Pengalaman Pinjam di Apk Artha Niaga, Begini Ulasan dan Keluhan Pengguna

8 Oktober 2025 12:00
Bagikan :
Pengalaman Pahit Pinjam Uang di Artha Niaga

DOYANDUIT – Aplikasi Artha Niaga dikenal sebagai salah satu koperasi simpan pinjam (KSP) yang terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Status legalitas ini membuat banyak orang merasa lebih aman ketika mengajukan pinjaman. Salah satu pengguna menceritakan pengalamannya mengajukan pinjaman tanpa perlu banyak dokumen, cukup KTP, informasi alamat, jenis pekerjaan, penghasilan bulanan, dua kontak darurat, dan nomor rekening.

Setelah data dimasukkan, proses verifikasi berlangsung cepat dan limit pinjaman pun muncul. Dalam kasus ini, pengguna mendapatkan limit sebesar Rp1 juta dengan tenor 40 hari.

Sekilas, hal ini terlihat menguntungkan, terutama bagi mereka yang membutuhkan dana cepat. Namun, pengalaman berikutnya justru membawa banyak catatan penting.

Limit Bukan Jaminan Pencairan

Meski sudah mendapat limit pinjaman, tidak semua pengajuan langsung dicairkan. Pengguna tersebut mendapat notifikasi penolakan dengan keterangan bahwa peninjauan ulang baru bisa dilakukan sekitar dua minggu setelah pengajuan pertama. Artinya, memiliki limit tidak otomatis berarti pinjaman akan cair.

Penyebab utama penolakan biasanya terletak pada skor kredit. Mereka yang memiliki riwayat pembayaran buruk atau pernah gagal bayar (galbay) di aplikasi pinjaman online lain akan lebih sulit mendapatkan persetujuan.

Sementara itu, pengguna dengan skor kredit yang baik umumnya lebih mudah disetujui. “Kalau memiliki skor kredit yang buruk seperti saya, akan sedikit sulit untuk dicairkan,” ujarnya.

Bunga Tinggi dan Tenor Pendek Jadi Sorotan

Bagian yang paling mengejutkan muncul saat melihat perhitungan pengembalian. Untuk pinjaman Rp1 juta, jumlah yang harus dikembalikan mencapai sekitar Rp1.335.000.

Biaya tersebut terdiri dari bunga dan biaya lain sebesar Rp300.000, asuransi Rp20.000, serta simpanan wajib Rp5.000. Dalam waktu 40 hari, angka ini tergolong tinggi.

Lebih lanjut, jadwal pembayaran juga tidak seperti yang ditawarkan. Meski tenor disebut 40 hari, sistem pembayaran justru terbagi menjadi dua tahap: cicilan pertama sekitar 15 hari setelah pencairan, dan cicilan kedua pada hari ke-40.

Nominal cicilan pertama cukup besar, bisa mencapai Rp900.000 hingga lebih dari Rp1 juta, sedangkan sisanya dilunasi pada pembayaran kedua. Skema ini sering kali membuat peminjam merasa terkecoh.

Pengalaman Pengguna: Dari Keluhan hingga Rasa Kapok

Keluhan terhadap sistem Artha Niaga tidak hanya datang dari satu orang. Di kolom ulasan Play Store, banyak pengguna membagikan pengalaman yang serupa.

Adam Alfikri, misalnya, menulis: “Pertanggal 10-9-2025 saya uninstall apk ini, karena bunga terlalu besar dan pengembalian dana sangat singkat. Waktu pembayaran cicilan pertama 7 hari setelah dana cair dan bunganya besar banget.”

Nining menambahkan pengalaman buruknya terkait sistem penagihan. “Aplikasi yang sangat merugikan. Teruntuk kalian yang mungkin bingung dalam mencari pinjaman, jangan sampai tertipu daya dengan aplikasi ini. Tenor sangat rendah, tidak ada notifikasi pengingat, langsung ada tim penagih yang SMS ke nomor kita dan tim penagih sangat keras dan kasar,” tulisnya.

Keluhan serupa datang dari Eva Mutia. Ia mengaku kaget dengan sistem pembayaran yang tidak sesuai ekspektasi. “Parah bunganya gak ngotak. Minjem 1 juta, balikinnya 1,3 lebih hampir 1,4 juta. Udah gitu tertera pinjaman 40 hari, begitu ngajuin pas di ACC waktu pembayaran dibagi dua, jatuh tempo pertama 2 minggu, jatuh tempo kedua 2 minggu lebih. Kirain bener-bener yang 40 hari kemudian baru balikin. Ini mending saya cancel pinjaman, nyekek banget.”

Ni Wayan Merti pun menyampaikan hal serupa. Ia menganggap informasi yang ditampilkan tidak konsisten. “Saya pinjam uang di app ini, pada saat pinjam ditulis pelunasannya adalah 40 hari, tapi ternyata jatuh tempo pembayaran adalah 2 minggu. Ini tidak sesuai dengan apa yang ditawarkan,” ujarnya kecewa.

Pentingnya Memahami Detail Sebelum Mengajukan Pinjaman

Pengalaman-pengalaman tersebut memberikan pelajaran penting bagi siapa pun yang ingin meminjam uang secara online. Meski legalitas dan proses pengajuan tampak meyakinkan, detail biaya dan skema pembayaran perlu diperhatikan dengan cermat.

Informasi tentang bunga, biaya tambahan, dan jadwal pembayaran sebaiknya dipahami sejak awal agar tidak menimbulkan kejutan yang tidak menyenangkan di kemudian hari.

Selain itu, menjaga skor kredit tetap baik sangat menentukan peluang pencairan. Keterlambatan atau kegagalan pembayaran di aplikasi lain dapat berdampak langsung terhadap penilaian kredit, sehingga memperkecil kemungkinan persetujuan pinjaman berikutnya.

Waspada dan Bijak Mengelola Pinjaman Online

Pinjaman online seperti Artha Niaga bisa menjadi solusi jangka pendek saat kondisi darurat, tetapi risiko yang menyertainya juga besar.

Proses pengajuan yang mudah dan pencairan cepat sering kali menutupi fakta tentang bunga tinggi dan tenor pendek yang membebani peminjam.

Banyak pengguna mengaku kapok setelah mengalami sendiri bunga yang mencekik dan sistem pembayaran yang membingungkan.

Sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman, penting untuk membaca syarat dan ketentuan dengan teliti, memahami seluruh biaya yang dikenakan, serta memastikan kemampuan membayar tepat waktu.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050