
Doyan Duit – Satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Bupati Indramayu Lucky Hakim bersama Wakil Bupati Syaefudin mulai menjalankan berbagai langkah pembangunan melalui visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong). Dalam periode awal kepemimpinan ini, pemerintah daerah menggulirkan 14 Program Percepatan yang dirancang untuk mendorong perubahan di berbagai sektor sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Program-program tersebut tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat sumber daya manusia, meningkatkan pelayanan publik, hingga memperluas akses ekonomi bagi masyarakat di tingkat desa.
Program REANG sebagai Kerangka Pembangunan Daerah
Visi REANG menjadi landasan utama dalam arah pembangunan Kabupaten Indramayu. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah berupaya membangun keseimbangan antara pembangunan ekonomi, penguatan nilai sosial, serta peningkatan kualitas layanan publik.
Dalam implementasinya, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Langkah ini dilakukan agar kebijakan pembangunan tidak berhenti pada konsep, tetapi memberikan dampak nyata di lapangan.
Mendorong Aktivitas Ekonomi dari Infrastruktur
Perbaikan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam upaya menggerakkan ekonomi lokal. Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, mobilitas masyarakat, hingga aktivitas perdagangan.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun 2025, sejumlah pekerjaan infrastruktur telah direalisasikan sepanjang tahun pertama pemerintahan Lucky Hakim.
Realisasi tersebut mencakup pemeliharaan rutin 74 ruas jalan sepanjang 270 kilometer, rekonstruksi 32 ruas jalan kabupaten sepanjang 28 kilometer, serta rehabilitasi 349 titik jalan desa sepanjang 75 kilometer.
Beberapa proyek strategis juga telah diselesaikan, seperti pembangunan jalan beton sepanjang 2,6 kilometer di ruas Situraja–Kiarapayung serta perbaikan ruas jalan Pondoh. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperlancar distribusi barang dan jasa.
Sektor Pertanian Tetap Jadi Penopang Ekonomi
Sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, sektor pertanian tetap menjadi perhatian penting dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Indramayu berupaya menjaga stabilitas produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan 31 demplot pertanian di seluruh kecamatan. Demplot tersebut berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan percontohan bagi petani dalam menerapkan metode pertanian yang lebih efektif.
Upaya pengendalian hama juga dilakukan melalui pendekatan alami dengan pelepasan predator seperti ular dan burung hantu untuk menekan populasi tikus di area persawahan.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat perlindungan bagi petani melalui Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang bertujuan melindungi petani dari risiko kerugian akibat gagal panen.
Pendidikan dan Kesehatan untuk Mendukung Produktivitas
Penguatan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah daerah mengembangkan program Indramayu Belajar, yang di dalamnya mencakup kehadiran Sekolah Rakyat serta program Sanggar Seni Masuk Sekolah (SSMS).
Program tersebut bertujuan memberikan ruang bagi pengembangan kemampuan akademik sekaligus pelestarian seni dan budaya lokal di kalangan pelajar.
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah juga merencanakan pengaktifan kembali bangunan bekas RS Reysa di Cikedung Lor menjadi rumah sakit umum daerah (RSUD). Langkah ini diambil untuk memperluas akses layanan kesehatan sekaligus mengurangi kepadatan pasien di fasilitas kesehatan di pusat kota.
Selain pengembangan fasilitas kesehatan, pemerintah juga mengoptimalkan layanan BPJS, melakukan upaya penurunan angka stunting, serta menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.
Pelayanan Publik dan Iklim Usaha Dipercepat
Upaya menggerakkan ekonomi daerah juga dilakukan melalui peningkatan pelayanan publik dan perbaikan iklim usaha. Pemerintah Kabupaten Indramayu meluncurkan Super Apps Wong Reang serta kanal pengaduan Wong Reang Wadul sebagai sarana komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan maupun keluhan secara langsung. Data Diskominfo menunjukkan bahwa dalam 100 hari pertama, terdapat 929 aduan yang masuk melalui kanal tersebut.
Dari jumlah tersebut, 871 aduan atau sekitar 93 persen telah ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.
Selain itu, pemerintah daerah juga mempercepat proses pelayanan perizinan usaha. Tercatat sekitar 1.000 izin usaha telah ditandatangani dalam waktu relatif singkat sebagai bagian dari upaya memperkuat iklim investasi dan kegiatan usaha di daerah.
Langkah reformasi birokrasi juga dilakukan melalui pengisian jabatan direksi di sejumlah BUMD, seperti PT. BWI dan Perumda Tirta Darma Ayu, melalui mekanisme seleksi terbuka.
Program Sosial dan Lingkungan Mendukung Kesejahteraan Warga
Program pembangunan di Indramayu juga mencakup aspek sosial dan lingkungan. Pemerintah daerah meluncurkan program “REANG EMAN NING SEMA” (Sayangi Ibu) yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) sebagai pendamping bagi warga lanjut usia.
Program ini bertujuan memastikan para lansia tetap mendapatkan perhatian serta dukungan dalam kehidupan sehari-hari.
Di bidang lingkungan dan permukiman, pemerintah daerah juga membangun sejumlah fasilitas dasar untuk masyarakat, di antaranya:
- SPAM (Sumur Bor) di 16 desa untuk meningkatkan akses air bersih.
- SPALD (MCK) sebanyak 184 unit di 9 desa guna memperbaiki fasilitas sanitasi masyarakat.
- Normalisasi sungai melalui pengerukan di 13 muara sungai untuk mengurangi potensi banjir serta mendukung aktivitas nelayan.
Tantangan Pembangunan ke Depan
Satu tahun kepemimpinan Lucky Hakim dan Syaefudin menjadi fase awal dalam pelaksanaan visi pembangunan daerah. Berbagai program yang telah berjalan diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meski sejumlah program telah menunjukkan hasil, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi pertumbuhan ekonomi serta memastikan pemerataan pembangunan hingga wilayah pelosok desa.
Dengan semangat REANG, pemerintah Kabupaten Indramayu berupaya melanjutkan berbagai program pembangunan yang telah berjalan agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.***