
DOYANDUIT – Bantuan sosial (bansos) merupakan salah satu program yang dirancang oleh pemerintah untuk membantu warga, terutama yang berada dalam kondisi kurang mampu, agar dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Pada tahun 2025, sejumlah program bansos diharapkan akan terus berjalan, memberikan manfaat bagi banyak warga Indonesia.
Artikel ini akan membahas lima jenis bantuan sosial yang kemungkinan besar akan diberikan, beserta kabar terbaru tentang kelanjutan Program Kartu Prakerja.
1. Makan Siang Bergizi untuk Siswa
Salah satu program yang direncanakan untuk dilanjutkan pada 2025 adalah pemberian makan siang bergizi secara gratis bagi siswa, dari jenjang PAUD hingga SMA.
Program ini telah berhasil diujicobakan di beberapa wilayah dan bertujuan untuk memastikan siswa dapat mendapatkan asupan gizi yang baik.
Program ini juga diharapkan dapat menurunkan angka kekurangan gizi pada anak-anak, mendukung konsentrasi belajar mereka, dan menghasilkan generasi muda yang lebih sehat.
2. Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH adalah salah satu bansos yang banyak diterima oleh keluarga miskin dan berisiko.
Bantuan ini dirancang untuk membantu keluarga dengan anggota yang memiliki kebutuhan khusus, seperti ibu hamil, anak-anak, lansia, atau penyandang disabilitas.
Program ini memberikan bantuan tunai yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga miskin dan mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi ketimpangan sosial di Indonesia.
3. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
BPNT adalah program bantuan sosial yang bertujuan membantu masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Bantuan ini berupa bahan pangan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
BPNT memungkinkan penerima manfaat untuk memperoleh bahan makanan pokok, seperti beras, telur, dan sayuran, yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas hidup mereka.
4. Program Indonesia Pintar (PIP)
PIP adalah program yang memberikan bantuan kepada siswa dari keluarga kurang mampu agar mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.
Program ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, dari SD, SMP, hingga SMA/SMK, serta pendidikan nonformal seperti paket C.
Bantuan ini bertujuan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak, yang dapat membuka peluang masa depan yang lebih cerah.
5. Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK)
Program PBI JK memberikan bantuan kepada masyarakat miskin dengan menanggung biaya iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp42.000 per bulan.
Bantuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa warga miskin atau kurang mampu dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa perlu khawatir dengan biaya pengobatan.
Program ini sangat penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang memadai.

Keberlanjutan Kartu Prakerja 2025
Sementara itu, Program Kartu Prakerja, yang sudah dikenal luas, akan terus dilanjutkan hingga tahun 2025.
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat Indonesia meningkatkan keterampilan mereka, baik dalam hal pekerjaan maupun kewirausahaan.
Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi bahwa program ini akan tetap ada, dengan peningkatan manfaat yang lebih besar untuk para peserta.
Menurut Airlangga, pengembangan dan perluasan Program Kartu Prakerja menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pada tahun 2024, anggaran sebesar Rp5 triliun telah disiapkan untuk program ini, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,37 triliun.
Dengan peningkatan anggaran ini, diharapkan jumlah peserta dapat mencapai 1,2 juta orang, yang terdiri dari pencari kerja dan wirausahawan yang ingin mengembangkan keterampilan mereka.
Program ini bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja yang lebih terampil, berkualitas, dan siap bersaing di pasar global.
Pemerintah berharap bahwa keberlanjutan Program Kartu Prakerja akan berdampak positif pada daya saing Indonesia di tingkat internasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi negara.
Syarat Menerima Bansos 2025
Untuk dapat menerima bansos pada tahun 2025, ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi oleh calon penerima, antara lain:
- Terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSE): Ini adalah data yang mengintegrasikan berbagai sumber, seperti Kementerian Sosial, PLN, Pertamina, dan registrasi sosial ekonomi lainnya.
- Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP): Calon penerima harus memiliki dokumen kependudukan yang sah.
- Berstatus sebagai keluarga miskin atau rentan miskin: Berdasarkan pendataan dan verifikasi pemerintah.
- Tidak menerima bantuan serupa dari program lain: Penerima hanya dapat menerima satu jenis bansos agar distribusinya lebih merata.
Cara Mendaftar Bansos 2025
Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mendaftar bansos di tahun 2025, di antaranya:
1. Daftar dengan Aplikasi Cek Bansos
Untuk mempermudah proses pendaftaran, Anda dapat mengunduh aplikasi Cek Bansos melalui Google Play Store atau App Store. Setelah itu, Anda bisa mengisi formulir pendaftaran dengan informasi yang akurat, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan alamat.
2. Daftar melalui Website Resmi Kementerian Sosial
Selain menggunakan aplikasi, Anda juga bisa mendaftar langsung melalui laman resmi Kementerian Sosial di kemensos.go.id. Setelah mengisi formulir pendaftaran, pastikan data Anda terverifikasi dengan benar.
3. Daftar Melalui Pemerintah Desa atau Kelurahan
Jika Anda kesulitan melakukan pendaftaran secara online, Anda juga bisa mendatangi kantor desa atau kelurahan terdekat untuk mendapatkan bantuan pendaftaran dari petugas setempat.
Demikianlah informasi mengenai bantuan sosial yang akan disalurkan tahun 2025 dan keberlanjutan program Kartu Prakerja. Semoga bermanfaat.*