
DOYANDUIT – Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan elemen penting dalam sistem perpajakan Indonesia, termasuk dalam transaksi domestik maupun internasional.
Bagi Anda yang menggunakan sistem Coretax untuk mengelola kewajiban perpajakan, memahami kode-kode yang tepat untuk pembuatan billing PPN sangatlah krusial.
Artikel ini akan membahas secara lengkap kode PPN dalam negeri dan kode billing PPN untuk jasa luar negeri dalam konteks Coretax.
Kode PPN Dalam Negeri di Coretax
Dalam sistem Coretax, setiap jenis pajak memiliki Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) yang spesifik. Untuk PPN dalam negeri, KAP yang digunakan adalah 411211. Berikut beberapa KJS yang terkait:
- 100: Setoran Masa PPN Dalam Negeri
- 101: Setoran PPN Barang Kena Pajak (BKP) Tidak Berwujud dari Luar Daerah Pabean
- 102: Setoran PPN Jasa Kena Pajak (JKP) dari Luar Daerah Pabean
- 103: Setoran Kegiatan Membangun Sendiri
- 104: Setoran Penyerahan Aktiva yang Menurut Tujuan Semula Tidak untuk Diperjualbelikan
Sebagai contoh, jika Anda ingin membayar PPN masa dalam negeri, Anda akan menggunakan kombinasi KAP-KJS 411211-100.
Penting untuk memastikan bahwa kombinasi KAP dan KJS yang Anda pilih sesuai dengan jenis transaksi yang dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam pelaporan dan pembayaran pajak.
Kode Billing PPN Jasa Luar Negeri
Transaksi jasa dengan penyedia dari luar negeri juga dikenakan PPN. Dalam hal ini, Anda sebagai penerima jasa bertanggung jawab untuk memotong dan menyetorkan PPN yang terutang.
Proses ini dikenal sebagai mekanisme self-assessment. Berikut langkah-langkah untuk membuat kode billing PPN jasa luar negeri di Coretax:
- Akses Sistem Coretax: Masuk ke akun Coretax Anda dengan menggunakan kredensial yang valid.
- Navigasi ke Menu Pembayaran: Setelah berhasil login, pilih menu “Pembayaran” untuk memulai proses pembuatan kode billing.
- Pilih Jenis Pajak: Pada opsi jenis pajak, pilih “PPN”.
- Masukkan KAP dan KJS yang Sesuai:
- KAP: 411211
- KJS: 102 (untuk JKP dari luar daerah pabean)
Kombinasi KAP-KJS ini, yaitu 411211-102, digunakan untuk pembayaran PPN atas jasa yang diperoleh dari luar negeri.
- Isi Detail Transaksi: Masukkan periode pajak, jumlah yang harus dibayarkan, dan informasi lain yang diminta oleh sistem. Pastikan semua data yang dimasukkan akurat untuk menghindari kesalahan dalam proses pembayaran.
- Generate Kode Billing: Setelah semua informasi terisi dengan benar, sistem akan menghasilkan kode billing yang dapat Anda gunakan untuk melakukan pembayaran melalui bank yang ditunjuk atau kanal pembayaran resmi lainnya.
Penting untuk dicatat bahwa pembayaran PPN atas jasa luar negeri harus dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah bulan terjadinya transaksi. Keterlambatan dalam pembayaran dapat mengakibatkan sanksi administrasi berupa denda.
