Daftar Daerah Mendapat Pencairan Saldo PKH dan BPNT Tahap 2 2026, BRI Terpantau Paling Masif

11 Mei 2026 10:00
Bagikan :
Warga mengecek saldo bansos PKH dan BPNT tahap 2 melalui ATM dan aplikasi mobile banking
Pencairan PKH dan BPNT tahap 2 mulai berlangsung di berbagai daerah dengan penyaluran terbesar terpantau melalui Bank BRI. (DoyanDuit)

DOYANDUIT – Pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 2 mulai bergerak masif di berbagai daerah pada akhir pekan ini.

Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan mulai menerima saldo bansos melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), terutama dari penyaluran Bank BRI.

Aktivitas pencairan bahkan masih berlangsung hingga malam hari. Sejumlah penerima bansos di beberapa wilayah mengaku mulai rutin mengecek saldo lewat ATM maupun aplikasi mobile banking setelah muncul kabar transfer bansos masuk secara bertahap.

Di sejumlah daerah, antrean mesin ATM dan agen bank juga mulai terlihat lebih ramai dibanding hari biasa. Sebagian warga mengaku beberapa kali gagal cek saldo karena jaringan ATM melambat saat jam sibuk.

Penyaluran PKH Tahap 2 Sudah Tembus 73,8 Persen

Kementerian Sosial sebelumnya telah memulai penyaluran bansos tahap kedua untuk alokasi April–Juni 2026.

Berdasarkan surat resmi Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial tertanggal 6 Mei 2026, progres penyaluran PKH nasional disebut sudah mencapai 73,8 persen.

Artinya, sebagian besar dari sekitar 10 juta penerima PKH mulai masuk proses pencairan.

Meski begitu, proses transfer tidak dilakukan serentak. Ada jeda waktu antarwilayah, bahkan antar-KPM dalam satu kabupaten yang sama.

Situasi ini membuat banyak warga mulai aktif memantau status bantuan melalui aplikasi cek bansos maupun saldo rekening KKS.

Sebagian penerima mengaku status bantuan sudah berubah menjadi “SI” atau standing instruction, namun saldo belum langsung masuk ke rekening. Kondisi seperti ini masih cukup sering terjadi selama proses distribusi berlangsung.

Bank BRI Disebut Paling Aktif Salurkan Bansos

Dari laporan pencairan yang beredar, Bank BRI menjadi bank penyalur yang paling dominan melakukan transfer bansos tahap 2 hingga akhir pekan ini.

Penyaluran dilaporkan terjadi di ratusan kabupaten dan kota di Indonesia.

Daerah yang Mulai Menerima Pencairan

Wilayah penerima tersebar mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

Beberapa daerah yang disebut mulai menerima pencairan antara lain:

  • Kota Medan
  • Kota Palembang
  • Kabupaten Tangerang
  • Garut
  • Banyumas
  • Semarang
  • Lombok Timur
  • Kota Mataram
  • Kota Pontianak
  • Kota Samarinda
  • Kota Makassar
  • Kota Manado
  • Kota Ambon
  • Merauke
  • Jayapura

Daftar wilayah terus bertambah seiring proses transfer yang masih berlangsung secara bertahap.

Sementara itu, pencairan melalui Bank Mandiri disebut belum sebanyak BRI. Sejumlah laporan dari KPM masih berupa klaim saldo akan masuk dalam gelombang berikutnya.

Kenapa Saldo Belum Masuk Meski Tetangga Sudah Cair?

Pertanyaan ini mulai ramai muncul di media sosial dan grup penerima bansos.

Kemensos menjelaskan pencairan bansos memang dilakukan bertahap berdasarkan proses validasi data dan kesiapan sistem bank penyalur.

Masih ada sekitar 27,2 persen KPM yang belum menerima saldo tahap 2. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:

  • masuk gelombang pencairan berikutnya,
  • proses verifikasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),
  • perbedaan jadwal antarbank,
  • atau rekening masih dalam tahap sinkronisasi sistem.

Di lapangan, ada juga penerima yang mengaku kartu KKS sempat gagal digunakan saat cek saldo pertama. Setelah dicoba beberapa jam kemudian, saldo baru muncul.

Kondisi seperti ini cukup umum saat proses pencairan massal berlangsung.

KPM Diimbau Tidak Terlalu Sering Cek ATM

Penerima bansos diminta tidak terlalu sering mengecek saldo lewat ATM karena berisiko membuat kartu KKS cepat rusak, terutama jika digunakan berulang kali dalam waktu singkat.

Penggunaan aplikasi mobile banking atau layanan cek saldo digital dinilai lebih praktis, meski di sejumlah daerah pengguna juga mengeluhkan aplikasi sempat lambat di jam-jam tertentu.

Pemerintah diperkirakan masih akan melanjutkan proses pencairan hingga beberapa hari ke depan. KPM yang belum menerima saldo diminta tetap memantau status bantuan secara berkala tanpa panik, karena distribusi masih berjalan nasional.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050