
DOYANDUIT – Di era digital seperti sekarang, tawaran kerja paruh waktu online semakin marak muncul di platform seperti WhatsApp, TikTok, atau media sosial lainnya. Sayangnya, tidak semua lowongan tersebut bisa dipercaya.
Belakangan, beredar pesan WhatsApp mengatasnamakan perusahaan besar seperti Shopee Indonesia yang menawarkan gaji harian fantastis hingga Rp2 juta.
Apakah kerja part time seperti ini benar adanya? Atau justru modus penipuan terkini? Simak ulasan lengkapnya untuk menghindari jebakan kerja paruh waktu palsu di tahun 2025!
Mengenal Modus Penipuan Kerja Paruh Waktu ala Shopee-TikTok
Beberapa waktu terakhir, banyak pengguna WhatsApp menerima pesan berisi tawaran kerja sampingan dari pihak yang mengklaim sebagai departemen SDM Shopee. Pesan tersebut menjanjikan gaji harian Rp200.000 hingga Rp2 juta hanya dengan bekerja 10-20 menit per hari. Tak hanya itu, pendatang baru juga diiming-imingi bonus langsung Rp20.000. Contoh isi pesannya adalah sebagai berikut:
“Hallo, nama saya Malia dari departemen SDM Shopee Indonesia. Kami membuka lowongan kerja paruh waktu online. Hanya perlu ponsel dan waktu luang. Pendaftar baru langsung dapat Rp20.000. Gaji harian Rp200.000–2.000.000. Jika tertarik, klik link berikut!”
Meski terdengar menggiurkan, ahli keamanan siber memastikan ini adalah modus penipuan. Pelaku memanfaatkan nama besar perusahaan untuk mengelabui korban agar mengklik tautan phishing. Tujuannya? Mencuri data pribadi atau menguras saldo dompet digital!
Cara Kerja Scam Lowongan Palsu 2025

Modus penipuan kerja paruh waktu terus berkembang. Di tahun 2025, para pelaku diperkirakan akan semakin kreatif memanfaatkan platform populer seperti TikTok atau WhatsApp. Berikut tiga skema yang perlu diwaspadai:
- Lowongan Palsu dengan Iming-iming Gaji Tinggi
Penipu membuat iklan seolah berasal dari perusahaan ternama. Mereka menawarkan pekerjaan “sangat mudah” seperti like, share, atau review konten. Namun, korban diminta membayar biaya pendaftaran atau pelatihan sebelum mulai bekerja. - Skema Ponzi Berkedok Kerja Online
Beberapa tawaran kerja meminta korban merekrut orang lain untuk mendapatkan komisi. Sistem ini mirip skema piramida, di mana uang dari anggota baru digunakan untuk membayar anggota lama. Pada akhirnya, jaringan ini akan kolaps dan pelaku kabur dengan uang korban. - Pencurian Data Pribadi
Tautan yang dibagikan dalam pesan WA atau komentar TikTok sering mengarah ke situs palsu. Di sana, korban diminta mengisi formulir berisi nomor KTP, rekening bank, atau kata sandi e-wallet. Data ini kemudian disalahgunakan untuk transaksi ilegal.
Tanda-tanda Lowongan Kerja Paruh Waktu Palsu
Agar tidak terjebak, kenali ciri-ciri tawaran kerja online yang meragukan:
- Proses Rekrutmen Tidak Jelas: Tidak ada wawancara atau tes kemampuan. Komunikasi hanya melalui WhatsApp atau DM tanpa alamat kantor resmi.
- Minta Bayaran di Awal: Segala bentuk biaya administrasi, pelatihan, atau pembelian alat kerja harus diwaspadai. Perusahaan legal tidak memungut biaya dari calon karyawan.
- Gaji Tidak Realistis: Iming-iming penghasilan Rp2 juta per hari untuk kerja 20 menit jelas tidak masuk akal. Bandingkan dengan standar upah minimum di wilayah Anda.
- Link Mencurigakan: Tautan pendaftaran tidak mengarah ke situs resmi perusahaan. Contohnya, domain Shopee seharusnya berakhiran .shopee.co.id, bukan link singkat atau situs asing.
Langkah Aman Mencari Kerja Paruh Waktu Online

Meski banyak modus penipuan, bukan berarti semua lowongan online itu palsu. Ikuti tips berikut untuk bekerja sampingan dengan aman:
- Verifikasi Sumber Lowongan: Cek langsung di website resmi perusahaan atau hubungi layanan pelanggan untuk memastikan kebenaran informasi.
- Hindari Berbagi Data Sensitif: Jangan berikan nomor KTP, PIN, atau OTP kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.
- Gunakan Platform Terpercaya: Manfaatkan situs job portal terverifikasi seperti LinkedIn, JobStreet, atau Glints untuk mencari kerja paruh waktu.
- Waspada terhadap Janji Manis: Jika tawaran gaji terlalu tinggi tanpa syarat khusus, besar kemungkinan itu scam.
Jangan Terlena, Selalu Lakukan Riset!
Meningkatnya kasus penipuan kerja paruh waktu di tahun 2025 harus menjadi perhatian serius. Ingat, perusahaan legal tidak akan merekrut karyawan melalui pesan broadcast atau komentar di media sosial. Selalu lakukan riset mendalam sebelum mengklik tautan atau memberikan data pribadi.
Jangan mudah tergiur oleh iming-iming penghasilan instan. Kerja online yang sah tetap membutuhkan proses dan usaha. Dengan tetap kritis dan hati-hati, Anda bisa terhindar dari modus penipuan terkini dan menemukan peluang kerja sampingan yang benar-benar menguntungkan!***