
DOYANDUIT – IHSG hari ini ditutup di level 8.212,27 atau turun 53,08 poin (0,64%) pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026 sore. Pelemahan ini terjadi seiring aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur Tahun Baru Imlek.
Data perdagangan menunjukkan indeks sempat dibuka di 8.240,01 dan menyentuh level tertinggi 8.251,99 sebelum akhirnya melemah hingga posisi terendah 8.170,59. Penutupan sebelumnya berada di 8.265,35.
Dalam 52 minggu terakhir, IHSG tercatat pernah menyentuh level tertinggi 9.174,47 dan terendah 5.882,60. Angka ini menunjukkan volatilitas yang masih cukup lebar dalam setahun terakhir.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga ikut terkoreksi 1,16% ke posisi 829,67.
Pergerakan defensif mulai terlihat. Investor memilih mengamankan keuntungan sebelum periode libur panjang dan menjelang keputusan kebijakan moneter Bank Indonesia pekan depan.
Menjelang hari besar dan rilis kebijakan moneter, investor biasanya mengurangi eksposur risiko jangka pendek.
Faktor Global dan Sentimen Bank Indonesia
Selain faktor domestik, tekanan juga datang dari luar negeri. Bursa Asia bergerak melemah mengikuti penurunan Wall Street di Amerika Serikat.
Kekhawatiran meningkat terkait dampak perkembangan Artificial Intelligence (AI) terhadap sektor-sektor tertentu, khususnya teknologi dan tenaga kerja global. Sentimen ini turut membebani psikologis investor regional.
Di dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada independensi Bank Indonesia pasca pelantikan Deputi Gubernur baru pekan lalu. Pasar menanti arah suku bunga dan kebijakan lanjutan.
Bank Indonesia sebelumnya menegaskan komitmennya menjaga stabilitas rupiah dan inflasi. Dalam pernyataan resmi, BI menyatakan akan “menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan pertumbuhan.”
Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung wait and see.
Saham-Saham Berkapitalisasi Besar yang Menekan IHSG
Beberapa saham berkapitalisasi besar mengalami koreksi dan turut menyeret indeks:
- PT Barito Renewables Energy Tbk: turun 2,44% ke Rp8.000
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): turun 1,71% ke Rp7.200
- PT Chandra Asri Pacific Tbk: turun 2,08%
- PT Amman Mineral Internasional Tbk: turun 2,89%
- PT Telkom Indonesia Tbk: turun 3,09%
Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk stagnan, dan PT Bayan Resources Tbk mencatat kenaikan tipis 0,18%.
Tekanan pada saham perbankan besar seperti BBCA dan sektor telekomunikasi ikut memberi bobot signifikan terhadap pergerakan indeks.
Saham dengan Volume Transaksi Tertinggi
Beberapa saham yang mencatat volume perdagangan besar antara lain:
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 8,15%
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,71%
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik 9,73%
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 0,00%
- PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 1,71%
Kenaikan BUMI dan DEWA menunjukkan minat investor pada sektor tambang masih cukup tinggi, meski indeks secara keseluruhan terkoreksi.
Top Gainers dan Top Losers
Beberapa saham mencatat lonjakan signifikan:
Top Gainers:
- PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL): +25,17%
- PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK): +24,79%
- PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK): +24,74%
- PT Indospring Tbk (INDS): +24,51%
- PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK): +24,40%
Top Losers:
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH): −14,93%
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS): −14,91%
- PT Hillcon Tbk (HILL): −13,98%
- PT Leyand International Tbk (LAPD): −12,84%
- PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS): −10,29%
Pergerakan tajam ini menunjukkan rotasi dana yang cepat pada saham-saham berkapitalisasi kecil.
Kinerja Sektor: Mana yang Bertahan?
Berikut ringkasan kinerja sektor hari ini:
| Sektor | Hari Ini |
|---|---|
| Finansial | -0,71% |
| Mineral Energi | +0,52% |
| Mineral Non-Energi | -1,70% |
| Utilitas | -2,25% |
| Industri Proses | -1,42% |
| Layanan Teknologi | -0,89% |
| Komunikasi | -1,55% |
| Konsumen Tidak Tahan Lama | +0,11% |
| Layanan Kesehatan | +0,05% |
| Layanan Konsumen | +0,74% |
Sektor mineral energi menjadi salah satu yang relatif bertahan. Dalam jangka lima tahun, sektor ini bahkan mencatat pertumbuhan ribuan persen.
Sebaliknya, sektor utilitas dan komunikasi mengalami tekanan lebih dalam.
IHSG Melemah, Strategi Selektif Jadi Kunci
IHSG hari ini yang ditutup melemah ke 8.212,27 mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang libur Imlek dan keputusan Bank Indonesia.
Tekanan global, sentimen AI, serta faktor domestik membuat pasar bergerak defensif. Namun, sejumlah saham dan sektor tertentu tetap menunjukkan ketahanan.
Berdasarkan pengalaman siklus pasar sebelumnya, koreksi menjelang momentum besar sering kali bersifat teknikal dan sementara. Investor jangka panjang biasanya memanfaatkan fase ini untuk melakukan akumulasi bertahap.
Yang terpenting, tetap perhatikan manajemen risiko dan jangan terpancing volatilitas jangka pendek. Pasar saham selalu bergerak dalam siklus. Dan di balik koreksi, sering kali tersimpan peluang.