
DOYANDUIT – Bagi pengguna Android, khususnya yang gemar mengutak-atik file game atau aplikasi, ZArchiver menjadi salah satu aplikasi favorit untuk mengelola file berformat ZIP, RAR, hingga data game.
Namun, sejak pembaruan Android 11 dan versi di atasnya, banyak pengguna menghadapi masalah baru berupa pesan “akses ditolak” saat mencoba membuka folder data atau obb.
Masalah ini cukup menjengkelkan karena membatasi kemampuan pengguna untuk memodifikasi file tertentu, seperti saat ingin memasang script game atau memindahkan file penting.
Untungnya, ada solusi sederhana yang bisa dilakukan tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan.
Penyebab ZArchiver Mengalami Error Akses Ditolak
Masalah ini bukan disebabkan oleh ZArchiver itu sendiri, melainkan oleh kebijakan keamanan baru pada Android 11 ke atas. Google memperketat akses ke folder sistem seperti /Android/data/ dan /Android/obb/ untuk meningkatkan keamanan perangkat dan privasi pengguna.
Selain itu, pembaruan terbaru aplikasi File Manager bawaan juga sering kali memicu error ini. Versi terbaru aplikasi tersebut membatasi izin akses, sehingga aplikasi pihak ketiga seperti ZArchiver tidak bisa membaca atau mengubah isi folder data.
“Akses ditolak ini disebabkan karena update terbaru dari aplikasi file bawaan HP kalian,” ujar YouTuber Chand Eze dalam videonya sambil menunjukkan contoh error yang muncul saat mencoba membuka folder data.
Dengan kata lain, meski Android memperkenalkan sistem keamanan baru, ada cara aman untuk mengembalikan akses tanpa harus melakukan root perangkat.
Langkah Mengatasi ZArchiver Akses Ditolak
Berikut ini langkah lengkap yang bisa kamu ikuti untuk mengatasi masalah ini. Metode ini tidak memerlukan aplikasi tambahan, dan hanya memanfaatkan pengaturan bawaan perangkat.
1. Kembalikan Aplikasi File Manager ke Versi Sebelumnya
Langkah pertama adalah menghapus pembaruan aplikasi File Manager bawaan.
- Buka Pengaturan (Settings) di HP kamu.
- Pilih menu Aplikasi atau Kelola Aplikasi (tergantung merek HP).
- Gunakan kolom pencarian untuk mencari aplikasi bernama “File” (ikon biru).
- Setelah ketemu, klik aplikasi tersebut.
- Pilih opsi Uninstall Pembaruan yang biasanya berada di bagian bawah atau pojok kanan atas.
Tindakan ini aman dilakukan karena tidak akan menghapus data pribadi. Proses ini hanya mengembalikan aplikasi ke versi bawaan pabrik yang memiliki izin akses lebih fleksibel.
“Uninstall pembaruan ini aman, enggak menghapus data-data apapun, cuma mengembalikan ke versi aplikasi sebelumnya,” uajr Chand Eze
Jika HP kamu memiliki aplikasi File Manager lain bawaan, ulangi langkah ini untuk aplikasi tersebut agar hasilnya maksimal.
2. Atur Pengaturan di ZArchiver
Setelah mengembalikan File Manager, langkah berikutnya adalah melakukan pengaturan di aplikasi ZArchiver.
- Buka ZArchiver di perangkatmu.
- Ketuk ikon tiga titik di pojok kanan atas, lalu pilih Pengaturan (Settings).
- Scroll ke bawah dan cari bagian Jenis Akses Root (Root Access Mode).
- Ubah pengaturan dari default menjadi SU.
- Jangan khawatir, ini tidak berarti perangkat kamu di-root.
- Ini hanyalah pengaturan internal untuk memberi izin akses lebih dalam ke folder sistem.
- Kembali ke halaman utama ZArchiver, lalu coba buka folder /Android/data/.
- Jika muncul permintaan izin, pilih Gunakan Folder Ini, lalu ketuk Izinkan.
Kini, ZArchiver seharusnya sudah bisa mengakses folder data tanpa masalah. Kamu juga dapat mengedit, memindahkan, atau menambahkan file baru.
Mengubah Folder Data Berjalan Lancar
Untuk membuktikan keberhasilan metode ini, Chand Eze menunjukkan proses pemasangan file script game Mobile Legends menggunakan ZArchiver. Prosesnya berjalan mulus tanpa hambatan, membuktikan bahwa folder data sudah dapat diakses sepenuhnya.
“Kalian bisa lihat prosesnya berjalan sangat mulus dan kita berhasil untuk mengubah folder data,”
jelasnya dalam video tutorial.
Metode ini juga berlaku untuk berbagai kebutuhan lain, seperti mengedit file aplikasi, memindahkan data game, atau melakukan backup manual.

Pentingnya Memahami Kebijakan Keamanan Android
Sejak Android 11, Google memang memperketat akses ke folder sensitif demi melindungi data pengguna. Meskipun kadang terasa menyulitkan, kebijakan ini memiliki tujuan positif: mencegah malware atau aplikasi berbahaya yang mencoba memodifikasi file sistem tanpa izin.
Namun, untuk pengguna berpengalaman, langkah ini bisa terasa membatasi. Oleh karena itu, solusi seperti yang dijelaskan di atas menjadi jalan tengah yang tetap aman sekaligus memberikan fleksibilitas.
Dengan memahami hal ini, pengguna dapat lebih bijak dalam mengelola file di perangkat mereka.
Dengan menghapus pembaruan aplikasi File Manager dan mengatur akses root di ZArchiver, pengguna bisa kembali membuka dan mengedit folder data tanpa hambatan.