
DOYANDUIT – Aplikasi Uang Kuy sempat muncul di Google Play Store dan telah diunduh lebih dari 50.000 kali sebelum akhirnya hilang dari peredaran. Aplikasi ini menawarkan pinjaman cepat dengan klaim limit maksimal hingga Rp5 juta dan tenor hingga 180 hari.
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, layanan yang ditawarkan memunculkan banyak pertanyaan, terutama terkait transparansi dan keamanan data pengguna.
Saat pengguna pertama kali membuka aplikasi, mereka langsung diarahkan ke halaman utama yang menampilkan jumlah pinjaman maksimal dan informasi singkat seputar proses pengajuan.
Tidak ada banyak menu atau fitur pendukung yang ditampilkan, yang membuatnya terkesan minim transparansi.
Proses Pengajuan dan Fakta di Balik Layanan
Tahapan Pengajuan
Untuk mengajukan pinjaman, pengguna diharuskan:
- Mengunggah dokumen KTP
- Mengisi informasi dasar
- Memberikan akses ke kontak telepon dan rekening bank
Setelah proses ini selesai, pengguna akan mendapatkan penawaran pinjaman berdasarkan analisis kredit. Namun, yang menjadi sorotan adalah fakta bahwa Uang Kuy tidak memberikan pinjaman langsung, melainkan hanya bertindak sebagai perantara yang merekomendasikan layanan pinjol lain.
Dihubungkan ke Pinjol Ilegal
Masalah utama muncul ketika rekomendasi yang diberikan justru mengarah pada penyedia pinjaman ilegal. Dalam salah satu contoh yang dibagikan dalam video ulasan YouTube Muhamad Ardin, pengguna mengisi data dan ditawari pinjaman Rp1,8 juta.
Namun, dari jumlah itu, hanya sekitar Rp1,115 juta yang diterima karena potongan biaya layanan sebesar Rp675 ribu. Pinjaman ini pun harus dilunasi dalam waktu 7 hari, dengan total pengembalian Rp1,8 juta penuh.
Kondisi ini tentu sangat merugikan, terlebih untuk pengguna yang benar-benar membutuhkan dana darurat. Potongan biaya tinggi, jangka waktu singkat, serta risiko bunga mencekik adalah ciri umum pinjol ilegal yang sangat patut diwaspadai.
Testimoni Pengguna yang Meresahkan
Sejumlah komentar dari pengguna di kanal YouTube menguatkan kesan negatif terhadap aplikasi ini. Salah satunya berasal dari akun @inda***8 yang menulis:
“Uang Kuy sebar data, enggak pinjam tapi ada yg nagih, seolah-olah kita pinjam. Belum jatuh tempo sudah ditagih dan kasar. Jangan sampai instal apk ini.”
Sementara itu, akun lain, @mi***Gb, mengungkapkan kekhawatiran terhadap penyalahgunaan data:
“Ambil data lalu ditolak, pintar banget cara mainnya. Yang ditakutkan data kita disalahgunakan, tahu-tahu ada tagihan padahal sebelumnya ditolak.”
Komentar-komentar ini mencerminkan keresahan pengguna, terutama soal praktik penagihan yang tidak sesuai dan ancaman kebocoran data pribadi.

Saat Ini Sudah Tidak Tersedia di Play Store
Pantauan terbaru menunjukkan bahwa aplikasi Uang Kuy sudah tidak tersedia di Google Play Store. Hilangnya aplikasi dari platform resmi ini bisa menjadi sinyal peringatan.
Biasanya, aplikasi yang diturunkan dari Play Store memiliki catatan pelanggaran kebijakan, baik dari sisi keamanan pengguna maupun legalitas layanan.
Meski demikian, bukan berarti aplikasi ini sepenuhnya hilang dari peredaran. Beberapa APK pihak ketiga masih memungkinkan pengguna untuk mengunduh dan menginstalnya secara manual.
Namun, tindakan ini sangat tidak disarankan mengingat risiko keamanan data dan tidak adanya jaminan perlindungan hukum bagi pengguna.
Lebih Baik Waspada daripada Menyesal
Dari penelusuran dan pengalaman pengguna, aplikasi Uang Kuy lebih banyak memberikan tanda-tanda merah ketimbang manfaat nyata. Meski menawarkan pinjaman cepat dengan nominal besar, faktanya:
- Layanan diarahkan ke pinjol ilegal
- Biaya layanan sangat tinggi
- Tenor pendek dan sistem pengembalian penuh
- Praktik pengambilan dan penyebaran data pengguna patut dicurigai
Jika Anda tengah membutuhkan dana darurat, sangat disarankan untuk hanya mengajukan pinjaman melalui layanan resmi yang terdaftar di OJK dan memiliki rekam jejak yang jelas.
Pastikan juga untuk membaca ulasan pengguna lain dan tidak tergiur oleh proses yang tampak mudah tapi menyimpan risiko besar di belakangnya.