
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak menguat di awal pekan setelah sempat tertekan sepanjang minggu sebelumnya.
Pada penutupan perdagangan Senin, 23 Desember 2025, IHSG naik 36,29 poin atau setara 0,42 persen ke level 8.645,84. Pergerakan ini menjadi sinyal awal pemulihan setelah koreksi beruntun yang terjadi sebelumnya.
Sementar itu, -ada perdagangan hari ini, Selasa (23 Desember 2025) pukul 09.58 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau berada di level 8.625,25, melemah 0,95 persen atau turun 83,07 poin dibanding penutupan sebelumnya.
Sejak pembukaan, IHSG sempat dibuka di level 8.656,65, bergerak di kisaran 8.604,62 hingga 8.667,73, mencerminkan tekanan jual yang masih cukup terasa di awal sesi.
Pelemahan ini terjadi setelah penguatan pada awal pekan, seiring investor kembali bersikap hati-hati menjelang libur Natal dan akhir tahun, di tengah dinamika rotasi sektor dan aksi ambil untung jangka pendek.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp24,23 triliun dengan volume perdagangan 21,08 miliar saham dan frekuensi 2,92 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun menyentuh Rp15.806 triliun.
Kinerja Sektoral: Energi dan Komoditas Menguat
Penguatan IHSG ditopang oleh kinerja positif sejumlah sektor. Beberapa sektor yang berada di zona hijau antara lain:
- Energi
- Konsumer siklikal
- Bahan baku
- Transportasi
- Industri
- Kesehatan
Sebaliknya, tekanan masih terlihat pada sektor teknologi, infrastruktur, properti, keuangan, dan konsumer non-siklikal. Sektor teknologi dan infrastruktur bahkan tercatat dua kali berturut-turut berada di zona merah sejak pekan lalu, masing-masing terkoreksi 2,89 persen dan 0,97 persen.
Di jajaran saham perbankan besar, hanya BBCA yang mencatatkan kenaikan sebesar 1,55 persen. Sementara BBNI, BMRI, dan BBRI mengalami koreksi akibat aksi ambil untung, terutama oleh investor asing. Penjualan terbesar tercatat pada BBRI senilai Rp238,74 miliar, disusul BMRI Rp100,43 miliar.
Aksi Investor Asing Masih Positif
Menariknya, meski terjadi profit taking pada saham tertentu, investor asing secara keseluruhan masih mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp779,51 miliar. Rinciannya, nilai beli asing mencapai Rp5,3 triliun dengan penjualan sebesar Rp4,52 triliun.
Kondisi ini menunjukkan bahwa minat investor global terhadap pasar saham Indonesia masih terjaga, meski selektivitas semakin tinggi menjelang libur panjang akhir tahun.
Analisis Analis: Rotasi Sektor Jadi Kunci
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, menilai rebound IHSG lebih disebabkan oleh rotasi sektor dibanding perubahan sentimen makro yang signifikan.
“Penguatan ini didorong oleh saham-saham sektor energi yang masih mendapatkan dukungan dari harga komoditas. Di sisi lain, saham teknologi justru menjadi pemberat karena pelaku pasar mulai melakukan rotasi,” ujarnya.
Menurutnya, investor cenderung berpindah ke sektor-sektor yang dinilai masih menawarkan peluang jangka pendek menjelang libur Natal, seperti energi, industri, dan basic materials.
Suku Bunga BI Bukan Faktor Utama
Terkait keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga, Reza menilai kebijakan tersebut bukan pemicu utama pergerakan sektor yang melemah. Ia menilai pasar sudah mengantisipasi keputusan tersebut sebelumnya.
“Kalau melihat korelasi, seharusnya sektor perbankan bisa menguat karena suku bunga ditahan sesuai ekspektasi. Tapi faktanya, pelaku pasar lebih fokus ke sentimen lain dan rotasi sektor,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa dinamika pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh strategi jangka pendek investor dibanding faktor fundamental tunggal.
Proyeksi IHSG Hari Ini: Peluang Lanjutan Penguatan
Melihat pergerakan bursa global, khususnya Wall Street yang ditutup menguat menjelang libur Natal, peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan masih terbuka. Reza menyebut pola teknikal IHSG membentuk sinyal bullish harami, yang sering kali mengindikasikan potensi kelanjutan tren naik dalam jangka pendek.
“Kami melihat masih ada dorongan beli dalam dua hari perdagangan terakhir sebelum libur,” katanya.
Bagi kamu yang ingin memahami lebih dalam pola teknikal seperti bullish harami dan implikasinya, kamu bisa membaca artikel kami sebelumnya tentang strategi membaca grafik saham untuk pemula.
Rekomendasi Saham Pilihan Jelang Libur
Untuk perdagangan jangka pendek, Reliance Sekuritas mencermati beberapa saham yang dinilai masih menarik:
Sektor Energi
- INDY (Indika Energy)
- RAJA
- HRUM
- PTBA
Sektor Tambang dan Logam
- MDKA
- PSAB
- HRTA
Saham-saham tersebut dinilai masih memiliki momentum teknikal yang positif, meski ruang penguatannya mulai terbatas pada beberapa emiten.
Tips Investor Jelang Libur Panjang
Menjelang libur Natal dan akhir tahun, strategi investor sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Reza menekankan tidak ada pendekatan tunggal yang berlaku untuk semua.
Beberapa poin yang bisa dipertimbangkan:
- Jika tidak membutuhkan likuiditas, investor masih bisa memanfaatkan momentum dua hari perdagangan terakhir.
- Tetap cermati sentimen pasar dan berita global.
- Jika membutuhkan dana tunai, profit taking bisa dilakukan secara bertahap, bukan masif.
Menurutnya, aksi ambil untung yang wajar justru membantu menjaga keseimbangan pasar.
Rebound IHSG di awal pekan memberikan sinyal positif setelah tekanan yang terjadi sebelumnya. Rotasi sektor menjadi faktor utama, dengan energi dan komoditas tampil sebagai penopang indeks.
Meski peluang penguatan lanjutan masih ada, kehati-hatian tetap diperlukan menjelang libur panjang dan berakhirnya momentum Santa Claus Rally.