
DOYANDUIT – Pengisian penilaian kompetensi pedagogik GPAI tahun 2026 menjadi bagian penting dalam self assessment guru, terutama dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Proses ini tidak hanya sekadar mengisi form, tetapi juga menunjukkan kemampuan nyata guru dalam merancang, melaksanakan, hingga mengevaluasi pembelajaran.
Berdasarkan praktik yang banyak dilakukan guru, kesalahan umum biasanya terjadi pada pemahaman setiap indikator dan penyusunan bukti dokumen. Padahal, jika dipahami dengan benar, proses ini justru cukup sistematis dan mudah diikuti.
Berikut panduan lengkap pengisian dari nomor 1 hingga 10 beserta contoh bukti yang perlu disiapkan.
1. Memetakan CP ke TP dan ATP Secara Tepat
Pada indikator pertama, guru diminta menunjukkan kemampuan memetakan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Tujuan Pembelajaran (TP), lalu dikembangkan menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).
Beberapa poin penting:
- CP berasal dari pemerintah (kurikulum)
- TP disusun oleh guru sebagai turunan CP
- ATP adalah urutan sistematis dari TP
Bukti yang diunggah:
- Dokumen ATP dalam format PDF
- Disimpan di Google Drive
- Disertai link yang jelas dan terstruktur
Tips praktis:
- Buat folder khusus per indikator (misalnya: Pedagogik 1–10)
- Susun dokumen berdasarkan elemen (Qur’an, Hadis, Fikih, SKI, dll)
2. Menyusun ATP yang Logis dan Sistematis
Indikator kedua menekankan pada alur pembelajaran yang runtut.
Ciri ATP yang baik:
- Materi tidak lompat-lompat
- Disusun dari mudah ke kompleks
- Mengalir dari awal hingga akhir pembelajaran
Contoh:
- Dari pengenalan konsep → pemahaman → praktik
Bukti:
- Dokumen ATP PDF yang menunjukkan alur pembelajaran 1 tahun
3. Memetakan Aspek Kognitif dalam CP
Aspek kognitif berkaitan dengan pengetahuan siswa.
Guru perlu menunjukkan:
- Materi apa yang harus dipahami siswa
- Tingkatan pemahaman (mengingat, memahami, menerapkan)
Contoh:
- Memahami urutan wudu
- Mengetahui sejarah Nabi
- Mengenal hukum tajwid
Bukti:
- ATP atau modul yang memuat materi pengetahuan secara jelas
4. Memetakan Aspek Afektif (Sikap dan Karakter)
Berbeda dengan kognitif, aspek afektif fokus pada:
- Sikap
- Nilai
- Karakter siswa
Contoh implementasi:
- Siswa menjadi lebih disiplin dalam ibadah
- Memiliki sikap gotong royong
- Menunjukkan kejujuran
Kaitan penting:
- Profil Pelajar Pancasila
Bukti:
- Dokumen pembelajaran yang menunjukkan target sikap siswa
5. Memetakan Aspek Psikomotor (Keterampilan)
Aspek psikomotor menilai kemampuan praktik siswa.
Contoh:
- Praktik wudu
- Praktik salat
- Membaca Al-Qur’an dengan makharijul huruf yang benar
- Demonstrasi penyembelihan hewan kurban
Bukti:
- ATP atau modul yang mencantumkan kegiatan praktik
6. Teknik Penilaian Aspek Kognitif
Guru juga harus menunjukkan metode penilaian yang digunakan.
Beberapa teknik yang bisa digunakan:
- Tes tertulis (pilihan ganda, esai)
- Tes lisan
- Kuis online (Google Form, Quizizz, Kahoot)
- Penugasan atau PR
Bukti:
- Dokumen ATP yang memuat kolom teknik penilaian
7. Teknik Penilaian Aspek Afektif
Penilaian sikap membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Metode yang umum digunakan:
- Observasi langsung
- Penilaian diri siswa
- Penilaian antar teman
- Jurnal guru
“Penilaian afektif yang baik biasanya dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya sekali pengamatan.”
Bukti:
- Format penilaian sikap dalam dokumen pembelajaran
8. Teknik Penilaian Psikomotor
Untuk keterampilan, penilaian dilakukan melalui praktik langsung.
Metode yang bisa digunakan:
- Tes praktik
- Penilaian produk (misalnya kaligrafi, poster Islami)
- Proyek (video kisah Nabi, presentasi)
Tips:
- Gunakan rubrik penilaian agar lebih objektif
9. Penyusunan Modul Ajar Sesuai Karakteristik Siswa
Modul ajar menjadi bukti utama pada indikator ini.
Yang harus diperhatikan:
- Gaya belajar siswa (visual, audio, kinestetik)
- Latar belakang siswa
- Lingkungan sosial
Contoh:
- Jika siswa berasal dari keluarga petani, gunakan contoh kontekstual dalam pembelajaran
Bukti:
- Modul ajar lengkap dalam format PDF
10. Integrasi Moderasi Beragama dan Ekoteologis
Indikator terakhir menekankan nilai penting dalam pembelajaran PAI.
Moderasi Beragama
- Toleransi
- Menghargai perbedaan
- Tidak ekstrem
Contoh:
- Mengajarkan sikap saling menghormati antar agama
Ekoteologis
- Mengaitkan agama dengan kepedulian lingkungan
Contoh:
- Menanam pohon sebagai bentuk ibadah
- Menjaga lingkungan sebagai amanah manusia
“Pendekatan ekoteologis semakin relevan di era sekarang, terutama dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini.”
Bukti:
- Modul ajar yang memuat nilai moderasi dan lingkungan
Agar Lolos Penilaian dengan Baik
Berikut rangkuman strategi yang bisa kamu terapkan:
- Gunakan folder Google Drive terstruktur
- Beri nama file sesuai indikator
- Pastikan dokumen dalam format PDF
- Sertakan teknik penilaian di setiap aspek
- Gunakan bahasa yang jelas dan sistematis
Pengisian penilaian kompetensi pedagogik GPAI 2026 sebenarnya tidak rumit jika dipahami alurnya. Kunci utamanya ada pada kemampuan guru dalam menyusun dokumen pembelajaran yang lengkap, logis, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Mulai dari pemetaan CP hingga penyusunan modul ajar, semua harus saling terhubung dan didukung bukti yang jelas. Dengan persiapan yang matang, proses self assessment ini justru bisa menjadi refleksi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.