
DOYANDUIT – Jika harus diringkas dalam satu kalimat, bentuk tertinggi kekayaan bukanlah memiliki rumah mewah, mobil mahal, atau rekening yang terus bertambah.
“Bentuk tertinggi kekayaan adalah kemampuan bangun pagi dan mengatakan, ‘Saya bisa melakukan apa yang ingin saya lakukan hari ini.'”
Kalimat inilah yang menjadi salah satu sorotan dalam kajian terbaru Dr. H. Fahruddin Faiz, dosen Aqidah dan Filsafat Islam di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus pengasuh Ngaji Filsafat yang dikenal luas di kalangan pencinta kajian pemikiran Islam dan filsafat.
Melalui pembahasan buku karya Morgan Housel, ia mengajak publik melihat kembali makna kekayaan yang sering kali dipahami hanya sebatas uang dan aset.
Kekayaan Tidak Selalu Tentang Angka di Rekening
Banyak orang mengira kebebasan finansial berarti memiliki uang sebanyak mungkin. Padahal dalam praktiknya, tidak sedikit orang berpenghasilan tinggi yang justru hidup dalam tekanan.
Target kerja terus bertambah. Pengeluaran ikut naik. Standar hidup makin mahal. Akhirnya uang yang seharusnya menjadi alat kebebasan justru berubah menjadi sumber kecemasan.
Menurut Morgan Housel, tujuan utama mengelola uang bukan sekadar memperkaya diri, melainkan menciptakan ruang untuk memilih hidup sesuai nilai yang diyakini.
Rasional dan Reasonable, Dua Hal yang Sering Tertukar
Salah satu poin menarik yang dijelaskan Fahruddin Faiz adalah perbedaan antara rational dan reasonable.
Secara sederhana:
| Rasional | Reasonable |
|---|---|
| Berdasarkan hitungan logis | Berdasarkan kondisi nyata |
| Fokus pada angka dan teori | Mempertimbangkan emosi dan kenyamanan |
| Ideal secara matematis | Masuk akal dalam kehidupan sehari-hari |
Contohnya saat seseorang memiliki utang cicilan. Secara matematis mungkin lebih menguntungkan membayar sesuai tenor sampai selesai.
Namun dalam beberapa kasus, ada orang yang memilih melunasi lebih cepat karena ingin merasa tenang dan bebas dari beban pikiran. Secara angka mungkin kurang optimal.
Tetapi secara mental lebih menenangkan. Dan bagi sebagian orang, ketenangan memiliki nilai yang sulit dihitung dengan kalkulator.
Menghadapi Ketidakpastian Lebih Penting daripada Meramal Masa Depan
Banyak orang menghabiskan energi untuk menebak masa depan. Mulai dari prediksi investasi, kondisi ekonomi, hingga peluang bisnis.
Masalahnya, hidup sering kali tidak berjalan sesuai perhitungan.
Krisis ekonomi.
Pandemi.
Perubahan teknologi.
Konflik geopolitik.
Semua itu pernah terjadi tanpa diduga banyak orang. Karena itulah Morgan Housel menekankan pentingnya kesiapan dibanding kemampuan meramal.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan
- Menyisihkan dana darurat
- Tidak menaruh seluruh investasi di satu instrumen
- Menghindari utang berlebihan
- Menyediakan margin keamanan dalam keuangan
- Tidak terlalu optimistis terhadap proyeksi masa depan
Berdasarkan pengalaman banyak keluarga saat pandemi, dana darurat sering menjadi pembeda antara kondisi yang masih terkendali dan situasi yang berubah menjadi krisis pribadi.
Paradoks Mobil Mewah: Orang Tidak Mengagumi Anda
Fahruddin Faiz menjelaskan, salah satu konsep paling menarik dalam buku Morgan Housel adalah Man in the Car Paradox.
Intinya sederhana. Ketika seseorang membeli mobil mewah dengan harapan dikagumi orang lain, yang terjadi justru sebaliknya.
Orang biasanya tidak berpikir:
“Wah, orang itu hebat.”
Mereka lebih sering berpikir:
“Kalau saya punya mobil itu pasti keren.”
Fokus perhatian mereka ada pada barangnya, bukan pada pemiliknya. Hal yang sama sering terjadi pada:
- Rumah mewah
- Jam tangan mahal
- Tas bermerek
- Gadget terbaru
- Simbol status lainnya
Inilah alasan mengapa budaya flexing sering gagal memberikan kepuasan jangka panjang. Pengakuan yang dicari ternyata tidak benar-benar datang.
Mengapa Banyak Orang Terjebak Utang?
Menurut Morgan Housel, akar masalah utang sering kali bukan bunga pinjaman. Melainkan faktor psikologis.
Penyebab yang sering ditemukan
| Faktor | Penjelasan |
|---|---|
| Keserakahan | Ingin lebih cepat kaya |
| Insecurity | Takut dianggap gagal atau tertinggal |
| Optimisme berlebihan | Merasa semua akan baik-baik saja tanpa perhitungan matang |
Dalam kehidupan sehari-hari, faktor kedua sering muncul tanpa disadari. Pengguna kartu kredit misalnya, membeli barang bukan karena kebutuhan, tetapi karena takut terlihat kurang berhasil dibanding lingkungan sekitarnya.
Cara Menambah Tabungan yang Sering Dilupakan
Banyak orang fokus mencari cara meningkatkan penghasilan. Padahal ada pendekatan lain yang lebih sederhana.
Yaitu menurunkan gengsi.
Morgan Housel menyebut kerendahan hati (humility) sebagai salah satu alat terbaik untuk memperkuat kondisi finansial.
Prinsipnya sederhana:
- Barang masih berfungsi, tidak perlu diganti
- Membeli karena kebutuhan, bukan pengakuan
- Mengurangi konsumsi impulsif
- Tidak terjebak tren sesaat
Saat ini, godaan belanja memang jauh lebih besar dibanding satu dekade lalu.
Diskon, flash sale, dan notifikasi aplikasi sering membuat keputusan belanja terasa mendesak padahal sebenarnya tidak.
Kalimat Pagi Orang Sukses yang Sesungguhnya
Ukuran kesuksesan bukan terletak pada seberapa banyak yang dimiliki. Melainkan seberapa besar kendali seseorang atas hidupnya.
Kalimat yang dianggap sebagai bentuk tertinggi kekayaan adalah:
“Saya bisa melakukan apa yang ingin saya lakukan hari ini.”
Bukan berarti berhenti bekerja. Bukan juga berarti hidup tanpa tanggung jawab.
Namun seseorang memiliki kebebasan memilih pekerjaan yang disukai, mengatur waktunya sendiri, dan tidak terus-menerus terpaksa mengikuti hal yang bertentangan dengan nilai hidupnya.
Pesan yang disampaikan Fahruddin Faiz melalui pemikiran Morgan Housel sebenarnya cukup sederhana: uang terbaik adalah uang yang memberi kebebasan, bukan yang justru membelenggu.
Mengejar penghasilan lebih tinggi tentu tidak salah.
Namun jika seluruh hidup habis untuk mengejar angka, sementara ketenangan, keluarga, dan kesehatan terabaikan, maka ada sesuatu yang perlu dievaluasi.
Mungkin kalimat pagi orang sukses bukan tentang berapa banyak uang yang dimiliki.
Melainkan kesadaran bahwa hari ini kita masih memiliki ruang untuk memilih, bertumbuh, dan menjalani hidup sesuai nilai yang kita yakini.