
DOYANDUIT – Pertanyaan soal apakah istri harus menggabungkan NPWP dengan suami masih sering menimbulkan kebingungan, terutama menjelang pelaporan SPT Tahunan. B
anyak yang khawatir, jika NPWP istri tidak digabung, akan muncul kurang bayar pajak akibat perhitungan penghasilan yang digabung otomatis oleh sistem.
Faktanya, istri tidak wajib menggabungkan NPWP dengan suami. Namun, dalam praktiknya, penggabungan ini sangat dianjurkan karena membuat pelaporan pajak lebih sederhana dan membantu mengurangi potensi selisih pajak di akhir tahun.
Menurut ketentuan administrasi perpajakan, penggabungan NPWP lebih berkaitan dengan kemudahan pelaporan, bukan kewajiban mutlak bagi semua pasangan.
Kapan Penggabungan NPWP Istri Aman dan Tidak Menimbulkan Kurang Bayar?
Penggabungan NPWP relatif aman dan simpel jika kondisi penghasilan istri memenuhi kriteria tertentu. Berdasarkan praktik pelaporan yang berlaku hingga 2025, risiko kurang bayar umumnya rendah jika seluruh syarat berikut terpenuhi:
- Istri hanya memiliki satu pemberi kerja
- Pajak penghasilan istri sudah dipotong penuh oleh pemberi kerja selama setahun
- Istri tidak memiliki penghasilan lain di luar gaji, seperti honor, freelance, atau usaha
Dalam kondisi ini, pajak istri dianggap selesai di tingkat pemberi kerja. Saat NPWP digabung, penghasilan istri cukup dilaporkan dalam SPT Tahunan suami dan diperlakukan sebagai penghasilan yang bersifat final.
Model ini adalah opsi paling praktis bagi pasangan karyawan tetap karena meminimalkan koreksi pajak di akhir tahun.
Kapan Penggabungan NPWP Justru Berisiko Kurang Bayar?
Situasi berbeda terjadi ketika istri memiliki sumber penghasilan yang lebih kompleks. Kurang bayar atau lebih bayar pajak bisa muncul apabila istri:
- Menjalankan usaha atau pekerjaan bebas
- Memiliki lebih dari satu pemberi kerja
- Menerima penghasilan tambahan, seperti honorarium, sewa, atau komisi
Dalam kondisi tersebut, penghasilan istri akan tetap digabung saat perhitungan pajak tahunan, baik NPWP digabung, memilih status MT (memilih terpisah), maupun PH (pisah harta).
Artinya, penggabungan NPWP bukan penyebab langsung kurang bayar, tetapi struktur penghasilanlah yang menentukan. Di sinilah pentingnya memahami skema pelaporan sebelum menentukan status pajak keluarga.
Catatan Penting tentang NPWP dan NIK Istri
Masih banyak yang mengira penggabungan NPWP membuat identitas istri “hilang”. Padahal, kenyataannya tidak demikian.
Berikut poin penting yang perlu dipahami:
- Penggabungan NPWP tidak menghapus NIK istri
- NIK istri tetap aktif dan digunakan untuk pembuatan bukti potong pajak
- Status NPWP istri hanya ditetapkan sebagai Nonaktif (NE)
- Pelaporan SPT Tahunan cukup dilakukan melalui SPT suami
- Bukti potong, harta, dan utang istri tetap dilaporkan dalam SPT suami
Pendekatan ini selaras dengan sistem administrasi terbaru yang diterapkan DJP melalui Coretax.
Cara Menggabungkan NPWP Istri dengan Suami di Coretax DJP
Proses penggabungan NPWP dilakukan dalam dua tahap utama dan melibatkan akun Coretax suami serta istri.
Tahap 1: Menambahkan Istri ke Unit Pajak Keluarga Suami
Tujuan tahap ini adalah agar sistem mengenali istri sebagai bagian dari unit pajak suami.
Syarat utama:
- Status perkawinan di Dukcapil sudah valid
- Kartu Keluarga sudah tergabung
- Data kependudukan sinkron
Langkah di akun Coretax suami:
- Login ke akun Coretax suami
- Buka menu Profil Saya
- Pilih Informasi Umum, lalu klik Edit
- Masuk ke sub-tab Unit Pajak Keluarga
- Tambahkan NIK istri
- Lengkapi identitas istri
- Pastikan status sebagai Istri/Tanggungan
- Centang pernyataan dan Submit
Jika berhasil, bukti potong istri otomatis muncul di SPT Tahunan suami pada Lampiran L1 Tabel E.
Tahap 2: Istri Mengajukan Status Wajib Pajak Nonaktif (NE)
Tahap ini penting agar istri tidak lagi wajib melaporkan SPT Tahunan sendiri.
Batas waktu:
Pengajuan sebaiknya dilakukan sebelum 31 Desember 2025, agar istri tidak perlu lapor SPT untuk tahun pajak berjalan.
Langkah di akun Coretax istri:
- Login ke Coretax DJP
- Pilih menu Portal Saya
- Klik Perubahan Status
- Pilih Penetapan Wajib Pajak Nonaktif
- Isi alasan nonaktifasi sesuai ketentuan wanita kawin yang memilih penggabungan
- Unggah dokumen PDF:
- KTP suami
- KTP istri
- Kartu Keluarga
- Centang pernyataan dan klik Kirim
- Pantau status melalui Kasus Saya
Proses ini umumnya selesai dalam maksimal lima hari kerja.
Langkah Tambahan Penting di SPT Suami
Setelah bukti potong istri otomatis masuk, masih ada satu langkah krusial agar pajak tidak bertambah.
Yang perlu dilakukan:
- Hapus bukti potong istri dari
- Lampiran L1 Tabel E (Non Final)
- Tambahkan ulang ke
- Lampiran L2 Tabel A (Penghasilan PPh Final)
Langkah ini memastikan penghasilan istri tidak menambah pajak terutang suami.
Menggabungkan NPWP istri dengan suami bukan kewajiban mutlak, tetapi sering menjadi pilihan paling praktis bagi pasangan dengan penghasilan sederhana.
Selama struktur penghasilan dipahami dengan benar dan langkah administratif dilakukan sesuai aturan, risiko kurang bayar dapat dihindari.