
DOYANDUIT – Memasuki bulan April 2026, kesibukan di satuan pendidikan mulai meningkat seiring mendekatnya masa kelulusan. Salah satu agenda krusial yang harus segera disiapkan oleh para Operator Sekolah (OPS) adalah pengelolaan E-Ijazah 2026.
Berbeda dengan tahun-tahun lampau yang mengandalkan tulis tangan, kini kita telah sepenuhnya memasuki era digital di mana ijazah dicetak langsung melalui sistem resmi.
Sebagai garda terdepan data pendidikan, OPS perlu memahami bahwa proses E-Ijazah tahun ini memerlukan ketelitian ekstra sejak dini.
Jangan sampai saat hari H kelulusan tiba, data siswa masih bermasalah atau tersangkut di “lubang” residu.
Mengenal Portal Resmi Manajemen E-Ijazah 2026
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengenali “medan tempur” Anda. Untuk tahun ajaran 2025/2026, seluruh pengelolaan ijazah berpusat pada laman resmi ijazah.data.kemdikbud.go.id.
Di dalam portal ini, terdapat menu Manajemen Ijazah yang menjadi dapur utama pengolahan data. Untuk mengaksesnya, Anda bisa menggunakan akun yang sama dengan login Verval (Verval PD, PTK, atau SP).
Pastikan Anda sudah menyiapkan kode OTP yang biasa digunakan agar proses masuk ke sistem tidak terhambat.
Tugas Utama OPS: “Sapu Bersih” Residu di Verval PD
Berdasarkan pengamatan di lapangan, kendala terbesar dalam pencetakan ijazah digital adalah data siswa yang tidak valid. Sebelum sistem manajemen ijazah dibuka penuh pada Mei 2026 nanti, Anda punya waktu di bulan April ini untuk melakukan pembersihan data.
Berikut adalah checklist tugas awal yang harus Anda selesaikan:
-
Cek Residu Kelas Akhir: Pastikan siswa kelas 6 (SD), kelas 9 (SMP), atau kelas 12 (SMA/SMK) tidak ada yang masuk dalam daftar residu di Verval PD.
-
Monitor Quality Control (QC): Masuk ke menu Quality Control dan pastikan persentase kevalidan data siswa mencapai 100%.
-
Perbaikan Data Identitas: Jika ditemukan data yang belum centang hijau, segera lakukan perbaikan mulai dari nama, tempat tanggal lahir, hingga nama ibu kandung sesuai dokumen kependudukan asli.
Catatan: Sesuai kebijakan pusat, data yang ditarik ke dalam E-Ijazah adalah data yang telah tervalidasi di Pusdatin melalui verval peserta didik. Ketidaksesuaian data di Verval PD akan berakibat pada salah cetak identitas di lembar ijazah.
Fitur Baru: Konfirmasi Data Mandiri oleh Siswa
Ada yang berbeda pada pelaksanaan E-Ijazah 2026 kali ini. Kini, beban verifikasi tidak hanya ada di pundak Operator Sekolah.
Siswa (atau orang tua murid untuk tingkat SD) dapat melakukan pengecekan data secara mandiri melalui fitur Konfirmasi Data di portal Data Induk Ijazah.
Siswa cukup memasukkan NISN dan tanggal lahir untuk melihat draf data ijazah mereka. Jika data seperti kurikulum, jurusan, dan identitas sudah sesuai, siswa dapat mengeklik tombol “Sesuai”.
Opini editorial kami menyarankan agar OPS menginstruksikan seluruh siswa kelas akhir untuk melakukan hal ini. Selain membantu tugas OPS, hal ini meminimalisir risiko komplain di kemudian hari jika terjadi salah data.
Cara Verifikasi Keaslian E-Ijazah
Mengingat E-Ijazah kini dicetak di atas kertas putih standar (bukan blangko khusus dengan hologram seperti dulu), muncul kekhawatiran mengenai pemalsuan. Namun, pemerintah telah mengantisipasi hal ini dengan fitur Verifikasi Ijazah.
Siapa pun, termasuk perusahaan yang menerima lamaran kerja, dapat mengecek keaslian ijazah dengan memasukkan nomor ijazah ke sistem.
Jika ijazah tersebut asli, sistem akan menampilkan detail kelulusan secara transparan.
Ringkasan Persiapan OPS di Bulan April
| Kategori | Tindakan yang Harus Dilakukan |
| Akses Sistem | Uji coba login di laman Manajemen Ijazah menggunakan akun Verval. |
| Validasi Data | Pastikan data kelas akhir di Verval PD mencapai 100% (Clean). |
| Sosialisasi | Ajak siswa melakukan Konfirmasi Data Mandiri di portal Data Induk. |
| Deadline | Selesaikan seluruh perbaikan residu sebelum Mei 2026. |
Menyiapkan segala sesuatunya lebih awal adalah kunci kenyamanan bekerja bagi seorang Operator Sekolah. Dengan memastikan residu bersih di bulan April, proses cetak ijazah di bulan Mei dan Juni akan berjalan tanpa kendala teknis yang berarti.
Pelaksanaan E-Ijazah 2026 adalah bagian dari transformasi digital pendidikan yang harus kita sukseskan bersama.
Tugas utama Anda saat ini bukanlah mencetak, melainkan memastikan data yang akan dicetak adalah data yang benar-benar valid dan akurat.
Manfaatkan waktu yang ada agar tidak terjadi penumpukan pekerjaan (deadliner) saat masa kelulusan tiba. Tetap semangat untuk seluruh OPS di seluruh Indonesia, salam satu data!