IHSG Sesi Pertama 13 April 2026 Sempat Tertekan, Sektor Energi Jadi Penopang di Tengah Pelemahan

13 April 2026 13:00
Bagikan :
Ilustrasi pergerakan IHSG dan sektor energi menguat tahun 2026. (DoyanDuit)

DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 13 April 2026, langsung bergerak di zona merah sesaat setelah pembukaan. Pada awal sesi, tekanan jual cukup terasa hingga sempat membuat indeks turun lebih dari 1% secara intraday.

Namun menjelang siang, tekanan tersebut mulai mereda. Hingga pukul 11.59 WIB, IHSG tercatat berada di level 7.496,36, menguat tipis 0,51% dibandingkan penutupan sebelumnya di 7.458,50.

Secara teknikal, pergerakan hari ini menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi dengan rincian:

  • Pembukaan: 7.410,08
  • Tertinggi: 7.500,14
  • Terendah: 7.351,36
  • Range 52 minggu: 6.225,34 – 9.174,47

Pergerakan ini mencerminkan sentimen pasar yang masih cenderung berhati-hati, terutama dipengaruhi faktor global.

Tekanan dari Saham Big Caps

Salah satu penyebab utama pelemahan IHSG di awal sesi adalah tekanan dari saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), khususnya sektor perbankan dan telekomunikasi.

Beberapa saham yang mengalami penurunan antara lain:

  • BBCA turun sekitar 1,12%
  • TLKM melemah 1,87%
  • ASII berada di kisaran 6.200-an dengan tekanan jual
  • ANTM turun 0,81%
  • BNI (BBNI) terkoreksi 1,88%

Pelemahan ini lebih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, termasuk pergerakan bursa global dan kekhawatiran investor terhadap arah ekonomi global.

Sektor Energi Jadi Penyelamat Pasar

Di tengah tekanan yang terjadi, sektor energi justru tampil sebagai penopang utama IHSG hari ini.

Beberapa saham energi mencatatkan penguatan signifikan:

  • Medco Energi melonjak lebih dari 4%
  • Saham energi lainnya naik sekitar 3,23%
  • Sektor energi secara keseluruhan menguat sekitar 0,66%

Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia yang meningkat hingga sekitar 8% setelah pernyataan terbaru dari Presiden Amerika Serikat.

Ketika harga minyak naik, saham sektor energi, khususnya migas, cenderung ikut terdorong naik. Selain energi, sektor transportasi dan logistik juga ikut menguat, meskipun tidak sebesar sektor energi.

Bursa Asia Kompak Melemah

Tekanan di pasar domestik juga tidak lepas dari sentimen global. Bursa Asia pada hari yang sama menunjukkan pergerakan negatif:

  • Nikkei turun 0,69%
  • Shanghai Index melemah 0,33%
  • Kospi turun 0,82%
  • Hang Seng terkoreksi 1,21%

Kondisi ini menunjukkan bahwa investor global masih merespons ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Mengutip analisis Direktur Infovesta, Wawan Hendrayana, melalui IDX Channel, beberapa saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan hari ini antara lain:

1. BUMI – Potensi dari Tren Batu Bara

Saham BUMI dinilai memiliki fundamental yang membaik setelah berhasil mencetak laba signifikan tahun lalu.

Strategi:

  • Buy on weakness di area 230-an
  • Support awal di 240
  • Target jangka pendek di atas 250

Dalam jangka menengah, jika harga komoditas energi terus naik, potensi kenaikan hingga 280–300 terbuka.

2. BBCA – Stabil Secara Fundamental

Meskipun mengalami tekanan, BBCA tetap dinilai kuat secara fundamental.

Level teknikal:

  • Support: 6.500 – 6.600
  • Resistance: 6.800 → 7.000

Investor disarankan menunggu momentum di area support sebelum masuk.

3. UNTR – Menarik untuk Akumulasi

UNTR menunjukkan struktur teknikal yang cukup solid dengan support kuat di area 30.000.

Strategi:

  • Akumulasi di kisaran 30.800
  • Support kuat: 30.000
  • Target: 31.400 – 31.500

Diversifikasi bisnis menjadi nilai tambah bagi saham ini.

4. TLKM – Saham Defensif yang Layak Dipantau

TLKM menjadi pilihan defensif di tengah volatilitas pasar.

Level penting:

  • Support: 3.100
  • Resistance: 3.250

Harga saat ini dinilai cukup menarik jika mendekati area support.

Analisis Singkat: Kenapa Energi Menguat?

Kenaikan sektor energi hari ini tidak terjadi tanpa alasan. Ada beberapa faktor utama:

  • Lonjakan harga minyak global
  • Ketegangan geopolitik
  • Peningkatan permintaan energi
  • Efek substitusi ke batu bara

Hal ini memperkuat korelasi antara harga komoditas dan kinerja saham energi.

IHSG pada 13 April 2026 menunjukkan dinamika yang cukup menarik. Meski sempat tertekan di awal sesi, indeks mampu bangkit dengan dukungan kuat dari sektor energi.

Di sisi lain, saham big caps masih menghadapi tekanan, mencerminkan kehati-hatian investor di tengah sentimen global.

Dalam kondisi seperti ini, pendekatan selektif dan disiplin menjadi kunci. Fokus pada sektor yang sedang naik, sambil tetap memperhatikan risiko, bisa menjadi strategi yang lebih aman.

Berita Terbaru
bos paud ra kemenag
Panduan Lengkap Pengisian Dokumen Ajuan BOP RA Tahap 2 Tahun 2026 agar Cepat Diverifikasi
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah