
DOYANDUIT – Penyaluran bantuan sosial (bansos) tahap 2 tahun 2025 melalui PT Pos Indonesia kini sudah dimulai di sejumlah wilayah, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Informasi ini menjadi kabar baik bagi keluarga penerima manfaat (KPM), karena pencairan kali ini membawa nominal yang cukup besar.
Dilansir dari channel YouTube Pendamping Sosial, pencairan bansos ini dilakukan secara bertahap, dengan prioritas awal pada wilayah pedalaman. Penyaluran untuk daerah perkotaan menyusul setelahnya.
Tiga Jenis Bansos Sekaligus dalam Sekali Pencairan
Salah satu hal menarik dalam pencairan tahap 2 ini adalah adanya kombinasi bantuan yang diterima sekaligus. Sejumlah KPM menerima tiga jenis bantuan, yaitu:
- BPNT (Program Sembako) sebesar Rp600.000
- Stimulus atau bansos penebalan sebesar Rp400.000
- PKH (Program Keluarga Harapan) dengan nominal bervariasi tergantung komponen keluarga
Dengan kombinasi ini, beberapa penerima bahkan mendapatkan total bantuan mencapai Rp2.850.000. Jumlah tersebut belum termasuk bantuan beras 20 kg yang juga akan disalurkan dalam alokasi Juni dan Juli.
“Ini namanya pencairan bantuan sosial triple bansos. Dalam satu orang menerima tiga jenis bantuan sosial sekaligus,” ujarnya.
Penyaluran Beras 20 Kg Masih Berlangsung
Selain bantuan berupa uang tunai, bansos beras 20 kg juga akan disalurkan kepada KPM yang sebelumnya sudah menerima BPNT dan PKH. Penyaluran beras ini sudah mulai dilakukan sejak akhir Juni 2025, namun belum merata di seluruh wilayah.
Karena bentuk bantuannya berupa fisik, penyalurannya memerlukan waktu lebih lama dibandingkan bansos tunai. Warga diimbau untuk menunggu informasi resmi dari aparat desa, pendamping sosial, atau kantor pos terdekat.
Cek Status di Aplikasi Cek Bansos
Penerima bantuan dianjurkan untuk mengecek status bansos melalui aplikasi Cek Bansos. Namun perlu dicermati, munculnya keterangan seperti “cek rekening” menandakan bansos masih akan disalurkan lewat PT Pos.
Sebaliknya, jika muncul keterangan “proses BU” (buka rekening), maka pencairan tahap 2 akan dilakukan melalui kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera), bukan lagi lewat PT Pos.
Sementara itu, jika muncul keterangan “sangga”, berarti data penerima sedang dalam proses sanggahan. Sanggahan ini bisa berasal dari pemerintah daerah ataupun dari warga lain yang mengajukan peninjauan ulang kelayakan penerima.

Mengapa Bansos Anda Belum Cair?
Banyak pertanyaan bermunculan mengenai keterlambatan pencairan, khususnya BPNT periode April–Juni yang belum juga masuk rekening. Perlu diketahui bahwa hasil survei lapangan oleh pendamping sosial sangat menentukan kelayakan penerima.
Dalam beberapa kasus, hasil survei menunjukkan bahwa penerima sudah tidak lagi layak, sehingga bantuannya tidak dilanjutkan. Namun, ada juga yang tetap menerima meskipun telah disurvei. Oleh karena itu, penting bagi warga yang merasa haknya belum cair untuk mengecek langsung ke pendamping sosial atau dinas sosial setempat.
Harapan bagi Penerima PKH Murni
Ada harapan baru bagi penerima PKH murni, yaitu mereka yang sebelumnya hanya menerima bantuan PKH saja. Dalam penyaluran tahap 2 ini, sebagian penerima PKH sudah ditetapkan juga sebagai penerima BPNT dan bansos penebalan.
“Semoga pada penyaluran bansos tahap kedua ini Bapak/Ibu juga sudah resmi menjadi penerima BPNT,” kata narasi dalam video yang dikutip.
Jika sudah masuk sebagai penerima BPNT, maka besar kemungkinan akan mendapatkan juga bansos uang Rp400.000 dan beras 20 kg.
Penutup
Penyaluran bansos tahap 2 tahun 2025 membawa angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan. Prosesnya memang bertahap dan bervariasi tergantung wilayah, namun harapannya seluruh KPM dapat segera menerima haknya.
Pastikan untuk selalu memantau informasi dari sumber resmi seperti pendamping sosial, kantor pos, maupun aplikasi Cek Bansos. Dan bagi yang belum mendapatkan kejelasan, jangan ragu untuk menanyakan langsung ke pihak berwenang di wilayah masing-masing.