
DOYANDUIT – Mengelola dan mengimpor data penyusutan aset di CoreTax menjadi salah satu tahapan penting dalam pelaporan SPT Tahunan, khususnya bagi wajib pajak badan.
Dengan metode yang tepat, proses ini bisa dilakukan dengan cepat tanpa error yang sering muncul akibat kesalahan teknis sederhana.
Berdasarkan praktik yang banyak dilakukan pengguna CoreTax, kendala biasanya terjadi saat pengisian template Excel dan konversi ke format XML.
Padahal, jika mengikuti struktur dan aturan yang disediakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), proses impor bisa berjalan lancar.
Mengenal Template Excel Penyusutan Aset CoreTax
Template Excel yang disediakan oleh DJP digunakan untuk mengisi data:
- Aset tetap
- Penyusutan (depresiasi)
- Amortisasi
Penting untuk dipahami, struktur template ini tidak boleh diubah, terutama pada bagian header atau judul kolom.
Hal yang wajib diperhatikan saat mengisi:
- Isi hanya bagian baris data, jangan ubah format
- Ikuti petunjuk pengisian yang sudah tersedia
- Gunakan kode referensi aset yang sesuai
- Hindari menambahkan format baru di luar template
Pengisian template harus mengikuti referensi kode yang telah ditentukan agar sistem dapat membaca data dengan benar.
Cara Mengisi Data Penyusutan dan Amortisasi
Setiap kolom dalam template sudah dilengkapi dengan panduan. Anda hanya perlu mengikuti referensi yang tersedia.
Contoh pengisian penting:
- Kode aset: diisi 4 digit sesuai referensi
- Bulan: cukup angka 1–12 (tanpa 01, 02)
- Metode penyusutan: gunakan kode sesuai petunjuk
- Nilai aset: harus berupa angka bulat
Tips penting agar tidak error:
- Hindari penggunaan desimal atau koma
- Lakukan pembulatan angka
- ≥ 0,5 dibulatkan ke atas
- < 0,5 dihilangkan
- Pastikan tidak ada format angka aneh (misalnya teks)
Pengalaman banyak pengguna menunjukkan bahwa error paling sering terjadi karena angka desimal yang tidak didukung sistem.
Membatasi Jumlah Data agar Lebih Stabil
Jika jumlah aset sangat banyak, sebaiknya tidak diimpor sekaligus.
Rekomendasi praktis:
- Maksimal 1.000–5.000 baris per file
- Jika lebih dari itu, pecah menjadi beberapa file
- Semakin sedikit data, semakin mudah mendeteksi error
Pendekatan ini membantu saat terjadi kegagalan impor, karena Anda bisa langsung melacak baris yang bermasalah.
Cara Mengubah Excel ke XML di CoreTax
CoreTax hanya menerima file dalam format XML. Oleh karena itu, file Excel perlu dikonversi terlebih dahulu menggunakan converter resmi dari DJP.
Langkah-langkah konversi:
- Download converter resmi dari DJP melalui link berikut:
https://www.pajak.go.id/id/reformdjp/coretax/template-xml-dan-converter-excel-ke-xml - Jalankan aplikasi converter
- Pilih jenis file (penyusutan/amortisasi)
- Upload file Excel yang sudah diisi
- Tunggu proses hingga selesai
- Buka folder hasil konversi
File XML akan otomatis terbentuk dan siap digunakan untuk proses impor.
Cara Import Data Penyusutan Aset di CoreTax
Setelah file XML siap, langkah berikutnya adalah mengunggahnya ke sistem CoreTax.
Tahapan upload:
- Login ke CoreTax
- Masuk ke lampiran L9 (Daftar Penyusutan dan Amortisasi)
- Klik menu Impor Data
- Pilih file XML
- Klik upload
Jika berhasil, akan muncul notifikasi:
- “XML uploaded successfully”
Cara Mengecek Status Import (XML Monitoring)
Setelah upload, penting untuk memastikan data berhasil diproses.
Langkah pengecekan:
- Klik menu XML Monitoring di bagian kanan atas
- Perhatikan status data
Status yang muncul:
- Submitting data finish → berhasil
- Error → data gagal diproses
Jika terjadi error:
- Klik ikon “mata”
- Lihat baris yang bermasalah
- Perbaiki di file Excel
- Ulangi proses konversi dan upload
Validasi dan Penyimpanan Data
Jika semua data berhasil diimpor:
- Klik refresh pada bagian aset
- Cocokkan data dengan file Excel
- Pastikan tidak ada perbedaan
Jika sudah sesuai:
- Klik Simpan Konsep
- Lanjutkan proses pengisian SPT Tahunan
Sebagai catatan, ketelitian di tahap ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan pelaporan di kemudian hari.
Tips Praktis agar Proses Import Lancar
Berikut rangkuman tips yang bisa Anda terapkan:
- Gunakan template resmi tanpa modifikasi
- Hindari angka desimal
- Batasi jumlah data per file
- Selalu cek XML Monitoring
- Simpan file cadangan sebelum upload
Cara import data penyusutan aset SPT Tahunan di CoreTax sebenarnya cukup sederhana jika mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.
Kunci utamanya ada pada ketelitian saat mengisi template, memastikan format sesuai, dan melakukan konversi XML dengan benar.
Dengan mengikuti panduan ini, proses pelaporan pajak bisa menjadi lebih cepat, minim error, dan tentunya lebih nyaman dijalankan.