Kode Akun Pajak dan Jenis Setoran
| No | KAP | KJS | KAP-KJS | Deskripsi KAP | Deskripsi KJS |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 411119 | 100 | 411119-100 | PPh Migas Lainnya | Masa |
| 2 | 411119 | 200 | 411119-200 | PPh Migas Lainnya | Tahunan |
| 3 | 411125 | 100 | 411125-100 | PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi | Masa |
| 4 | 411125 | 101 | 411125-101 | PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi | Masa OP Pengusaha Tertentu |
| 5 | 411126 | 100 | 411126-100 | PPh Pasal 25/29 Badan | Masa |
| 6 | 411128 | 111 | 411128-111 | PPh Final | Pembayaran PPh Final PMSE |
| 7 | 411128 | 402 | 411128-402 | PPh Final | PPh Final Pasal 4 (2) atas Pengalihan Hak Tanah/Bangunan |
| 8 | 411128 | 403 | 411128-403 | PPh Final | PPh Final Pasal 4 (2) atas Sewa Tanah/Bangunan |
| 9 | 411128 | 416 | 411128-416 | PPh Final | PPh Final Pasal 19 atas Revaluasi Aktiva Tetap |
| 10 | 411128 | 420 | 411128-420 | PPh Final | PPh Final UMKM Setor Sendiri |
| 11 | 411211 | 100 | 411211-100 | PPN Dalam Negeri | Masa |
| 12 | 411211 | 200 | 411211-200 | PPN Dalam Negeri | Tahunan |
| 13 | 411212 | 100 | 411212-100 | PPN Impor | Masa |
| 14 | 411219 | 100 | 411219-100 | PPN Lainnya | Masa |
| 15 | 411219 | 200 | 411219-200 | PPN Lainnya | Tahunan |
| 16 | 411221 | 100 | 411221-100 | PPnBM Dalam Negeri | Masa |
| 17 | 411221 | 200 | 411221-200 | PPnBM Dalam Negeri | Tahunan |
| 18 | 411222 | 100 | 411222-100 | PPnBM Impor | Masa |
| 19 | 411229 | 100 | 411229-100 | PPnBM Lainnya | Masa |
| 20 | 411229 | 200 | 411229-200 | PPnBM Lainnya | Tahunan |
| 21 | 411611 | 100 | 411611-100 | Pajak Rokok | Masa |
| 22 | 411611 | 200 | 411611-200 | Pajak Rokok | Tahunan |
| No | Kode Akun | Kode Jenis Pajak | Kode Gabungan | Jenis Pajak | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| 23 | 411211 | 140 | 411211-140 | PPN Dalam Negeri | Pembayaran Kembali oleh PNABI atas PPN yang Seharusnya Tidak Diberikan Pembebasan |
| 24 | 411212 | 100 | 411212-100 | PPN Impor | Masa |
| 25 | 411212 | 101 | 411212-101 | PPN Impor | BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean |
| 26 | 411212 | 102 | 411212-102 | PPN Impor | Masa atas SP3DRI |
| 27 | 411212 | 121 | 411212-121 | PPN Impor | PPN Impor semula dapat fasilitas dapat dikreditkan |
| 28 | 411212 | 122 | 411212-122 | PPN Impor | PPN Impor semula dapat fasilitas tidak dapat dikreditkan |
| 29 | 411212 | 900 | 411212-900 | PPN Impor | Pemungutan oleh Non-Bendaharawan |
| 30 | 411212 | 910 | 411212-910 | PPN Impor | Pemungutan oleh Bendaharawan |
| 31 | 411219 | 100 | 411219-100 | PPN Lainnya | Masa |
| 32 | 411219 | 900 | 411219-900 | PPN Lainnya | Pemungutan oleh Non-Bendaharawan |
| 33 | 411221 | 107 | 411221-107 | PPn BM Dalam Negeri | PPn BM Dalam Negeri atas penyerahan BKP di KPBPB |
| 34 | 411221 | 108 | 411221-108 | PPn BM Dalam Negeri | Pembayaran PPnBM tanggung jawab secara renteng |
| 35 | 411221 | 109 | 411221-109 | PPn BM Dalam Negeri | Penyerahan Barang Kena Pajak melalui Juru Lelang |
| 36 | 411221 | 122 | 411221-122 | PPn BM Dalam Negeri | PPn BM Dalam Negeri yang semula mendapatkan fasilitas tidak dapat dikreditkan |
| 37 | 411221 | 140 | 411221-140 | PPn BM Dalam Negeri | Pembayaran Kembali oleh PNABI atas PPnBM yang Seharusnya Tidak Diberikan Pembebasan |
