
DOYANDUIT – Dalam proses pelaporan pajak, Coretax digunakan sebagai sistem resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mengelola administrasi, termasuk pembuatan bukti potong.
Salah satu format dokumen yang dipakai adalah file XML, yang harus sesuai dengan struktur data tertentu agar dapat diunggah ke sistem.
Tidak jarang, pengguna mengalami kendala berupa pesan error ketika mencoba mengunggah file XML bukti potong. Error ini biasanya muncul karena adanya data yang tidak sesuai dengan standar validasi sistem.
Misalnya, NPWP tidak valid, NIK penerima tidak sesuai, atau struktur XML tidak lengkap.
DJP sendiri melalui Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-14/PJ/2013 mengatur bahwa bukti potong PPh harus memuat informasi yang benar dan lengkap, termasuk identitas pemotong maupun penerima penghasilan. Jika ada kesalahan format atau data, sistem otomatis akan menolak file tersebut.
Penyebab Umum Error XML
Beberapa penyebab error XML yang sering ditemui antara lain:
- Kesalahan pada NPWP pemotong atau penerima
Misalnya jumlah digit kurang atau terdapat karakter tambahan. - NIK penerima tidak terdaftar
Saat membuat bukti potong, NIK penerima harus sesuai dengan data yang ada dalam sistem DJP. Jika tidak, sistem akan menampilkan pesan error. - Struktur XML tidak sesuai standar
Terkadang kesalahan format saat ekspor file dari Excel ke XML menyebabkan file tidak dapat terbaca dengan baik. - Kode cabang atau branch ID tidak ditemukan
Pesan error seperti “branch ID of income recipient not found” menunjukkan bahwa data identitas penerima belum terdaftar atau tidak sesuai standar yang berlaku.
Kesalahan kecil seperti satu digit NPWP yang terlewat bisa membuat seluruh file XML gagal diunggah. Oleh karena itu, validasi detail data menjadi hal yang sangat penting.

Cara Mengecek Letak Kesalahan
Menggunakan Fitur Validasi di Coretax
Setelah file XML diunggah, Coretax akan otomatis melakukan validasi. Jika terjadi kesalahan, sistem akan menampilkan pesan error lengkap dengan keterangan baris (line) tempat terjadinya masalah.
Misalnya, error muncul pada baris ke-43, maka bagian tersebut harus dicek kembali.
Membuka File dengan Aplikasi Notepad++
Untuk memudahkan pengecekan detail, file XML bisa dibuka menggunakan aplikasi teks editor seperti Notepad++. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat langsung melihat baris tertentu yang disebutkan dalam pesan error.
Dari sana, data yang salah bisa langsung ditelusuri, misalnya apakah NIK penerima benar-benar sesuai atau masih kosong.
Perbaikan Data Sebelum Upload Ulang
Jika penyebab error adalah data yang tidak valid, pengguna perlu memperbaikinya terlebih dahulu di dokumen sumber (misalnya Excel) sebelum mengekspor ulang ke XML. Setelah itu, file bisa diunggah kembali ke Coretax untuk divalidasi.
Pentingnya Data yang Valid
Kesalahan dalam pelaporan pajak tidak hanya menghambat proses administrasi, tetapi juga bisa menimbulkan konsekuensi hukum.
Berdasarkan UU Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), wajib pajak berkewajiban menyampaikan laporan dengan data yang benar, lengkap, dan jelas. Jika ada kesalahan, maka tanggung jawab tetap berada pada pemotong pajak atau instansi terkait.
Maka dari itu, memastikan data identitas, NPWP, serta struktur file XML sesuai ketentuan menjadi langkah penting untuk menghindari kendala di kemudian hari.
Kesimpulan
Error pada file XML Coretax saat membuat bukti potong umumnya disebabkan oleh data yang tidak valid atau format file yang tidak sesuai. Dengan memanfaatkan fitur validasi di Coretax dan aplikasi tambahan seperti Notepad++, pengguna dapat mengetahui letak kesalahan secara tepat.
Proses ini memang membutuhkan ketelitian, namun akan sangat membantu dalam memastikan bukti potong yang dihasilkan sesuai aturan perpajakan.