
DOYANDUIT – Memasuki tahun 2026, pengelolaan kinerja guru kembali menempatkan observasi praktik kinerja sebagai salah satu tahapan penting.
Proses ini bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi menjadi ruang refleksi profesional antara guru dan kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Banyak guru yang sudah terbiasa menyusun SKP, namun masih ragu saat harus mengisi praktik kinerja di Ruang GTK. Padahal, jika dipahami alurnya, proses ini relatif sederhana dan fleksibel, asalkan disiapkan dengan matang.
Mengapa Observasi Praktik Kinerja Penting?
Observasi praktik kinerja dirancang untuk:
- Memotret praktik nyata guru saat mengajar
- Menilai penerapan perilaku kunci sesuai indikator yang dipilih
- Menjadi dasar umpan balik profesional dari kepala sekolah
Secara prinsip, sistem ini mendorong guru untuk berkembang, bukan sekadar dinilai.
Langkah Awal: Pastikan Periode Kinerja Tahun 2026 Aktif
Sebelum masuk ke menu observasi, pastikan periode pengelolaan kinerja sudah berada di Januari–Desember 2026.
Langkahnya:
- Masuk ke Ruang GTK
- Klik Ganti Periode di pojok kanan atas
- Pilih Januari–Desember 2026
- Klik Pilih
Langkah ini krusial karena seluruh isian praktik kinerja akan terikat pada periode tersebut.
Akses Menu Praktik Kinerja di Pengelolaan Kinerja
Setelah periode benar:
- Masuk ke menu Guru
- Pilih Sebagai Pegawai
- Pastikan data SKP sudah berhasil dialirkan ke e-Kinerja
- Masuk ke menu Pelaksanaan Kinerja
- Pilih Praktik Kinerja, lalu klik Lakukan
Di tahap ini, sistem akan menampilkan indikator praktik kinerja yang sebelumnya telah dipilih.
Tahap Observasi Praktik Kinerja yang Perlu Diisi
1. Diskusi Persiapan dengan Kepala Sekolah
Observasi tidak dilakukan secara tiba-tiba. Guru dan kepala sekolah perlu menyepakati:
- Target perilaku yang akan ditampilkan
- Waktu dan kelas observasi
- Mata pelajaran yang diamati
Pengalaman banyak guru menunjukkan bahwa diskusi awal membuat observasi berjalan lebih nyaman dan objektif.
2. Memilih Target Perilaku Observasi (H3)
Guru dapat memilih satu, dua, atau tiga indikator perilaku, di antaranya:
- Guru melakukan refleksi dinamika kelas untuk menerapkan kesepakatan kelas
- Guru memberikan penguatan positif terhadap perilaku yang sesuai
- Guru melakukan restitusi untuk membantu peserta didik menyadari dan memperbaiki perilaku
Pemilihan indikator sebaiknya disesuaikan dengan gaya mengajar dan kebutuhan kelas, bukan sekadar ingin terlihat “lengkap”.
3. Mengisi Upaya Mempelajari Target Perilaku
Pada bagian ini, guru diminta menjelaskan upaya konkret untuk mempelajari dan menerapkan perilaku yang dipilih. Batas maksimal isian adalah 250 kata.
Contoh upaya yang relevan:
- Mempelajari modul disiplin positif
- Berdiskusi dan observasi praktik rekan sejawat
- Menyusun serta meninjau kesepakatan kelas bersama siswa
- Menerapkan penguatan positif secara konsisten
- Melakukan refleksi hasil pembelajaran setiap pertemuan
Bagian ini sering dianggap remeh, padahal justru menjadi cerminan kesungguhan guru dalam proses pengembangan diri.
Menentukan Jadwal Observasi Praktik Kinerja
Informasi yang Wajib Diisi
- Tanggal observasi (perkiraan)
- Jenjang pendidikan
- Kelas yang diobservasi
- Mata pelajaran
- Jam pelaksanaan
- Tempat atau ruang kelas
Perlu dicatat, jadwal masih bisa berubah melalui komunikasi langsung dengan kepala sekolah meski sudah diinput di sistem.
Mengirim dan Mengumpulkan Dokumen Observasi
Setelah semua kolom terisi:
- Periksa kembali isian
- Klik Kirim atau Kumpulkan
- Selama belum dinilai kepala sekolah, isian masih dapat diperbaiki
Setelah dikirim, dokumen akan masuk ke akun kepala sekolah untuk proses observasi.
Apa yang Terjadi Setelah Observasi?
Tahap berikutnya sepenuhnya berada di tangan kepala sekolah, yaitu:
- Melakukan observasi sesuai jadwal
- Mengisi hasil observasi berdasarkan rubrik
- Memberikan umpan balik profesional
Rubrik observasi hanya digunakan sebagai alat bantu, bukan untuk menjatuhkan penilaian sepihak. Guru juga dianjurkan membaca rubrik sejak awal agar memahami perilaku yang dianjurkan dan yang perlu dihindari.
Tips agar Observasi Praktik Kinerja Berjalan Lancar
- Pilih indikator yang benar-benar bisa ditampilkan saat mengajar
- Diskusikan ekspektasi dengan kepala sekolah sejak awal
- Persiapkan perangkat ajar seperti biasa, tanpa dibuat-buat
- Fokus pada praktik pembelajaran, bukan mengejar penilaian
Banyak guru berpengalaman menilai bahwa observasi yang natural justru memberikan hasil refleksi terbaik.
Mengisi observasi praktik kinerja guru di Ruang GTK 2026 pada dasarnya adalah proses kolaboratif antara guru dan kepala sekolah.
Dengan memahami alur, menyiapkan isian secara jujur, serta menjalani observasi secara profesional, praktik kinerja bisa menjadi sarana penguatan kompetensi, bukan beban administrasi.