September Effect Dipandang Identik dengan Pelemahan Pasar Kripto, Mitos Lama atau Peluang Baru?

3 September 2025 17:00
Bagikan :
September Effect Kripto 2025: Mitos Lama atau Peluang Baru? (Freepik)

DOYANDUIT – Setiap bulan September, investor kripto biasanya bersiap menghadapi gejolak. Sejarah mencatat, bulan ini sering menjadi periode yang lemah, baik bagi saham maupun aset digital. Data sejak 2020 menunjukkan rata-rata performa Bitcoin pada September turun sekitar 4,68 persen.

Fenomena ini dikenal sebagai September Effect. CNBC melalui analis Jim Cramer kembali mengingatkan investor tentang pola musiman tersebut. Namun, yang menarik, pasar justru bergerak ke arah sebaliknya.

Bitcoin, Ethereum, hingga altcoin besar seperti XRP, BNB, dan Solana memperlihatkan tanda-tanda resiliensi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan: benarkah September 2025 akan kembali melemah, atau justru menjadi awal pemulihan?

Jim Cramer dan “Inverse Effect”

Pada 2 September 2025, Jim Cramer menyampaikan bahwa September adalah bulan lemah bagi kripto. Namun, pernyataannya justru diikuti kenaikan harga. Banyak trader menyebutnya sebagai “inverse Cramer effect”, sebuah strategi satir di mana investor bertindak berlawanan dari prediksi Cramer.

“Sejak komentar Cramer, Bitcoin justru bergerak naik bersama Ethereum dan beberapa altcoin lainnya,” tulis laporan pasar yang dikutip dari CNBC.

Fenomena ini bukan hanya sekadar candaan. Pasar memang sedang dibayangi isu fundamental: inflasi AS yang masih tinggi, indeks harga produsen yang naik pada Juli, serta pasar tenaga kerja yang ketat.

Di sisi politik, Presiden Donald Trump bahkan mendesak bank sentral agar menurunkan suku bunga lebih agresif. Namun, Federal Reserve (The Fed) tetap berhati-hati dan menolak tekanan tersebut. Situasi ini menambah ketidakpastian di kalangan investor.

Dampak Keputusan The Fed pada September

Prediksi Rate Cut

Salah satu faktor paling penting dalam September effect tahun ini adalah keputusan The Fed terkait suku bunga. Berdasarkan CME FedWatch Tool, terdapat 92 persen probabilitas bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat 17 September 2025.

Pemangkasan suku bunga biasanya mendorong minat risiko lebih tinggi. Bagi kripto, hal ini berarti potensi aliran likuiditas baru yang bisa memperkuat tren naik.

Respons Pasar

Bitcoin yang sempat turun ke kisaran $107.000 berhasil bangkit dan menembus $110.000 pada awal September. Volume perdagangan melonjak lebih dari 11 persen dalam 24 jam, menandakan optimisme yang mulai kembali.

Ethereum juga naik ke level $4.400, sementara XRP menembus $2,80, BNB melampaui $850, dan Solana menyentuh $204. Kenaikan ini menunjukkan minat akumulasi masih kuat, bahkan ketika bayang-bayang September Effect menghantui.

Apakah 2025 Menjadi Awal “Up-tember”?

Jika biasanya September identik dengan pelemahan, maka tahun 2025 memberi nuansa berbeda. Dengan dorongan politik, kemungkinan pemangkasan suku bunga, serta sentimen investor yang berlawanan arah dengan prediksi Cramer, pasar kripto justru menunjukkan ketahanan.

Meski begitu, risiko tetap ada. Faktor-faktor seperti inflasi, data ketenagakerjaan, hingga keputusan mendadak The Fed bisa memicu volatilitas. Belum lagi potensi event unlocking token yang dapat menekan harga jangka pendek.

Namun, bagi sebagian trader, situasi ini justru dianggap sebagai awal fase “Up-tember”, sebuah permainan kata yang merujuk pada tren naik di September.

Jika momentum ini berlanjut, Oktober yang historis lebih bullish, sering disebut “Uptober”, bisa memperkuat kepercayaan investor.

Kesimpulan

September Effect selama ini dianggap momok bagi pasar kripto. Namun, perkembangan 2025 menunjukkan cerita yang lebih kompleks. Peringatan Jim Cramer malah diikuti kenaikan harga, sementara prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed memberikan harapan akan rebound.

Bagi investor, September kali ini menghadirkan dua sisi: risiko dan peluang. Mengikuti data makroekonomi, mencermati kebijakan bank sentral, dan memahami sentimen pasar menjadi kunci untuk bertahan.

Apakah 2025 akan menegaskan mitos September Effect atau justru memunculkan babak baru dalam siklus kripto? Jawabannya mungkin akan menentukan arah pasar menuju akhir tahun.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050