- Komentar Jerome Powell yang menahan arus masuk institusional
- Open interest tinggi menandakan pasar siap bergerak dalam dua arah
Perubahan Prediksi Harga: Dari Bullish Menjadi Realistis
Tidak hanya trader yang menyesuaikan posisi, lembaga riset besar pun ikut merevisi proyeksi harga Bitcoin.
Cathie Wood Turunkan Target Bitcoin 2030
CEO ARK Invest, Cathie Wood, mengurangi target harga Bitcoin tahun 2030 dari $1,5 juta menjadi $1,2 juta. Penyebabnya adalah pertumbuhan pesat stablecoin yang mengambil pangsa pasar Bitcoin sebagai alat pembayaran global.
Menurut Wood:
“Stablecoin telah berkembang jauh lebih cepat dari dugaan, dan mereka mengambil sebagian peran yang awalnya kami prediksi akan diisi Bitcoin.”
Meski begitu, Wood tetap meyakini Bitcoin adalah “emas digital” dan berpotensi menempati setidaknya separuh kapitalisasi emas dunia.
Galaxy Digital Juga Menurunkan Target Tahun Ini
Alex Thorn dari Galaxy Digital memangkas target harga Bitcoin 2025 dari $185.000 menjadi $120.000, bahkan di bawah rekor harga tertinggi BTC.
Ia menjelaskan beberapa penyebab:
- Perpindahan kepemilikan Bitcoin ke ETF besar (bergerak lebih lambat)
- Likuidasi leverage pada 10 Oktober yang mengurangi kepercayaan pasar
- Modal investor mengalir ke saham AI, emas, dan teknologi
- Trader ritel belum sepenuhnya kembali sejak 2021
- Pertumbuhan stablecoin menyerap permintaan aset kripto lain
“Bitcoin memasuki fase baru — era kedewasaan — di mana volatilitas lebih rendah dan pasar lebih banyak digerakkan institusi,” tulis Thorn.
Lalu, ke Mana Arah Bitcoin dan Ethereum?
Beberapa analis menilai Bitcoin akan stabil pada kisaran $100.000 sebagai bagian dari fase konsolidasi. Prediksi JPMorgan bahkan menyebut BTC dapat naik ke $170.000 dalam 6–12 bulan, bila tekanan deleveraging benar-benar selesai.
Namun dengan open interest besar yang jatuh tepat di sekitar harga pasar hari ini, pergerakan kecil saja dapat membawa dampak besar pada settlement. Hari ini menjadi ujian apakah strategi short volatility bertahan, atau justru memicu gejolak baru.