IHSG Pekan Depan Diprediksi Lanjut Menguat, Ini Analisa 4 Saham Pilihan untuk Awal Januari 2026

4 Januari 2026 11:00
Bagikan :
Proyeksi IHSG dan saham unggulan pekan depan.. (DoyanDuit)

DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan pekan depan, mulai Senin, 5 Januari 2026.

Optimisme pasar terlihat cukup terjaga seiring dominasi volume pembelian yang terus mengawal pergerakan indeks sejak awal tahun.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, IHSG tercatat menguat 1,17% dan bertengger di kisaran 8.740. Kinerja ini mencerminkan minat beli investor yang relatif solid, meskipun pasar tetap dibayangi potensi koreksi jangka pendek yang wajar terjadi setelah reli.

Menurut pengamatan pelaku pasar, awal tahun kerap menjadi momentum penting bagi investor untuk melakukan reposisi portofolio. Kondisi tersebut turut mendukung pergerakan IHSG dalam beberapa hari terakhir.

Proyeksi Teknis IHSG Menurut Riset Analis

Berdasarkan kajian teknikal dari riset MNC Sekuritas, terdapat beberapa skenario pergerakan IHSG yang patut diperhatikan investor.

Dalam skenario paling optimistis, IHSG dinilai telah menyelesaikan fase koreksi sebelumnya dan berpeluang kembali melanjutkan kenaikan untuk menguji area resistance di rentang:

  • 8.776
  • hingga 8.905

Namun demikian, analis juga mengingatkan adanya kemungkinan skenario alternatif. IHSG masih berpotensi mengalami koreksi terbatas sebelum kembali melanjutkan penguatan.

Secara teknikal, area penting yang perlu dicermati adalah:

  • Support: 8.584 dan 8.525
  • Resistance terdekat: 8.776 hingga 8.820

Kisaran level ini menjadi acuan penting bagi investor dalam menentukan strategi masuk dan keluar pasar.

Analisa 4 Saham Pilihan yang Layak Dicermati

Seiring pergerakan IHSG tersebut, sejumlah saham dinilai menarik untuk diperhatikan dalam jangka pendek hingga menengah. Berikut ulasan empat saham pilihan berdasarkan analisa teknikal.

1. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)

Saham ARCI tercatat menguat 1,54% dan ditutup di level Rp1.645. Pergerakan saham ini masih didominasi oleh volume pembelian, menandakan minat investor yang cukup kuat.

Secara teknikal, ARCI diperkirakan berada pada fase wave 4 dari wave C. Strategi yang direkomendasikan adalah buy on weakness, dengan rincian:

  • Area beli: Rp1.490 – Rp1.575
  • Target harga: Rp1.775 – Rp1.950
  • Stop loss: di bawah Rp1.380

Pendekatan ini cocok bagi investor yang mengutamakan disiplin manajemen risiko di tengah fluktuasi harga.

2. PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA)

Saham MDKA atau Merdeka Gold Resources juga mencatatkan penguatan 1,35% dan berakhir di level Rp5.625. Selama harga mampu bertahan di atas Rp5.275, saham ini diperkirakan berada di awal fase wave 5.

Rekomendasi strategi teknikal:

  • Buy on weakness: Rp5.475 – Rp5.600
  • Target harga: Rp6.100 – Rp6.400
  • Stop loss: di bawah Rp5.275

Kinerja saham berbasis komoditas emas ini kerap menjadi perhatian saat pasar mencari aset dengan karakter defensif.

3. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY)

Berbeda dengan dua saham sebelumnya, CMRY justru mengalami koreksi 1,77% ke level Rp5.550, disertai tekanan jual.

Meski demikian, secara teknikal CMRY diperkirakan berada di awal wave 5, sehingga masih membuka peluang teknikal rebound. Strategi yang disarankan bersifat lebih spekulatif:

  • Speculative buy: Rp5.425 – Rp5.525
  • Target harga: Rp5.925 – Rp6.300
  • Stop loss: di bawah Rp5.325

Strategi ini lebih cocok bagi investor dengan toleransi risiko yang lebih tinggi.

4. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

Saham GOTO mencuri perhatian setelah melonjak 7,81% ke level Rp69. Penguatan ini didukung lonjakan volume pembelian dan keberhasilan harga menembus moving average 20 (MA20).

Selama GOTO mampu bertahan di atas Rp64, saham ini diperkirakan sedang membentuk awal wave 3, yang biasanya identik dengan fase kenaikan kuat.

Strategi yang direkomendasikan:

  • Buy on weakness: Rp65 – Rp68
  • Target harga: Rp71 – Rp73
  • Stop loss: di bawah Rp64

Bagi investor ritel, pergerakan GOTO sering menjadi barometer sentimen saham teknologi domestik.

Pentingnya Manajemen Risiko di Tengah Optimisme

Meski prospek IHSG dan saham-saham pilihan terlihat menjanjikan, investor tetap diimbau untuk menjaga disiplin manajemen risiko. Fluktuasi pasar merupakan hal yang tak terpisahkan, terutama pada fase awal tahun ketika banyak pelaku pasar masih melakukan penyesuaian strategi.

Diversifikasi portofolio, penggunaan stop loss, serta pemantauan rutin pergerakan pasar menjadi langkah penting agar keputusan investasi tetap rasional.

IHSG memasuki pekan kedua Januari 2026 dengan sentimen yang relatif positif, didukung dominasi volume pembelian dan proyeksi teknikal yang masih membuka ruang penguatan.

Meski potensi koreksi jangka pendek tetap ada, peluang menuju area resistance yang lebih tinggi masih terbuka.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050