
DOYANDUIT – Pinjaman online (pinjol) seperti Lumbung Dana kini makin marak digunakan masyarakat karena proses pencairannya yang cepat dan tanpa agunan.
Namun, di balik kemudahan tersebut, banyak pengguna yang bertanya-tanya: “Kalau saya gagal bayar, apakah akan ada DC lapangan datang ke rumah?”
Pertanyaan ini menjadi kekhawatiran umum, terutama bagi mereka yang mulai kesulitan membayar cicilan.
Lumbung Dana merupakan aplikasi pinjaman online (pinjol) yang telah terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 14 April 2021 dengan nomor KEP-21/D.05/2021.
Sebagai platform fintech peer-to-peer lending, Lumbung Dana menghubungkan peminjam dan pemberi dana secara langsung lewat aplikasi.
Prosedur Penagihan di Lumbung Dana
Apakah Ada DC Lapangan?
Sejauh ini, belum ditemukan bukti bahwa Lumbung Dana menerjunkan DC lapangan ke rumah pengguna. Penagihan umumnya dilakukan lewat WhatsApp, SMS, dan telepon.
Dilansir dari Media Konsumen, Lumbung Dana juga pernah menyampaikan secara resmi bahwa proses penagihan dilakukan oleh pihak ketiga sesuai kode etik dan SOP yang ditentukan oleh AFPI.
Waktu Penagihan
Penagihan bisa dilakukan bahkan dua hari sebelum jatuh tempo. Hal ini banyak dikeluhkan oleh pengguna yang merasa diintimidasi meski belum telat bayar.
Risiko Gagal Bayar (Galbay)
Denda Keterlambatan
Denda keterlambatan di Lumbung Dana cukup tinggi, yakni 5% per hari. Misalnya, bila Anda galbay Rp500.000 selama 30 hari, dendanya bisa mencapai Rp750.000.
Artinya, total yang harus Anda bayar menjadi Rp1.250.000 belum termasuk bunga berjalan.
Dampak pada Skor Kredit
Informasi keterlambatan pembayaran bisa dilaporkan ke SLIK OJK, yang tentu akan memengaruhi akses Anda ke layanan keuangan lainnya di masa depan.

Ulasan Pengguna Soal Galbay Lumbung Dana
Berikut ini adalah berbagai testimoni dari pengguna yang pernah mengalami gagal bayar di aplikasi Lumbung Dana, dikutip dari media sosial dan YouTube:
Dari YouTube
Dalam video berjudul “DC Lapangan Lumbung Dana Gak Datang-Datang, Tapi…”, pengguna YouTube bernama Bang Yayan berbagi pengalamannya setelah galbay Lumbung Dana:
“Gue udah galbay 3 bulan lebih, sampai sekarang belum ada DC lapangan. Tapi WA sama telepon itu intens banget. Kadang sampe 10 kali sehari,” ujar YouTube @BangYayanOfficial
“Mereka nggak datang ke rumah sih, tapi WA udah kayak robot. Jam 6 pagi udah nyapa, jam 10 malem masih kirim template,” katanya menambahkan.
(Sumber: YouTube @BangYayanOfficial)
Dari Media Sosial
Beberapa pengguna Twitter dan Facebook juga membagikan pengalaman yang senada:
- @finansialwarga:
“Udah nunggak seminggu di Lumbung Dana, baru telat dua hari langsung diteror. Tapi sampe sekarang sih belum ada yang ke rumah.” - Grup Facebook ‘Curhat Pinjol Indonesia’:
“Saya telat 15 hari, mereka cuma WA dan nelepon terus. Nggak ada yang ke rumah. Tapi capek mental sih, chat-nya kayak ancaman halus.” - @temanpinjolgalbay:
“Mereka nggak pakai DC lapangan, tapi kok WA-nya kayak agen neraka ya?”
Beberapa pengguna juga menyarankan untuk tetap tenang, tidak menghapus aplikasi, dan menyiapkan bukti komunikasi bila dirasa tidak etis.
Lumbung Dana memang tidak mengirimkan DC lapangan menurut banyak testimoni pengguna. Namun, penagihan melalui WA dan telepon cukup agresif, bahkan sebelum jatuh tempo.
Denda galbay yang tinggi serta risiko reputasi keuangan tetap menjadi ancaman serius. Jika Anda terlambat membayar, sebaiknya siapkan mental, dokumentasi, dan sebisa mungkin komunikasikan langsung dengan pihak resmi.