
DOYANDUIT – Awal September 2025 menjadi titik balik penting bagi Solana (SOL). Aset kripto ini kembali mencuri perhatian setelah Galaxy Digital mengakumulasi SOL senilai $1,35 miliar hanya dalam waktu tujuh hari, sebuah pembelian institusional terbesar untuk Solana tahun ini.
Aksi ini memicu lonjakan harga SOL menembus $240, bahkan sempat melampaui performa Bitcoin dan Ethereum dalam periode yang sama.
Langkah Galaxy Digital ini terjadi di saat pasar altcoin mulai menunjukkan tanda-tanda memasuki fase ketiga atau Phase 3—tahap ketika altcoin berkapitalisasi besar biasanya mulai bergerak lebih cepat dibandingkan aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum.
Seperti yang diungkap analis kripto Ash Crypto di platform X,
“Galaxy Digital membeli $1,35 miliar dalam bentuk $SOL minggu ini… Mereka tidak membeli di puncak siklus. Mereka sedang mendahului sesuatu yang lebih besar.”
Pernyataan ini mencerminkan keyakinan bahwa langkah Galaxy Digital bukan sekadar spekulasi jangka pendek, melainkan strategi jangka panjang untuk mengantisipasi potensi pertumbuhan ekosistem Solana.
Aktivitas On-Chain Meningkat, TVL Sentuh Rekor Baru
Di luar pergerakan harga, data on-chain memperlihatkan penguatan fundamental Solana. Total nilai terkunci (Total Value Locked atau TVL) di jaringan ini telah mencapai puncak baru sebesar $13,3 miliar, didorong oleh meningkatnya aktivitas transaksi, alamat aktif, dan arus masuk dana bersih (net inflows).
Meskipun angka ini masih sedikit di bawah level tahun 2024 dan awal 2025, tren pertumbuhannya menunjukkan bahwa Solana mulai kembali diminati.
Ash Crypto juga menekankan bahwa kinerja impresif Solana saat ini bahkan terjadi tanpa keterlibatan besar dari investor ritel. Artinya, potensi lonjakan berikutnya bisa lebih kuat jika investor ritel mulai kembali aktif masuk ke pasar.
Data Pasar Terbaru: Kapitalisasi Rp2.100 Triliun dan Volume Harian Rp135 Triliun
Berdasarkan data CoinMarketCap per pertengahan September 2025, Solana saat ini menempati peringkat #5 aset kripto terbesar di dunia. Harga SOL tercatat di kisaran $242,35, mengalami kenaikan sekitar 28,72% dalam sebulan terakhir.
Berikut rangkuman metrik pasar utamanya:
- Kapitalisasi pasar (Market Cap): $131,49 miliar (naik 2,38%)
- Volume perdagangan 24 jam: $8,39 miliar (naik 3,38%)
- Fully Diluted Valuation (FDV): $147,77 miliar
- Rasio Volume terhadap Market Cap: 6,39%
- Total supply: 609,75 juta SOL
- Sirkulasi saat ini: 542,56 juta SOL
- Maksimum supply: Tidak terbatas (infinite supply)
Data ini menunjukkan bahwa pasar Solana sedang berada dalam kondisi sangat likuid dengan kapitalisasi pasar yang sangat besar, setara lebih dari Rp2.100 triliun jika dikonversi ke rupiah, serta aktivitas perdagangan harian yang tinggi.
Tingginya volume juga menandakan minat pasar yang masih solid di tengah reli harga yang sedang berlangsung.

Solana Kalahkan Bitcoin dan Ethereum di September
Secara performa bulanan, SOL naik sekitar 23,5% sejak awal September, jauh mengungguli Bitcoin yang hanya tumbuh 6,92% dan Ethereum sebesar 6,45% pada periode yang sama. Lonjakan ini memperkuat pandangan bahwa Solana tengah memimpin pergerakan altcoin besar saat ini.
Secara historis, setiap kali Solana menutup bulan September dengan kenaikan positif, bulan-bulan berikutnya kerap diikuti oleh reli harga yang signifikan.
Pola ini menjadi dasar optimisme para analis bahwa reli saat ini bisa berlanjut, terutama bila didukung oleh sentimen pasar yang lebih luas.
Dukungan Kuat dan Peluang Uji Puncak Tertinggi
Secara teknikal, sejumlah analis menyebut bahwa resistansi Solana kini semakin menipis setelah menembus level $240. Analis Ali Charts menyebutkan level dukungan penting berada di $239 dan $224, sementara resistansi terdekat saat ini relatif ringan.
Kondisi ini membuka peluang bagi SOL untuk menguji kembali puncak tertingginya di sekitar $294 dalam beberapa waktu mendatang.
Solana juga mencatat beberapa sinyal penguatan teknikal dalam tiga bulan terakhir, termasuk:
- Breakout dari pola ascending channel
- Terbentuknya golden cross di grafik harian, yang menandakan kekuatan beli meningkat
- Pola ascending triangle, menandakan fase konsolidasi sebelum breakout
Tak hanya itu, analis Ted Pillows mencatat bahwa kondisi likuiditas Solana mulai bergeser, dengan kluster likuiditas baru terbentuk di area $200–$220. Artinya, para trader kini mulai memantau area tersebut sebagai zona akumulasi potensial untuk pergerakan berikutnya.
Harapan ETF Spot Solana Dorong Optimisme Pasar
Di luar analisis teknikal, optimisme yang lebih besar datang dari ekspektasi persetujuan ETF spot Solana di Amerika Serikat. Produk ETF ini diyakini bisa menarik arus modal besar dari investor institusi, seperti yang terjadi pada Bitcoin dan Ethereum setelah produk serupa mereka disetujui.
VanEck, salah satu manajer aset global, dikabarkan telah mendaftarkan produk ETF Solana di Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC), yang menandakan bahwa produk tersebut tengah dalam proses menuju persetujuan resmi.
Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, juga menyatakan bahwa peluncuran ETF Solana bisa menjadi katalis besar bagi pasar kripto.
Jika ETF tersebut benar-benar disetujui, Solana berpotensi mengalami lonjakan permintaan serupa dengan yang dialami Bitcoin dan Ethereum sebelumnya. Hal ini juga akan memperkuat posisi Solana sebagai salah satu aset digital utama yang diminati kalangan korporasi.
Momentum Positif yang Layak Diwaspadai
Dengan kombinasi lonjakan harga, penguatan indikator teknikal, serta masuknya dana institusional dalam jumlah besar, Solana kini berada di persimpangan penting.
Galaxy Digital yang memborong 5,82 juta SOL dalam tujuh hari menunjukkan bahwa kepercayaan institusi terhadap masa depan jaringan ini semakin tinggi.
Jika tren ini berlanjut, didukung oleh persetujuan ETF spot dan kembalinya minat investor ritel, Solana berpotensi melanjutkan reli dan bahkan menguji ulang puncak harga tertingginya di masa lalu.
Meski begitu, seperti investasi pada umumnya, penting bagi investor untuk tetap memperhatikan risiko pasar dan mengelola ekspektasi secara bijak.