
DOYANDUIT – Kabar mengenai formasi CPNS dan PPPK 2026 mulai menjadi perhatian banyak calon pelamar.
Meski pemerintah belum merilis keputusan final terkait kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) tahun depan, sejumlah pemerintah daerah dan instansi telah mengajukan usulan formasi kepada pemerintah pusat. Informasi ini bisa menjadi gambaran awal bagi masyarakat yang berencana mengikuti seleksi CASN 2026.
Saat ini prosesnya masih berada pada tahap pengusulan. Jumlah yang beredar bukanlah angka resmi yang sudah ditetapkan, melainkan kebutuhan yang diajukan masing-masing daerah berdasarkan kondisi pegawai, beban kerja, hingga jumlah ASN yang memasuki masa pensiun.
Bagi calon pelamar, informasi ini cukup penting. Dari pengalaman sejumlah peserta seleksi sebelumnya, mengetahui daerah yang memiliki kebutuhan besar sejak awal dapat membantu menentukan strategi pendaftaran dan mempersiapkan dokumen lebih matang.
Mengapa Banyak Daerah Mengusulkan Formasi ASN 2026?
Salah satu alasan utama adalah tingginya angka pensiun ASN dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagai contoh, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengusulkan total 2.105 formasi CASN 2026. Kebutuhan tersebut muncul karena lebih dari 2.000 ASN diperkirakan memasuki masa pensiun dalam periode berjalan.
Komposisi usulan formasi di Jawa Timur meliputi:
| Jenis Formasi | Jumlah |
|---|---|
| CPNS | 750 |
| PPPK Guru | 369 |
| PPPK Kesehatan | 57 |
| PPPK Teknis | 929 |
| Total | 2.105 |
Kondisi serupa juga terjadi di berbagai daerah lain. Banyak instansi mulai melakukan pemetaan kebutuhan pegawai untuk menjaga pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Daftar Usulan Formasi CPNS dan PPPK 2026 di Berbagai Daerah
Berikut sejumlah daerah yang telah diberitakan mengusulkan kebutuhan formasi ASN 2026:
| Daerah | Usulan Formasi |
|---|---|
| Provinsi Sumatera Utara | 9.759 |
| Jawa Timur | 2.105 |
| Cilacap | 534 |
| Kota Bekasi | 458 |
| Kabupaten Sumbawa Barat | 414 |
| Kudus | 400 |
| Kotawaringin Timur | 365 |
| Batam | 363 |
| Samarinda | 350 |
| Kabupaten Sumbawa | 349 |
| Kutai Kartanegara | 300 |
| Tulungagung | 287 |
| Kutai Timur | 251 |
| Kalimantan Selatan | 250 |
| Banjarbaru | 246 |
| Sidoarjo | 235 |
| Aceh | 200 |
| Kota Mataram | 200 |
| Tabalong | 165 |
| Bangka | 150 |
| Kubu Raya | 138 |
| Bangli | 128 |
| Bangka Barat | 110 |
| Bandung | 106 |
| Pati | 106 |
| Tulungagung (usulan lain) | 98 |
| Lombok | 92 |
| Bangka Tengah | 90 |
| Bengkulu Selatan | 80 |
| Pangkal Pinang | 80 |
| Banyumas | 75 |
| Bangka Selatan | 70 |
| Yogyakarta | 36 |
Perlu dicatat, angka di atas masih berupa usulan. Jumlah final dapat berubah setelah proses verifikasi dan persetujuan dari pemerintah pusat selesai.
Daerah yang Belum Muncul Bukan Berarti Tidak Mengusulkan
Banyak calon peserta bertanya mengapa daerah tertentu belum masuk dalam daftar.
Dalam praktiknya, tidak semua pemerintah daerah langsung mempublikasikan usulan formasi ke media atau situs resmi. Ada daerah yang sudah mengajukan kebutuhan ASN tetapi belum mengumumkannya secara terbuka.
Karena itu, jika daerah Anda belum muncul dalam daftar sementara ini, bukan berarti tidak mendapatkan alokasi formasi pada seleksi CASN 2026.
Cara Mengecek Formasi CPNS dan PPPK Secara Resmi
Saat proses rekrutmen sudah dibuka, masyarakat dapat mengecek formasi melalui portal resmi SSCASN BKN.
Langkah umumnya sebagai berikut:
- Buka portal SSCASN.
- Pilih menu pencarian formasi.
- Masukkan jabatan yang diinginkan.
- Pilih instansi atau daerah tujuan.
- Klik tombol pencarian.
- Sistem akan menampilkan jumlah kebutuhan dan persyaratan yang berlaku.
Dari pengalaman pelamar tahun-tahun sebelumnya, fitur pencarian formasi menjadi salah satu menu yang paling sering diakses karena memudahkan peserta membandingkan peluang di berbagai instansi.
Persiapan yang Sebaiknya Mulai Dilakukan dari Sekarang
Meski jadwal resmi CPNS dan PPPK 2026 belum diumumkan, tidak ada salahnya mulai melakukan persiapan.
Beberapa dokumen yang umumnya diminta antara lain:
- KTP elektronik
- Kartu Keluarga (KK)
- Ijazah asli
- Transkrip nilai
- Pas foto formal
- Surat lamaran
- Surat pernyataan
- Dokumen pendukung sesuai formasi
Dalam beberapa kasus, pelamar baru menyadari adanya dokumen tambahan ketika masa pendaftaran sudah berjalan. Akibatnya proses unggah berkas menjadi terburu-buru.
Karena itu, langkah paling aman adalah mulai mengumpulkan dokumen sejak sekarang.
Pelajari Formasi Tahun Sebelumnya
Salah satu trik yang sering dilakukan peserta berpengalaman adalah mempelajari formasi yang dibuka pada seleksi sebelumnya.
Walaupun kebutuhan tahun 2026 belum diumumkan, daftar formasi tahun 2024 dan 2025 bisa memberikan gambaran mengenai:
- Jabatan yang sering dibuka.
- Kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan.
- Persyaratan khusus instansi.
- Dokumen tambahan yang wajib disiapkan.
Cara ini cukup membantu untuk mengurangi kebingungan saat pengumuman resmi diterbitkan.
Kendala yang Sering Dialami Calon Pelamar
Berikut beberapa masalah yang kerap muncul saat pendaftaran CASN:
| Masalah | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Tidak menemukan formasi | Salah filter pencarian | Cek kembali instansi dan jabatan |
| Dokumen ditolak | Ukuran atau format tidak sesuai | Sesuaikan dengan ketentuan SSCASN |
| Salah memilih formasi | Kurang memahami syarat jabatan | Baca pengumuman secara detail |
| Akun bermasalah | Data tidak sinkron | Hubungi helpdesk SSCASN |
Dari pengalaman banyak peserta, kesalahan kecil saat mengunggah berkas justru sering menjadi penyebab utama kegagalan administrasi.
Bocoran usulan formasi CPNS dan PPPK 2026 menunjukkan sejumlah daerah mulai memetakan kebutuhan ASN untuk tahun depan.
Sumatera Utara menjadi salah satu daerah dengan usulan terbesar, sementara Jawa Timur mengajukan lebih dari dua ribu formasi karena tingginya angka pensiun pegawai.
Meski angka-angka tersebut masih bersifat usulan, informasi ini bisa menjadi referensi awal bagi calon pelamar untuk menentukan strategi dan mempersiapkan dokumen lebih dini.
Pengalaman seleksi sebelumnya menunjukkan bahwa peserta yang sudah memahami formasi dan persyaratan jauh hari biasanya lebih siap menghadapi tahapan pendaftaran.