| 38 | 411222 | 102 | 411222-102 | PPn BM Impor | Masa atas SP3DRI |
| 39 | 411222 | 900 | 411222-900 | PPn BM Impor | Pemungutan oleh Non-Bendaharawan |
| 40 | 411222 | 910 | 411222-910 | PPn BM Impor | Pemungutan oleh Bendaharawan |
| 41 | 411229 | 100 | 411229-100 | PPn BM Lainnya | Masa |
| 42 | 411229 | 900 | 411229-900 | PPn BM Lainnya | Pemungutan oleh Non-Bendaharawan |
| 43 | 411611 | 100 | 411611-100 | Bea Meterai | Pembayaran Bea Meterai dengan setoran SSP |
| 44 | 411611 | 101 | 411611-101 | Bea Meterai | Pelunasan Bea Meterai dengan sistem komputerisasi |
| 45 | 411611 | 102 | 411611-102 | Bea Meterai | Penebusan meterai elektronik oleh Authorized Distributor |
| 46 | 411611 | 201 | 411611-201 | Bea Meterai | Deposit Mesin Teraan Digital |
| 47 | 411611 | 512 | 411611-512 | Bea Meterai | Sanksi Administrasi Pemetereian Kemudian |
| 48 | 411612 | 100 | 411612-100 | PPn Benda Meterai | Penjualan Meterai Tempel |
| 49 | 411613 | 100 | 411613-100 | PPn Batubara | Masa |
| 50 | 411618 | 100 | 411618-100 | Pajak Tidak Langsung Lainnya Deposit | Setoran untuk Deposit Pajak |
| 51 | 411618 | 200 | 411618-200 | Pajak Tidak Langsung Lainnya Deposit | Pembayaran untuk Permohonan Perpanjangan Jangka Waktu Penyampaian SPT Tahunan |
| 52 | 411619 | 100 | 411619-100 | Pajak Tidak Langsung Lainnya | Masa |
| 53 | 411619 | 530 | 411619-530 | Pajak Tidak Langsung Lainnya | Pembayaran untuk Penghentian Penyidikan Pasal 44B UU KUP |
| 54 | 411619 | 900 | 411619-900 | Pajak Tidak Langsung Lainnya | Pemungutan oleh Non-Bendaharawan |
| 55 | 411619 | 910 | 411619-910 | Pajak Tidak Langsung Lainnya | Pemungutan oleh Bendaharawan |

Perubahan Terbaru dalam Sistem Coretax
Seiring dengan perkembangan teknologi dan regulasi, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus melakukan pembaruan pada sistem perpajakan.
Salah satu pembaruan terbaru adalah implementasi sistem Coretax yang bertujuan untuk mempermudah wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan mereka. Berikut beberapa perubahan penting yang perlu Anda ketahui:
- Pembuatan Kode Billing Terkait SPT: Untuk KAP-KJS tertentu, seperti 411211-100 (PPN Dalam Negeri), kode billing hanya dapat dibuat setelah draft Surat Pemberitahuan (SPT) terbentuk.Artinya, Anda tidak dapat membuat kode billing secara mandiri sebelum menyelesaikan draft SPT.
- Otomatisasi Kode Billing untuk Tagihan Pajak: Sistem Coretax kini memungkinkan pembuatan kode billing secara otomatis untuk tagihan pajak yang belum terbayar.Anda cukup memilih tagihan yang ingin dibayarkan dari daftar yang tersedia, dan sistem akan menghasilkan kode billing tanpa perlu input manual.
Perubahan ini dirancang untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam proses pembayaran pajak, serta meminimalkan potensi kesalahan yang dapat terjadi akibat input manual.
Kesimpulan
Memahami dan menggunakan kombinasi KAP dan KJS yang tepat dalam sistem Coretax sangat penting untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan di Indonesia.
Baik dalam transaksi domestik maupun internasional, ketepatan dalam pembuatan kode billing akan mempermudah proses pembayaran dan pelaporan pajak Anda.
Selalu perbarui informasi Anda terkait perubahan sistem dan regulasi terbaru untuk memastikan semua kewajiban perpajakan terpenuhi dengan baik.***