
DOYANDUIT – Pemerintah kembali membuka penawaran investasi syariah ritel melalui Sukuk Tabungan seri ST016. Instrumen ini mulai ditawarkan pada 8 Mei hingga 3 Juni 2026 dengan dua pilihan tenor, yakni ST016T2 dan Green Sukuk ST016T4.
Informasi tersebut diumumkan resmi oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.
Menariknya, investasi ini masih menjadi salah satu produk yang paling sering diburu investor pemula. Bukan cuma karena dijamin negara, tetapi juga proses pembeliannya yang kini sepenuhnya online lewat platform bank maupun aplikasi investasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren pembelian SBSN ritel memang berubah cukup drastis. Banyak investor muda yang awalnya hanya mencoba membeli Rp1 juta, lalu rutin menambah investasi setelah memahami pola imbal hasil bulanannya.
Bagian yang cukup disukai investor adalah skema “floating with floor”. Artinya, kupon bisa naik mengikuti BI Rate, tetapi tidak akan turun di bawah batas minimal yang sudah ditetapkan pemerintah.
Jadwal Penawaran Sukuk Tabungan ST016
Pemerintah menetapkan masa penawaran ST016 berlangsung mulai 8 Mei 2026 pukul 10.00 WIB hingga 3 Juni 2026 pukul 12.00 WIB. Sementara tanggal setelmen atau penerbitan dilakukan pada 10 Juni 2026.
Berikut ringkasan jadwal pentingnya:
| Agenda | Tanggal |
|---|---|
| Pembukaan penawaran | 8 Mei 2026 |
| Penutupan penawaran | 3 Juni 2026 |
| Penetapan hasil penjualan | 8 Juni 2026 |
| Setelmen | 10 Juni 2026 |
| Kupon pertama dibayar | 10 Juli 2026 |
Berdasarkan pengalaman pengguna SBSN sebelumnya, hari-hari terakhir masa penawaran biasanya cukup padat. Tidak sedikit calon investor yang gagal checkout karena pembayaran melewati batas waktu.
Karena itu, membeli lebih awal sering dianggap lebih aman dibanding menunggu mendekati penutupan.
Perbedaan ST016T2 dan Green Sukuk ST016T4
Tahun ini pemerintah menawarkan dua jenis sukuk sekaligus. Meski terlihat mirip, ada beberapa perbedaan yang cukup penting.
ST016T2
ST016T2 memiliki tenor dua tahun dengan jatuh tempo pada 10 Juni 2028. Imbalan awal ditetapkan sebesar 6,05 persen per tahun.
Maksimal pembelian mencapai Rp5 miliar.
Instrumen ini biasanya lebih diminati investor konservatif yang ingin tenor lebih pendek namun tetap memperoleh pendapatan bulanan.
Green Sukuk ST016T4
Sementara itu, ST016T4 merupakan Green Sukuk dengan tenor empat tahun dan jatuh tempo 10 Mei 2030. Kupon awalnya sedikit lebih tinggi, yakni 6,25 persen per tahun.
Pemerintah menetapkan batas maksimal pembelian hingga Rp10 miliar.
Yang membuat seri ini cukup menarik adalah penggunaan underlying asset yang mencakup proyek hijau dan kegiatan ramah lingkungan dalam APBN 2026.
Bagi sebagian investor, aspek “green investment” mulai menjadi pertimbangan tersendiri. Apalagi tren investasi berkelanjutan sedang berkembang cukup kuat di Indonesia.
Kupon ST016 Dibayar Setiap Bulan
Salah satu alasan Sukuk Tabungan cukup populer adalah pembayaran imbalannya rutin setiap bulan.
Pemerintah menetapkan pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 10. Jika tanggal tersebut jatuh pada hari libur, pembayaran dilakukan di hari kerja berikutnya tanpa tambahan kompensasi.
Dalam praktiknya, banyak investor pemula memanfaatkan kupon bulanan ini sebagai:
- tambahan cash flow,
- tabungan pendidikan,
- dana cicilan,
- hingga pendapatan pasif rutin.
Menariknya, beberapa pengguna aplikasi investasi mengaku baru menyadari bahwa imbalan SBSN langsung dipotong pajak final 10 persen. Nilai ini masih lebih rendah dibanding pajak deposito bank yang berada di level 20 persen.
Apakah ST016 Bisa Dicairkan Sebelum Jatuh Tempo?
Ini salah satu pertanyaan yang paling sering muncul.
ST016 termasuk instrumen non-tradable. Artinya, sukuk ini tidak bisa diperjualbelikan di pasar sekunder seperti ORI atau saham.
Meski begitu, pemerintah tetap menyediakan fasilitas early redemption.
Berikut jadwal pengajuannya:
| Seri | Periode Early Redemption |
|---|---|
| ST016T2 | 26 Mei – 3 Juni 2027 |
| ST016T4 | 26 April – 3 Mei 2028 |
Nilai maksimal pencairan awal mencapai 50 persen dari total pembelian pada masing-masing mitra distribusi.
Di lapangan, cukup banyak investor baru yang salah paham dan mengira seluruh dana bisa dicairkan kapan saja. Padahal fasilitas ini memiliki periode khusus yang harus diperhatikan sejak awal.
Cara Beli Sukuk Tabungan ST016 Secara Online
Proses pembelian ST016 dilakukan sepenuhnya secara digital melalui sistem e-SBN pemerintah.
Tahapannya meliputi:
- Registrasi akun
- Pemesanan sukuk
- Pembayaran
- Setelmen
Pemerintah menunjuk 32 mitra distribusi, mulai dari bank, sekuritas, hingga platform fintech investasi.
Beberapa platform yang cukup sering digunakan investor ritel antara lain:
- BCA,
- BRI,
- Mandiri,
- BSI,
- Bareksa,
- Bibit,
- Tanamduit,
- hingga FUNDtastic+.
Dalam beberapa kasus, kendala yang paling sering muncul justru ada di tahap registrasi SID dan verifikasi rekening. Terutama bagi pengguna yang baru pertama kali membeli SBN ritel.
Karena itu, calon investor disarankan tidak menunggu hari terakhir untuk membuat akun.
Tabel Ringkas ST016 2026
| Keterangan | ST016T2 | ST016T4 |
|---|---|---|
| Tenor | 2 tahun | 4 tahun |
| Imbalan awal | 6,05% | 6,25% |
| Minimum investasi | Rp1 juta | Rp1 juta |
| Maksimal investasi | Rp5 miliar | Rp10 miliar |
| Jatuh tempo | 10 Juni 2028 | 10 Mei 2030 |
| Jenis | Sukuk Tabungan | Green Sukuk |
Mengapa ST016 Banyak Dilirik Investor?
Saat suku bunga deposito mulai bergerak fluktuatif, Sukuk Tabungan masih dianggap menarik karena menawarkan kombinasi:
- aman karena dijamin negara,
- kupon bulanan,
- pajak lebih rendah,
- dan modal awal yang relatif terjangkau.
Selain itu, pembelian yang kini sepenuhnya online membuat akses investasi semakin mudah. Bahkan prosesnya bisa selesai lewat ponsel dalam hitungan menit jika data sudah lengkap.
Di sisi lain, investor tetap perlu memahami bahwa ST016 bukan instrumen trading jangka pendek. Produk ini lebih cocok untuk perencanaan keuangan menengah hingga panjang.