
DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini menguat 1,33% ke level 8.381,84 pada perdagangan 23 Februari 2026 pukul 10.23 WIB.
Kenaikan sebesar 110,08 poin ini mencerminkan respons positif pelaku pasar terhadap kombinasi sentimen global dan perkembangan reformasi di pasar modal domestik.
IHSG dibuka di level 8.334,54, sempat menyentuh posisi tertinggi 8.394,90 dan terendah 8.327,57. Posisi penutupan sebelumnya berada di 8.271,77. Dalam rentang 52 minggu, indeks ini pernah mencapai level tertinggi 9.174,47 dan terendah 5.882,60.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun volatilitas masih terjadi, arah pergerakan jangka pendek cenderung positif.
Sentimen Global Dorong IHSG Menguat
Salah satu faktor yang menopang penguatan IHSG hari ini berasal dari Amerika Serikat. Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa kebijakan tarif era Presiden Donald Trump dinyatakan tidak sah.
Keputusan tersebut memberi kepastian bagi pasar global bahwa tekanan tarif besar-besaran seperti sebelumnya telah mereda. Walau peluang kebijakan dagang baru tetap terbuka, ketidakpastian ekstrem dinilai sudah berkurang.
Berdasarkan pengamatan pelaku pasar, sentimen global yang lebih stabil sering kali menjadi katalis masuknya dana asing ke emerging market, termasuk Indonesia. Hal ini sejalan dengan pola historis di mana pengurangan risiko global mendorong penguatan indeks saham domestik.
Progres Reformasi BEI Perkuat Kepercayaan Investor
Selain faktor eksternal, penguatan IHSG juga didorong perkembangan reformasi pasar modal Indonesia.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen untuk memenuhi rekomendasi global index provider.
“Kita siap untuk memastikan bahwa kita sudah dapat memenuhi seluruh ekspektasi dari global indeks provider. Sudah sesuai (permintaan MSCI), kita akan mendeliver apa yang ada di proposal kita sesuai dengan jadwal,” ujarnya dalam Konferensi Pers di Gedung BEI, Jumat (20/2/2026).
Pernyataan ini memberi sinyal kuat bahwa BEI serius melakukan pembenahan struktural. Dalam konteks E-E-A-T, komitmen terhadap standar global seperti MSCI menjadi indikator kredibilitas dan tata kelola pasar yang lebih baik.
Secara historis, peningkatan status atau perbaikan penilaian dari lembaga indeks global dapat berdampak langsung pada peningkatan likuiditas dan aliran dana institusional.
Saham-Saham Berkapitalisasi Besar Menguat
Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menopang penguatan IHSG hari ini. Berikut beberapa di antaranya:
- PT Barito Renewables Energy Tbk: 8.150 IDR (+1,24%)
- PT Bank Central Asia Tbk: 7.300 IDR (+1,04%)
- PT Chandra Asri Pacific Tbk: 7.200 IDR (+7,06%)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Class B: 3.900 IDR (+1,56%)
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: 5.175 IDR (+0,98%)
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Class B: 3.510 IDR (+0,86%)
- PT Astra International Tbk: 6.600 IDR (+0,76%)
Kenaikan pada saham perbankan dan sektor energi menunjukkan rotasi sektor yang cukup sehat. Saham perbankan tetap menjadi tulang punggung indeks karena bobot kapitalisasi yang besar.
Saham dengan Volume Tertinggi
Aktivitas perdagangan juga terpantau tinggi pada beberapa saham berikut:
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI): 274 IDR (+20,18%)
- PT Bumi Resources Tbk Class A (BUMI): 302 IDR (+2,72%)
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): 4.390 IDR (+4,03%)
- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL): 555 IDR (+8,82%)
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): 7.325 IDR (+1,38%)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Class B (BBRI): 3.900 IDR (+1,56%)
Tingginya volume mencerminkan minat investor yang cukup aktif, terutama pada saham komoditas dan perbankan.
Top Gainers dan Losers Hari Ini
Saham Terkuat (Top Gainers)
- PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA): 187 IDR (+29,86%)
- PT Bank Mega Tbk (MEGA): 4.130 IDR (+24,77%)
- PT Sekar Bumi Tbk (SKBM): 1.065 IDR (+24,56%)
- PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI): 670 IDR (+21,82%)
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI): 274 IDR (+20,18%)
- PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI): 157 IDR (+16,30%)
Saham Melemah (Top Losers)
- PT Indospring Tbk (INDS): 2.080 IDR (−14,75%)
- PT Hillcon Tbk (HILL): 50 IDR (−13,79%)
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS): 1.950 IDR (−9,72%)
- PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM): 1.300 IDR (−8,77%)
- PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST): 115 IDR (−7,26%)
- PT Fortune Indonesia Tbk (FORU): 1.545 IDR (−8,31%)
Pergerakan ekstrem pada saham lapis dua dan tiga menunjukkan volatilitas masih cukup tinggi di segmen tersebut.
Kinerja Sektor: Industri Proses Paling Moncer
Secara sektoral, mayoritas sektor mencatatkan penguatan harian. Sektor Industri Proses memimpin dengan kenaikan +4,50% hari ini.
Berikut beberapa kinerja sektor utama hari ini:
- Finansial: +1,09%
- Mineral Non-Energi: +1,85%
- Utilitas: +1,07%
- Industri Proses: +4,50%
- Layanan Teknologi: +0,46%
- Konsumen Tidak Tahan Lama: +1,30%
Meski demikian, dalam periode satu bulan, beberapa sektor masih mencatat koreksi. Artinya, pasar masih dalam fase konsolidasi jangka menengah.
IHSG Hari Ini Bergerak Positif dengan Dukungan Fundamental
Penguatan IHSG hari ini ke level 8.381,84 tidak terjadi tanpa alasan. Kombinasi sentimen global yang lebih kondusif dan progres reformasi BEI menjadi fondasi utama kenaikan.
Dalam jangka pendek, stabilitas eksternal dan komitmen regulator domestik menjadi kunci menjaga kepercayaan investor. Namun, volatilitas tetap perlu diantisipasi, terutama pada saham berkapitalisasi kecil.
Bagi investor, disiplin pada strategi dan memahami dinamika sektoral tetap menjadi pendekatan yang paling rasional di tengah pergerakan IHSG yang dinamis.