
DOYANDUIT – Jurnal pembelajaran atau aksi nyata menjadi salah satu tugas penting dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2026. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti implementasi materi pembelajaran yang telah dipelajari guru dalam kegiatan nyata di kelas.
Berdasarkan ketentuan di platform Ruang GTK, jurnal ini harus memuat refleksi pengalaman pembelajaran, penerapan strategi mengajar, serta umpan balik dari rekan sejawat.
Jika disusun dengan benar, jurnal biasanya bisa langsung tervalidasi oleh sistem, ditandai dengan status “selesai” tanpa perlu perbaikan.
Sebaliknya, jika format atau isi tidak sesuai, peserta bisa diminta melakukan revisi.
Karena itu, memahami struktur jurnal sejak awal akan sangat membantu guru menyelesaikan tugas ini dengan lebih cepat dan sistematis.
Menentukan Topik Jurnal Pembelajaran
Langkah pertama dalam menyusun jurnal aksi nyata adalah memilih topik dari modul pembelajaran.
Dalam modul Pembelajaran Sosial Emosional (PSE), terdapat beberapa topik yang dapat dipilih, antara lain:
- Kolaborasi untuk pembelajaran akademik, sosial, dan emosional
- Peran guru sebagai teladan
- Experiential learning dalam pembelajaran
- Penerapan school wellbeing di sekolah
Peserta PPG hanya perlu memilih satu topik yang paling mudah diterapkan di kelas.
Tidak ada jawaban benar atau salah dalam memilih topik, selama kegiatan yang dilakukan benar-benar merupakan pengalaman nyata dalam proses pembelajaran.
Struktur Jurnal Pembelajaran PPG yang Disarankan
Secara umum, jurnal aksi nyata biasanya terdiri dari sekitar 6–8 halaman dengan struktur berikut.
1. Halaman Cover
Cover berfungsi sebagai identitas dokumen jurnal.
Isi cover biasanya meliputi:
- Judul jurnal pembelajaran
- Nama peserta PPG
- Foto pas foto
- Logo LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan)
- Instansi tempat bertugas
- Nomor identitas (NUPTK, NIP, UKG, atau NIK)
- Nama LPTK penyelenggara PPG
Cover yang rapi tidak hanya memperindah tampilan jurnal, tetapi juga menunjukkan keseriusan peserta dalam menyusun tugas.
2. Uraian Materi Singkat
Setelah cover, bagian berikutnya adalah ringkasan materi dari topik yang dipilih.
Bagian ini biasanya hanya sekitar satu halaman dan berisi poin penting seperti:
- Pengertian konsep pembelajaran
- Tujuan penerapan
- Manfaat bagi peserta didik
- Contoh penerapan di kelas
Misalnya jika memilih topik kolaborasi dalam pembelajaran sosial emosional, guru dapat menjelaskan mengapa kolaborasi penting dalam proses belajar.
Menurut pendekatan Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning (CASEL), penguatan keterampilan sosial emosional membantu siswa mengembangkan empati, kerja sama, dan kemampuan mengelola emosi.
Menyusun Bagian Aksi Nyata
Bagian inti dari jurnal adalah aksi nyata, yaitu kegiatan yang benar-benar dilakukan dalam pembelajaran.
Contohnya adalah kegiatan morning sharing, di mana siswa diajak berbagi perasaan sebelum pembelajaran dimulai.
Beberapa elemen yang perlu dituliskan dalam aksi nyata antara lain:
- Tujuan kegiatan
- Durasi pelaksanaan
- Langkah-langkah kegiatan
- Hasil atau respons siswa
Contoh sederhana kegiatan:
- Guru membuka pembelajaran dengan diskusi singkat tentang perasaan siswa.
- Siswa memilih emoji yang mewakili perasaan mereka hari itu.
- Beberapa siswa berbagi cerita tentang pengalaman mereka.
- Guru memberikan penguatan positif terhadap setiap respon siswa.
Kegiatan sederhana seperti ini dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih empatik dan terbuka.
Dokumentasi Kegiatan (Opsional)
Dokumentasi sebenarnya bersifat opsional, tetapi sangat disarankan untuk ditambahkan.
Dokumentasi dapat berupa:
- Foto kegiatan pembelajaran di kelas
- Foto diskusi kelompok siswa
- Foto guru saat memfasilitasi kegiatan
Tujuannya adalah menunjukkan bahwa kegiatan aksi nyata benar-benar diterapkan.
Di banyak kasus, dokumentasi juga membantu reviewer memahami konteks kegiatan yang dilakukan guru.
Umpan Balik dari Rekan Sejawat
Setelah aksi nyata dilakukan, guru juga diminta menuliskan tanggapan dari rekan sejawat.
Biasanya cukup dua orang guru yang memberikan masukan terhadap kegiatan tersebut.
Contoh umpan balik yang dapat dituliskan:
- Kegiatan membantu siswa lebih berani mengekspresikan perasaan.
- Strategi pembelajaran meningkatkan interaksi di kelas.
- Metode dapat diterapkan pada mata pelajaran lain.
Pada aturan terbaru, umpan balik dari siswa atau kepala sekolah tidak wajib, tetapi boleh ditambahkan jika diperlukan.
Menulis Refleksi Minimal 300 Kata
Bagian terakhir dan paling penting adalah refleksi pembelajaran.
Refleksi harus berisi pengalaman pribadi guru setelah menerapkan aksi nyata tersebut.
Beberapa hal yang bisa ditulis dalam refleksi antara lain:
- Tantangan saat menerapkan kegiatan
- Respon siswa selama pembelajaran
- Perubahan yang terlihat pada siswa
- Pelajaran yang didapat sebagai guru
Platform RGTK menetapkan minimal 300 kata untuk bagian refleksi.
Jika kurang dari jumlah tersebut, sistem biasanya akan menolak pengunggahan jurnal.
Tips agar Jurnal Cepat Tervalidasi
Berdasarkan pengalaman banyak peserta PPG sebelumnya, beberapa tips berikut dapat membantu jurnal cepat lolos validasi:
- Pilih topik yang benar-benar pernah diterapkan di kelas
- Gunakan bahasa sederhana dan jelas
- Pastikan refleksi minimal 300 kata
- Tambahkan umpan balik rekan sejawat
- Gunakan struktur jurnal yang rapi
Selain itu, penting juga memastikan nama file sesuai ketentuan saat diunggah ke RGTK.
Biasanya format penamaan mencantumkan:
Nama peserta – nomor identitas – judul aksi nyata.
Jurnal pembelajaran atau aksi nyata merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mandiri dalam program PPG Guru Tertentu 2026. Dokumen ini tidak hanya menjadi tugas administratif, tetapi juga kesempatan bagi guru untuk merefleksikan praktik mengajar di kelas.
Dengan memilih topik yang tepat, menyusun struktur jurnal secara sistematis, serta menuliskan refleksi yang jujur, proses validasi jurnal biasanya dapat berjalan lebih lancar.