FOMC Januari 2026, Bitcoin Tertahan di 88.000 saat Emas Melonjak ke USD 5.500 dan Dollar Melemah

29 Januari 2026 10:00
Bagikan :
Grafik pergerakan BTCUSD 29 Januari 2026. (TradingView)

DOYANDUIT – Pada Januari 2026 dini hari WIB, setelah pernyataan terbaru dari Federal Open Market Committee (FOMC), harga Bitcoin sempat tertahan di kisaran USD 88.000.

Sementara itu, harga emas melonjak tajam, sempat menyentuh USD 5.500 per ons, dan indeks dollar AS menunjukkan tekanan bearish yang semakin kuat.

Berdasarkan data pasar dan pernyataan resmi pejabat The Fed, ini mencerminkan respons investor terhadap arah kebijakan moneter dan preferensi aset safe-haven.

Menurut Chicago Fed dan analis senior di Bloomberg, keputusan FOMC untuk tidak menurunkan suku bunga lebih lanjut menunjukkan kehati-hatian terhadap inflasi yang masih “sedikit tinggi.” Ini memengaruhi persepsi risiko di pasar kripto dan logam mulia dalam arah yang berbeda.

Mengapa Harga Bitcoin Tertahan Pasca FOMC

The Fed Mempertahankan Suku Bunga

Dalam pernyataannya, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 3,5–3,75% setelah tiga kali pemotongan pada 2025 dan 75 basis poin cut awal 2026. Menurut Ketua The Fed, Jerome Powell, ekonomi AS menunjukkan ekspansi stabil sehingga pimpinan bank sentral memilih sikap “wait-and-see.”

Efeknya:

  • Tekanan bearish jangka menengah pada Bitcoin
  • Investor kripto berhati-hati meski tren makro bullish

“Ekonomi tumbuh dengan perlahan namun cukup kuat untuk saat ini,” ujar Jerome Powell dalam konferensi pers FOMC, menegaskan sinyal berhati-hati dari bank sentral.

Emas Menyala, Dollar Kian Lemah

Emas Cetak Rekor Baru

Harga emas meroket sekitar 3,5% dalam satu hari, mencapai sekitar USD 5.500 per ons. Lonjakan ini mencerminkan pergeseran modal investor ke aset safe-haven saat pasar keuangan menghadapi ketidakpastian.

Pendorongnya:

  • Kekhawatiran terhadap tren penurunan dollar AS
  • Ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut di masa depan
  • Preferensi investor terhadap lindung nilai atas volatilitas pasar

Dollar AS Menunjukkan Tren Turun

Indeks dollar, yang menjadi acuan kekuatan mata uang, terus melemah setelah FOMC. Menurut beberapa analis pasar senior di Bloomberg, Presiden AS Donald Trump cenderung menerima dollar yang lebih lemah “sebagai cara tidak langsung untuk mendorong suku bunga turun lebih lanjut.”

“Nilai dollar yang kurang kuat memberi ruang bagi ekspor, sekaligus menekan aset berbasis risiko seperti kripto,” kata David Ingles, chief markets editor di Bloomberg TV APAC.

Respons Pasar Kripto dan Pergerakan On-Chain Bitcoin

4. Bitcoin Gagal Tembus USD 90.000

Setelah pernyataan FOMC, Bitcoin sempat mencoba menembus USD 90.000 beberapa kali, namun gagal dan kembali tertahan di sekitar USD 88.000–89.000. Ini menunjukkan tekanan penjualan jangka pendek lebih dominan daripada dorongan beli spekulatif.

5. Indikator On-Chain: Supply in Loss

Data on-chain menunjukkan pergeseran arah pada Bitcoin Supply in Loss (365-day SMA)—metrik persentase BTC yang sedang dipegang dengan kerugian. Secara historis, kenaikan indikator ini sering mengawali fase bearish ketika kerugian meluas ke pemegang jangka panjang.

📊 Ringkasan Supply In Loss & Supply in Profit

Metrik Tren Terkini Artinya
Supply in Loss (SMA 365) Naik cepat Sentimen bearish meningkat
Supply in Profit Turun Pemegang rugi lebih dominan

“Dalam siklus sebelumnya, peralihan indikator ini sering terjadi sebelum fase bearish jangka panjang,” kata analis dari CryptoQuant. Namun, perubahan baru-baru ini belum mencapai tingkat puncak historis, sehingga masih terlalu dini memastikan arah tren jangka panjang.

Faktor Politik & Ekonomi yang Menambah Tekanan

Geopolitik dan Kebijakan Trump

Presiden Trump kembali menekan The Fed untuk melakukan penurunan suku bunga yang lebih tajam. Meski bank sentral tetap independen, beberapa ekonom percaya tekanan politik ini menciptakan ketidakpastian pasar dan memberi ruang bagi dollar yang lebih lemah.

“Sikap Presiden terhadap nilai dollar memberikan sinyal kepada pasar bahwa kebijakan moneter masih bisa bergerak meskipun ‘pause’ diumumkan,” kata pengamat pasar dari The Kobeissi Letter.

Prospek Turun-Naiknya Ekspektasi Fed Cuts

Market pricing menunjukkan probabilitas pemotongan suku bunga di dua pertemuan FOMC berikutnya kini di bawah 50%, menunjukkan ekspektasi bearish terhadap potensi pelonggaran moneter.

Perlu Kesabaran Menjelang Tren Jelas

Pada FOMC Januari 2026, keputusan The Fed mempertahankan suku bunga menjadi sorotan pasar global. Responnya adalah:

  • Harga Bitcoin tertahan di sekitar USD 88.000, gagal menembus resistance kunci.
  • Emas melonjak ke rekor sekitar USD 5.500, mendapat dukungan arus modal safe-haven.
  • Dollar AS melemah, menciptakan dinamika makro yang unik bagi aset berisiko dan lindung nilai.

Dalam konteks ini, analis pasar dan data on-chain menunjukkan sinyal kehati-hatian, namun belum pasti memetakan tren jangka panjang. Investor disarankan tetap mengikuti data fundamental dan indikator teknikal yang lebih luas.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050