
DOYANDUIT – Kemenkes kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan capaian besar Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang 2025.
Berdasarkan data resmi awal November 2025, program ini sudah menjangkau lebih dari 50,5 juta peserta, dari total 53,6 juta pendaftar.
Angka tersebut menunjukkan antusias masyarakat, sekaligus bukti bahwa layanan kesehatan preventif semakin dibutuhkan.
Hampir setiap daerah melaporkan lonjakan kunjungan ketika jadwal CKG dibuka di puskesmas, sekolah, dan klinik rekanan.
“Pencapaian lebih dari 50,5 juta peserta merupakan tonggak penting bagi upaya kesehatan nasional,” ujar Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melalui keterangan resmi (5/11).
Di saat yang sama, data hasil pemeriksaan juga menampilkan PR besar: mulai dari kurang aktivitas fisik, masalah gigi, hingga risiko penyakit jantung pada berbagai kelompok umur.
Karena itu, program ini disiapkan bukan hanya untuk pemeriksaan massal, tapi deteksi dini agar masyarakat bisa mencegah penyakit sejak awal.
Apa Itu Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025?
Program CKG adalah layanan skrining kesehatan gratis yang digelar nasional, dengan fokus pada pencegahan penyakit menular dan tidak menular.
Berdasarkan penjelasan Kemenkes, program ini berlangsung sepanjang tahun dan dibagi berdasarkan siklus kehidupan masyarakat:
Jenis Pelaksanaan CKG
- CKG Ulang Tahun
- Khusus usia 0–6 tahun dan 18 tahun ke atas
- Berlaku mulai hari ulang tahun + 30 hari
- Pemeriksaan di puskesmas dan klinik rekanan
- CKG Sekolah
- Menyasar anak 7–17 tahun
- Mulai Juli 2025 bertepatan dengan tahun ajaran baru
- Dilakukan di sekolah dengan petugas kesehatan
- CKG Ibu Hamil & Balita
- Pemeriksaan lengkap di puskesmas dan posyandu
- Fokus pada gizi, tumbuh kembang, dan kesehatan ibu
Jenis pemeriksaannya cukup komprehensif, mulai dari tes gizi, tekanan darah, telinga, mata, jantung bawaan, hingga skrining hormon. Untuk dewasa dan lansia, pemeriksaan risiko stroke, diabetes, kanker, serta kesehatan mental ikut disertakan.
Menurut Kemenkes, semakin dini masalah kesehatan terdeteksi, semakin besar peluang sembuh dan terhindar dari komplikasi. Di sisi lain, hasil CKG akan digunakan untuk menentukan kebijakan kesehatan jangka panjang di Indonesia.
“Program ini bukan hanya soal jumlah peserta, tapi bagaimana hasilnya kita gunakan untuk memperkuat kebijakan dan intervensi di masyarakat,” tegas Budi.
Temuan Penting Dari CKG 2025
Berdasarkan data akhir Oktober 2025:
- Dewasa:
96% kurang aktivitas fisik
41,9% mengalami karies gigi
32,9% obesitas sentral
24,4% overweight dan obesitas - Bayi baru lahir:
Risiko kelainan saluran empedu 18,6%
Berat lahir rendah 6,1%
Penyakit jantung bawaan kritis 5,5% - Remaja & Pelajar:
Kurang aktivitas fisik 60,1%
Karies gigi 50,3%
Anemia 27,2% - Lansia:
96,7% kurang aktivitas fisik
37,7% hipertensi
Temuan ini mempertegas bahwa pola hidup tidak aktif terjadi sejak usia muda hingga lanjut usia. Dengan memahami tren ini, publik bisa mengambil keputusan lebih cerdas dalam menjaga kesehatan keluarga.
Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis 2025
Pendaftar tidak perlu antre panjang di puskesmas. Ada tiga opsi pendaftaran resmi:
1. Daftar lewat aplikasi SatuSehat Mobile
- Unduh aplikasi SatuSehat Mobile
- Login akun
- Pilih menu “Periksa Kesehatan Gratis”
- Klik “Tiket Pemeriksaan”
- Pilih “Buat Tiket Baru” dan isi data diri
- Pilih jadwal dan lokasi pemeriksaan
- Simpan dan dapatkan tiket elektronik
Tiket tersebut cukup ditunjukkan saat pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
2. Daftar lewat WhatsApp resmi Kemenkes
- Simpan nomor WA Kemenkes: 0811-1050-0567
- Kirim pesan “Halo”
- Pilih menu “Cek Kesehatan Gratis”
- Klik “Ya” untuk melanjutkan
- Jika tidak punya aplikasi SatuSehat, pilih “Tidak”
- Isi data diri
- Pilih jadwal dan lokasi pemeriksaan
- Dapatkan notifikasi tiket pemeriksaan
Cara ini membantu warga yang tidak terbiasa memakai aplikasi digital.
3. Daftar langsung di puskesmas
- Datang dengan membawa KTP
- Isi formulir pendaftaran
- Scan barcode skrining mandiri
- Tunggu antrean pemeriksaan
Model ini tetap disediakan, terutama di wilayah yang akses internetnya terbatas.
Sampai Kapan Program CKG Diadakan?
Sampai awal November 2025, pemerintah telah menyelesaikan pelaksanaan tahap besar pertama.
Namun, pendaftaran masih terus dibuka karena CKG ulang tahun dan CKG ibu hamil/balita tetap berjalan di fasilitas kesehatan. Pemerintah daerah juga diberi kewenangan memperpanjang jadwal sesuai kesiapan tenaga kesehatan.
Berdasarkan pengamatan berbagai puskesmas, antusiasme masyarakat masih tinggi. Banyak warga yang sebelumnya jarang melakukan pemeriksaan kini rutin hadir setiap kali tiket dibuka.

Mengapa CKG Penting?
- Membantu deteksi dini penyakit
- Mengurangi biaya pengobatan jangka panjang
- Memperbaiki pola hidup masyarakat
- Menurunkan risiko penyakit katastropik seperti stroke dan jantung
Menkes menegaskan ingin masyarakat bukan hanya sembuh dari penyakit, tapi mampu menjaga kesehatannya secara berkelanjutan.
Program cek kesehatan gratis November 2025 menjadi momentum besar untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Dengan data yang dikumpulkan, pemerintah bisa melihat pola kesehatan nasional dengan lebih akurat.
Dengan mendaftar CKG lewat SatuSehat Mobile, WhatsApp, atau langsung di puskesmas, setiap orang punya kesempatan mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh tanpa biaya.
Dengan memahami proses ini, kamu bisa mengambil keputusan kesehatan yang lebih cerdas untuk diri sendiri dan keluarga.