
DOYANDUIT – Emas bukan sekadar perhiasan yang mempercantik penampilan, tetapi juga merupakan investasi yang bernilai.
Namun, maraknya peredaran emas palsu dengan kode-kode yang membingungkan seperti YXY, AXA, 91,6, atau K18 membuat Anda harus lebih waspada.
Bagaimana cara membedakan emas asli dan palsu? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Mengenal Kode-Kode pada Emas
Kode pada emas menunjukkan kadar kemurnian emas tersebut. Berikut beberapa kode yang umum ditemukan:
- 24K (999): Emas murni dengan kadar 99,9%.
- 22K (916): Mengandung 91,6% emas murni.
- 18K (750): Mengandung 75% emas murni.
- 14K (585): Mengandung 58,5% emas murni.
- 10K (417): Mengandung 41,7% emas murni.
Kode seperti YXY dan AXA bukanlah standar internasional dan sering kali digunakan pada emas palsu atau replika. Oleh karena itu, penting untuk memahami arti dari setiap kode sebelum membeli emas.
Ciri-ciri Emas Asli
Untuk memastikan keaslian emas, perhatikan beberapa ciri berikut:
1. Warna dan Kilau
Emas asli memiliki warna kuning yang khas dan kilau yang tidak mudah pudar. Jika warna emas terlihat terlalu mencolok atau berubah seiring waktu, kemungkinan besar itu bukan emas asli.
2. Berat dan Kepadatan
Emas adalah logam yang padat dan berat. Jika perhiasan terasa ringan atau tidak sesuai dengan ukurannya, Anda patut curiga.
3. Tanda atau Cap
Emas asli biasanya memiliki cap yang menunjukkan kadar kemurniannya, seperti 750 untuk 18K atau 916 untuk 22K. Cap ini biasanya terletak di bagian yang tidak mencolok dari perhiasan.
4. Tidak Bereaksi dengan Asam
Emas murni tidak bereaksi terhadap asam nitrat. Jika emas berubah warna atau bereaksi saat terkena asam, kemungkinan besar itu palsu.
5. Tidak Bersifat Magnetis
Emas bukanlah logam magnetik. Jika perhiasan tertarik oleh magnet, itu bukan emas murni.

Ciri-ciri Emas Palsu
Sebaliknya, emas palsu memiliki beberapa ciri yang bisa dikenali:
1. Warna yang Tidak Merata
Emas palsu sering kali memiliki warna yang tidak merata atau terlihat terlalu mencolok.
2. Lapisan yang Mengelupas
Jika lapisan emas mulai mengelupas atau berubah warna setelah digunakan, itu adalah tanda emas palsu.
3. Tidak Ada Cap atau Tanda Kadar
Perhiasan tanpa cap atau tanda kadar emas patut dicurigai keasliannya.
4. Bereaksi dengan Asam
Emas palsu akan bereaksi saat terkena asam, seperti berubah warna atau menghasilkan gelembung.
5. Tertarik oleh Magnet
Jika perhiasan tertarik oleh magnet, itu bukan emas murni.
Tips Menghindari Emas Palsu
Untuk menghindari pembelian emas palsu, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
1. Beli di Toko Terpercaya
Pastikan Anda membeli emas di toko atau penjual yang memiliki reputasi baik dan terpercaya.
2. Periksa Sertifikat Keaslian
Emas asli biasanya disertai dengan sertifikat yang menunjukkan kadar kemurnian dan informasi lainnya.
3. Gunakan Aplikasi Pendeteksi Emas
Beberapa aplikasi smartphone dapat membantu Anda memverifikasi keaslian emas dengan memindai kode QR pada sertifikat atau menggunakan sensor khusus.
4. Lakukan Tes Sederhana
Anda bisa melakukan tes sederhana di rumah, seperti tes magnet atau menggosokkan emas pada keramik untuk melihat apakah meninggalkan bekas.
5. Konsultasi dengan Ahli
Jika ragu, konsultasikan dengan ahli atau bawa perhiasan Anda ke toko emas untuk diperiksa keasliannya.
Kesimpulan
Memahami kode dan ciri-ciri emas asli sangat penting untuk menghindari penipuan. Selalu waspada terhadap kode-kode yang tidak standar dan pastikan Anda membeli emas dari sumber yang terpercaya.
Dengan pengetahuan yang tepat, Anda dapat berinvestasi dalam emas dengan aman dan menguntungkan.***