
DOYANDUIT – Keputusan platform intelijen on-chain Arkham untuk menghentikan dukungan terhadap blockchain Manta mulai 11 Januari 2026 memicu kegelisahan luas di kalangan trader dan analis kripto. Langkah ini diumumkan langsung melalui akun resmi Arkham di X pada 8 Januari.
Dalam pernyataannya, Arkham menjelaskan bahwa setiap integrasi blockchain dievaluasi secara berkala berdasarkan permintaan pengguna, relevansi ekosistem, serta keberlanjutan pemeliharaan teknis.
“Arkham secara berkala meninjau integrasi chain berdasarkan permintaan pengguna dan perannya dalam ekosistem kripto. Berdasarkan evaluasi terbaru, kami akan menghentikan dukungan untuk Manta pada 11 Januari,” tulis @Arkham dalam pengumuman resminya di x.com.
Menariknya, Manta tidak sendirian. Arkham juga mengonfirmasi bahwa Linea—Layer-2 besutan Consensys—serta Blast akan dikeluarkan dari platform pemantauan mereka pada hari yang sama.
Minim Aktivitas On-Chain dan Menurunnya Adopsi
Meski tidak menyebutkan alasan teknis secara rinci, komunitas menilai beberapa faktor berikut berperan besar:
- Aktivitas on-chain yang menurun drastis
- Minimnya pengembangan ekosistem dan pembaruan kode
- Turunnya volume transaksi dan likuiditas
- Rendahnya adopsi aplikasi terdesentralisasi (dApps)
Menurut pengamatan banyak analis sepanjang 2025 hingga awal 2026, data on-chain Manta semakin sepi dibandingkan Layer-2 lain yang masih aktif membangun ekosistem.
Penghapusan dari Arkham otomatis membuat transparansi arus token MANTA semakin terbatas, karena salah satu alat pemantauan terbesar kini tidak lagi menyediakannya.

Harga MANTA Anjlok 98% dari All Time High
Dari sisi pasar, sentimen negatif sudah lebih dulu terasa. Berdasarkan data historis, harga MANTA tercatat telah jatuh 98,07% persen dari titik tertingginya (ATH) di Rp68,830.21.
Saat ini MANTA diperdagangkan dalam kisaran harga Rp 1.330,46. Koreksi sedalam ini bukan hanya mencerminkan pelemahan teknikal, tetapi juga krisis kepercayaan.
Beberapa faktor yang sering disebutkan trader meliputi:
- Tekanan jual dari investor awal
- Distribusi token yang tidak merata
- Minimnya katalis fundamental baru
- Hilangnya minat institusional
Dalam dunia kripto, kombinasi delisting dari platform intelijen, minim transparansi, dan kejatuhan harga ekstrem sering menjadi sinyal peringatan dini bagi investor ritel.
Nama Timothy Ronald dan Akademi Crypto dalam Laporan Polisi
Di tengah sorotan terhadap Manta, muncul perkembangan hukum yang turut mengaitkan koin ini. Nama Timothy Ronald, pendiri Akademi Crypto, disebut dalam laporan dugaan penipuan trading kripto yang kini ditangani Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, kepada media membenarkan adanya laporan tersebut.
“Benar ada laporan terkait kripto oleh pelapor berinisial Y. Terlapor dalam proses penyelidikan,” ujar Budi Hermanto pada Minggu, 11 Januari 2026.
Menurut keterangan yang beredar di komunitas, pelapor merupakan anggota grup Discord Akademi Crypto. Pada Januari 2024, korban menerima rekomendasi pembelian token MANTA dengan narasi potensi kenaikan harga hingga 300–500 persen.
Namun setelah transaksi dilakukan, harga MANTA justru mengalami kejatuhan hingga lebih dari 90 persen, jauh dari proyeksi yang disampaikan dalam sinyal trading tersebut.
Laporan dari Komunitas dan Media Sosial
Kasus ini pertama kali ramai setelah akun Instagram @cryptoholic.idn mengunggah informasi bahwa laporan tersebut diinisiasi oleh akun @skyholic888. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa sejumlah korban selama ini merasa terintimidasi dan tidak berani melapor.
“Selama ini korban dibungkam dan dimanipulasi,” tulis akun tersebut, merujuk pada tekanan psikologis yang dialami anggota komunitas.
Saat ini, kepolisian masih mendalami keterangan saksi dan dokumen pendukung. Status hukum Timothy Ronald dan pihak terkait masih berada pada tahap penyelidikan, sehingga asas praduga tak bersalah tetap berlaku.
Memahami Skema Pump and Dump dalam Kripto
Terlepas dari proses hukum yang berjalan, kasus ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap praktik pump and dump, terutama pada aset yang dipromosikan secara agresif.
Secara sederhana, pump and dump adalah skema di mana harga koin dinaikkan secara masif melalui promosi berlebihan, lalu dijual besar-besaran oleh pihak tertentu setelah harga naik, meninggalkan investor ritel dengan kerugian.
Ciri-ciri yang patut diwaspadai:
- Janji profit ekstrem dalam waktu singkat
- Promosi terpusat dari figur berpengaruh
- Minim transparansi data on-chain
- Tidak ada roadmap pengembangan yang jelas
- Likuiditas rendah namun hype tinggi
Berdasarkan pengalaman banyak trader, koin yang “terlalu bagus untuk menjadi kenyataan” sering kali berakhir dengan koreksi tajam.
Transparansi On-Chain sebagai Pilar Kepercayaan
Penghapusan Manta dari Arkham membuat akses pemantauan aliran dana semakin terbatas. Padahal, bagi investor profesional, transparansi on-chain merupakan fondasi untuk:
- Mendeteksi pergerakan whale
- Melihat distribusi token
- Mengidentifikasi pola manipulasi pasar
- Menilai kesehatan ekosistem
Kehilangan alat analitik sebesar Arkham dapat memperlemah kepercayaan pasar, terlebih ketika proyek sedang berada di bawah sorotan hukum.
Refleksi bagi Trader dan Investor
Kasus Manta menjadi pengingat bahwa:
- Popularitas tidak selalu sejalan dengan keberlanjutan
- Rekomendasi komunitas harus diverifikasi secara independen
- Data on-chain dan fundamental harus berjalan beriringan
- Figur publik bukan jaminan keamanan investasi
Penghapusan Manta, Linea, dan Blast dari Arkham Intel menandai babak baru dalam pengetatan evaluasi ekosistem oleh penyedia data on-chain.
Untuk Manta, keputusan ini datang di saat yang sensitif: harga telah runtuh hampir 98 persen dari ATH, sementara nama Timothy Ronald dan Akademi Crypto tengah dikaitkan dengan laporan dugaan penipuan trading kripto di Polda Metro Jaya.
Meski belum ada putusan hukum dan tidak ada pernyataan resmi yang menyebut Manta sebagai proyek scam, rangkaian peristiwa ini mempertebal urgensi bagi trader untuk mengedepankan riset mandiri, skeptisisme sehat, dan pemahaman mendalam terhadap risiko pasar kripto yang sarat volatilitas dan potensi manipulasi.