Penutupan IHSG 5 Januari 2025 Tembus ATH di Level 8.859, Optimisme Pasar Awal 2026 Melonjak

5 Januari 2026 16:00
Bagikan :
Grafik IHSG yang menanjak ke level ATH 8.859 pada sesi 2 perdagangan awal tahun 2026. (TradingView)

DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren positifnya pada hari pertama perdagangan 2026. Pada sesi kedua, 5 Januari 2026, IHSG berhasil menembus rekor ATH terbaru 8.859,19 pukul 16.00 WIB, menguat 1,27 persen atau bertambah 111,06 poin dibanding penutupan sebelumnya.

IHSG dibuka di 8.778,73, sempat bergerak di level terendah 8.732,32, sebelum akhirnya menembus rekor tertinggi harian 8.859,19. Pergerakan ini menjadi indikasi optimisme yang kuat dari investor menjelang awal tahun.

Penguatan IHSG hingga menembus 8.859 menunjukkan bahwa investor masih percaya pada prospek ekonomi dan fundamental emiten di awal 2026.

Kinerja IHSG dalam Berbagai Periode

Melihat tren historis, IHSG menunjukkan penguatan konsisten:

  • Harian: +1,27%
  • 5 hari terakhir: +2,69%
  • 1 bulan: +2,31%
  • 6 bulan: +28,05%
  • 1 tahun: +23,43%

Penguatan jangka pendek dan menengah ini mencerminkan sentimen positif pasar modal Indonesia sejak awal tahun. Investor diharapkan tetap selektif memilih saham, meski momentum terlihat menarik.

Saham Kapitalisasi Besar yang Mendukung Penguatan IHSG

Beberapa saham bluechip menjadi motor penggerak IHSG:

  • PT Barito Renewables Energy Tbk: 9.525 (−1,55%)
  • PT Bank Central Asia Tbk: 8.025 (0,00%)
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk: 94.275 (−4,24%)
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk: 7.050 (−1,05%)
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Class B: 3.630 (−0,27%)
  • PT Bayan Resources Tbk: 17.525 (+7,19%)
  • PT DCI Indonesia Tbk: 223.975 (+1,81%)
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk: 6.925 (+1,84%)
  • PT Bank Mandiri Tbk: 5.025 (−0,99%)
  • PT Telkom Indonesia Tbk Class B: 3.570 (+2,88%)

Pergerakan ini menunjukkan bahwa IHSG didukung oleh kontribusi banyak emiten besar, bukan hanya saham unggulan tertentu.

Saham dengan Volume Perdagangan Tertinggi

Volume transaksi saham menjadi indikator minat pasar. Beberapa saham mencatat aktivitas tinggi:

  • PT Bumi Resources Tbk Class A (BUMI): 464 (+10,48%)
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA): 755 (+0,67%)
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk Class A (BRMS): 1.275 (+8,05%)
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Class B (BBRI): 3.630 (−0,27%)
  • PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA): 510 (+11,84%)
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): 3.390 (+5,61%)

Data ini membantu investor melihat saham mana yang menjadi fokus transaksi harian, sekaligus potensi likuiditas untuk trading.

Saham Top Gainer dan Top Loser

Top Gainer (Kenaikan Tertinggi)

  • PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP): +34,96% → 166 IDR
  • PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI): +34,78% → 124 IDR
  • PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE): +34,48% → 234 IDR
  • PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT): +34,39% → 254 IDR
  • PT Victoria Insurance Tbk (VINS): +34,10% → 232 IDR
  • PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO): +30,30% → 86 IDR

Top Loser (Penurunan Tertinggi)

  • PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET): −23,38% → 590 IDR
  • PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS): −15,00% → 119 IDR
  • PT MPX Logistics International Tbk (MPXL): −14,97% → 250 IDR
  • PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ): −14,67% → 314 IDR
  • PT Lion Metal Works Tbk (LION): −13,64% → 460 IDR
  • PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG): −10,00% → 4.500 IDR

Lonjakan saham top gainer menunjukkan peluang keuntungan, namun top loser mengingatkan risiko yang tetap ada. Investor sebaiknya menyesuaikan strategi sesuai profil risiko.

Kinerja Sektor Pendukung IHSG

Kinerja sektoral mencerminkan kekuatan pendorong penguatan indeks:

  • Layanan Konsumen: +5,43% harian, +476,04% 6 bulan
  • Mineral Energi: +2,47% harian, +61,61% 6 bulan
  • Mineral Non-Energi: +2,16% harian, +61,11% 6 bulan
  • Komunikasi: +0,92% harian, +803,76% 6 bulan

Sektor layanan konsumen dan energi menjadi motor utama penguatan, sementara sektor teknologi dan industri masih menunjukkan pertumbuhan jangka panjang yang solid.

 

Pencapaian IHSG yang menembus ATH 8.859 pada sesi 2 5 Januari 2026 menegaskan optimisme pasar saham Indonesia. Dukungan dari saham unggulan, volume perdagangan tinggi, dan penguatan sektor tertentu memperkuat tren positif.

Meskipun momentum kuat, volatilitas tetap ada. Dengan memahami pergerakan saham dan sektor, investor dapat mengambil keputusan lebih cerdas dan strategis di awal tahun.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050