IHSG Ditutup Melemah 1,04% ke 8.235, Analis Ungkap Level Support dan Saham Pilihan

26 Februari 2026 18:00
Bagikan :
Ilustrasi tentang IHSG melemah ke level 8.235 tahun 2026. (DoyanDuit)

DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada penutupan perdagangan 26 Februari 2026. IHSG ditutup melemah 1,04% ke level 8.235,26 setelah sempat dibuka menguat di 8.351,36.

Secara intraday, tekanan jual memang terasa, namun pelemahan relatif terkendali. Level terendah tercatat di 8.139,82 sebelum akhirnya indeks kembali stabil di atas 8.200 hingga penutupan sesi kedua.

Berdasarkan data perdagangan, posisi tertinggi hari ini berada di 8.358,96 dengan penutupan sebelumnya di 8.322,23.

Rentang pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, tetapi belum menembus batas psikologis utama di bawah 8.000.

Pergerakan IHSG Masih Sideways, Support 8.038

Secara teknikal, IHSG dinilai masih bergerak sideways dalam rentang yang cukup lebar.

Analis pasar modal Robin Haryadi, Branch Manager YB Sekuritas Solo dalam sesi 2ND Session Closing IDX Channel menyebut:

“Secara umum masih sideways, belum ada sentimen kuat. Support di 8.038 dan resistance di 8.438. Pergerakan harian 1% naik atau turun masih sangat mungkin.”

Tekanan pasar dipengaruhi minimnya sentimen positif serta dampak kebijakan tarif Amerika Serikat yang dinilai kurang menguntungkan Indonesia. Meski begitu, investor asing tercatat mulai masuk dalam beberapa hari terakhir.

Hal ini menjadi indikasi bahwa koreksi saat ini masih tergolong wajar dalam fase konsolidasi.

Potensi Rebound Jelang Akhir Pekan?

Menjelang akhir pekan, pelaku pasar cenderung mengamankan posisi. Namun karena penurunan sudah terjadi lebih dahulu, peluang technical rebound tetap terbuka.

Beberapa faktor yang perlu dicermati:

  • Rebalancing indeks MSCI
  • Aksi profit taking jangka pendek
  • Pergerakan saham perbankan big cap
  • Arus dana asing

Jika support 8.038 mampu bertahan, peluang rebound teknikal masih cukup realistis.

Rotasi Sektoral: Semua Sektor Kompak Melemah

Tekanan hari ini merata hampir di seluruh sektor.

Berikut sektor yang mencatat pelemahan terbesar:

  • Transportasi & Logistik: -4,54%
  • Barang Non Primer: -2,59%
  • Infrastruktur: -2,41%
  • Energi: -2,13%

Indeks LQ45 melemah 0,61%, Jakarta Islamic Index turun 1,11%, dan MNC36 terkoreksi 0,55%.

Artinya, tekanan bukan hanya pada saham lapis dua, tetapi juga big caps.

Analisis Saham Pilihan Hari Ini

Meski IHSG melemah, Robin menyebut beberapa saham justru menunjukkan kekuatan teknikal menarik.

1. TOBA – Buy on Breakout

  • Support: 760
  • Resistance: 900
  • Entry ideal: 780
  • Tambah posisi jika tembus 815

TOBA mencoba breakout area price channel di 815. Sentimen proyek waste to energy berpotensi menjadi katalis tambahan.

Jika resistance berhasil ditembus, potensi menuju 900 terbuka dalam jangka menengah.

2. HRTA – Momentum All Time High

  • Entry pullback: 3.100
  • Area psikologis: 3.200

HRTA mencetak all time high dan didukung volume besar. Momentum menjelang Lebaran juga dinilai positif bagi sektor emas dan perhiasan.

Namun, karena berada di area tertinggi, potensi profit taking tetap perlu diantisipasi.

3. INKP – Buy on Weakness

  • Entry: 12.000
  • Target jangka pendek: 13.000–14.000
  • Stop loss: 11.575

INKP sedang retracement setelah reli sebelumnya. Koreksi dinilai sehat selama tidak menembus support kuat.

Strategi buy on weakness dinilai lebih aman dibanding mengejar kenaikan.

4. UNVR – Buy If Break 2.400

  • Breakout valid: di atas 2.400
  • Target awal: 2.600–2.700

UNVR menunjukkan tanda-tanda akumulasi. Secara historis, saham consumer goods cenderung menguat menjelang Ramadan dan Lebaran.

Jika volume menguat dan resistance ditembus, peluang kenaikan lanjutan terbuka.

Saham yang Perlu Dicermati

Selain saham pilihan, beberapa emiten lain juga menjadi sorotan:

  • BBCA: Support 7.175, resistance 7.375
  • MDKA: Buy di 3.750, stop loss 3.560
  • TKIM: Tunggu pullback ke 10.400
  • PGAS: Potensi 2.500 jika tembus 2.340

Menariknya, beberapa saham kertas seperti TKIM dan INKP mencatat lonjakan volume hingga 10 kali rata-rata harian.

Strategi Menghadapi IHSG Melemah

Dalam kondisi seperti ini, strategi defensif tetap relevan.

Beberapa pendekatan yang bisa dipertimbangkan:

  1. Fokus pada saham dengan akumulasi asing
  2. Hindari saham bertransaksi tipis
  3. Gunakan disiplin stop loss
  4. Manfaatkan koreksi sehat untuk buy on weakness

Berdasarkan pengamatan pasar 2026, pola konsolidasi seperti ini sering menjadi fase sebelum pergerakan lebih besar.

 

IHSG Masih Terkendali, Peluang Rebound Terbuka

IHSG memang ditutup melemah 1,04% ke 8.235, tetapi struktur teknikal belum menunjukkan breakdown besar. Selama support 8.038 terjaga, peluang rebound tetap ada.

Volatilitas 1% harian masih tergolong wajar dalam fase sideways. Yang terpenting adalah seleksi saham dan disiplin manajemen risiko.

Keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing investor. Analisis yang matang dan pengelolaan risiko yang disiplin akan menjadi pembeda di tengah pasar yang fluktuatif.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050