
DOYANDUIT – Mengisi Lampiran 11B Coretax menjadi langkah penting bagi wajib pajak badan yang memiliki biaya pinjaman dalam laporan pajaknya.
Lampiran ini digunakan untuk menghitung berapa besar biaya pinjaman yang bisa dibebankan dalam perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Badan. Jika salah pengisian, dampaknya bisa langsung memengaruhi jumlah pajak yang harus dibayar.
Banyak pengguna Coretax masih kebingungan di bagian perhitungan debt to equity ratio hingga penentuan biaya pinjaman yang diperbolehkan.
Padahal, alurnya sebenarnya cukup sistematis jika dipahami tahap demi tahap.
Apa Itu Lampiran 11B dalam Coretax?
Lampiran 11B merupakan bagian dari SPT Tahunan PPh Badan yang berfungsi untuk melaporkan biaya pinjaman yang dapat dikurangkan dari penghasilan kena pajak.
Tidak semua wajib pajak harus mengisi bagian ini. Hanya wajib pajak badan yang membebankan biaya pinjaman dalam kegiatan usahanya yang wajib melaporkannya.
Menurut ketentuan perpajakan, pengisian ini berkaitan erat dengan aturan pembatasan perbandingan utang dan modal atau yang dikenal sebagai:
- Debt to Equity Ratio (DER)
- Pembatasan biaya bunga pinjaman
- Kepatuhan terhadap PMK 169/PMK.010/2015
Tahapan Mengisi Lampiran 11B Coretax
1. Menyiapkan Dokumen Pendukung
Sebelum mulai mengisi di sistem Coretax, kamu wajib menyiapkan beberapa data penting berikut:
- Data saldo utang setiap akhir bulan per kreditur
- Data saldo modal setiap akhir bulan (akun ekuitas)
- Data biaya pinjaman selama tahun pajak
Tanpa data ini, pengisian tidak bisa dilakukan dengan benar karena sebagian besar perhitungan bersifat otomatis berdasarkan input tersebut.
2. Mengisi Lampiran 11B di Coretax
Lampiran ini terbagi menjadi tiga bagian utama yang harus diisi secara berurutan.
Bagian 1 – Penghitungan EBITDA
Pada bagian ini, beberapa kolom biasanya akan terisi otomatis jika data sebelumnya sudah lengkap.
Namun, dalam kondisi tertentu seperti tahun pajak 2025 yang belum memiliki ketentuan teknis EBITDA, bagian ini bisa dibiarkan kosong.
Catatan penting:
- Jika kosong, sistem tetap memungkinkan lanjut ke tahap berikutnya
- Tombol input bagian selanjutnya tetap akan aktif
Bagian 2 – Perbandingan Utang dan Modal (DER)
Bagian ini menjadi inti dari penghitungan karena menentukan batas biaya pinjaman yang diperbolehkan.
Siapa yang Wajib Mengisi?
Wajib pajak badan berbentuk perseroan dengan modal saham, kecuali:
- Bank
- Lembaga pembiayaan
- Asuransi dan reasuransi
- Wajib pajak dengan pajak final
- Usaha infrastruktur tertentu
- Sektor pertambangan khusus
Cara Mengisi Rata-rata Saldo Utang
Langkahnya:
- Klik tombol Tambah
- Masukkan:
- Nomor identitas kreditur
- Nama (otomatis/manual)
- Hubungan (afiliasi atau independen)
- Isi saldo utang bulan 1–12
- Sistem akan menghitung rata-rata otomatis
- Klik Simpan
Ulangi untuk setiap pemberi pinjaman.
Cara Mengisi Rata-rata Modal
Langkahnya hampir sama:
- Masukkan jenis ekuitas
- Isi saldo modal tiap bulan
- Tambahkan pinjaman tanpa bunga (jika ada)
- Sistem otomatis menghitung rata-rata
Hasil Debt to Equity Ratio
Setelah semua data masuk:
- Sistem otomatis menghitung DER
- Contoh hasil: 5:1
Artinya:
- 5 bagian utang
- 1 bagian modal
Bagian 3 – Penghitungan Biaya Pinjaman
Di bagian ini, kamu menentukan berapa biaya pinjaman yang boleh dibebankan.
Cara Menghitungnya:
Jika:
- DER aktual = 5:1
- DER yang diperbolehkan = 4:1
Maka:
- Biaya pinjaman yang diakui = 4/5 × total biaya pinjaman
Langkah Pengisian:
- Masukkan nama kreditur
- Isi rata-rata saldo utang
- Input biaya pinjaman
- Hitung biaya yang diperbolehkan
- Masukkan hasilnya
Sistem akan otomatis menghitung:
- Biaya yang tidak dapat dikurangkan
Contoh Kasus:
Jika total biaya pinjaman Rp120 juta:
- Yang boleh dikurangkan: Rp96 juta
- Sisanya tidak dapat dibebankan
Apakah Harus Isi Lampiran 11C?
Di akhir pengisian, akan muncul pertanyaan:
Apakah memiliki utang luar negeri?
Jika jawabannya:
- Ya → wajib isi Lampiran 11C
- Tidak → lanjut simpan
Pengisian Lampiran 11B Coretax tidak hanya soal input data, tetapi juga memahami batasan regulasi pajak terkait biaya pinjaman.
Dengan mengikuti alur mulai dari penyiapan dokumen, penghitungan DER, hingga perhitungan biaya yang dapat dikurangkan, kamu bisa menghindari kesalahan fatal dalam pelaporan pajak.