
DOYANDUIT – PT Bandung Eco Sinergi Teknologi (PT BEST) dikenal sebagai perusahaan yang menawarkan produk penghemat bahan bakar bernama Eco Racing.
Perusahaan ini mengklaim bahwa produk mereka mampu menghemat konsumsi BBM hingga 50% dan menghilangkan emisi gas CO secara total.
Namun, klaim tersebut menuai skeptisisme dari berbagai kalangan, terutama karena kurangnya bukti ilmiah yang mendukung efektivitas produk tersebut.
Skema Bisnis: Antara MLM dan Perekrutan Anggota
PT BEST mengadopsi sistem Multi Level Marketing (MLM) dalam operasional bisnisnya. Untuk bergabung sebagai anggota, seseorang diwajibkan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp100.000 dan membeli produk senilai Rp2,5 juta.
Perusahaan menjanjikan bahwa produk yang diterima memiliki nilai lebih tinggi dari harga yang dibayarkan. Namun, banyak anggota yang merasa produk tersebut sulit dijual di pasaran, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai nilai sebenarnya dari produk tersebut.
Fokus utama dalam skema ini lebih condong pada perekrutan anggota baru daripada penjualan produk itu sendiri. Anggota didorong untuk merekrut orang lain dengan iming-iming bonus dan komisi yang menggiurkan.
Legalitas dan Kontroversi
OJK melalui Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) telah memantau aktivitas PT BEST sejak 2018.
Meskipun perusahaan ini telah memperoleh izin usaha dari Kementerian Perdagangan pada Oktober 2019, OJK tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dengan modal kecil.
Sebagai contoh, PT BEST pernah menawarkan kesempatan mendapatkan mobil mewah seperti Fortuner dan perjalanan ke luar negeri hanya dengan investasi sebesar Rp2,6 juta.
OJK menekankan pentingnya prinsip 2L: Legal dan Logis, dalam mempertimbangkan investasi.
Testimoni dan Pengalaman Anggota
Banyak individu mengungkapkan kekecewaan terhadap PT Bandung Eco Sinergi Teknologi (PT BEST).
Selai itu, tablet Eco Racing yang diklaim mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 50% dan menghilangkan emisi gas CO secara total kurang bukti ilmiah. Ketika diminta pembuktian oleh berbagai pihak, termasuk tokoh di dunia otomotif, respons yang diberikan dianggap tidak memadai.
Fokus utama perusahaan pada perekrutan anggota baru daripada penjualan produk. Anggota didorong untuk merekrut orang lain dengan iming-iming bonus dan komisi yang menggiurkan.
Bonus-bonus mobil mewah, rumah, sepeda motor baru dan saldo besar di rekening inilah yang jadi andalan member PT Best untuk flexing kepada calon “nasabah”.
Namun, untuk mencapai reward tertentu, seperti motor atau mobil, anggota harus merekrut sejumlah besar anggota baru atau melakukan pembelian ulang (repeat order) dalam jumlah besar. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan keadilan dalam sistem reward yang diterapkan.
“Katakanlah dapat reward motor. Kamu harus ajak 200 orang kanan kiri biar dapat reward. Lebih mudah RO (belanja ulang) daripada rekrut member berjumlah 200 orang. Apalagi barusan saya lihat kalau gak RO maka akunnya akan di nonaktifkan. Tinggal kalikan saja, 200×2.000.000= 400.000.000. Dan kamu cuma dapat reward motor senilai 20 juta saja. Sisanya kemana? Ya masuk kantong owner. Gak heran kalau owner dan adiknya pamer deretan mobil sport mewah mulu. Lihat saja di akun facebook atau IGnya. Tiada hari tanpa pamer mobil mewah,” tulis Rara N. S. di situs Quora.
Potensi Kerugian Join MLM
Kesulitan Merekrut Anggota Baru
Salah satu tantangan utama dalam bisnis MLM adalah kesulitan dalam merekrut anggota baru. Banyak orang enggan bergabung karena pandangan negatif terhadap MLM, sehingga upaya perekrutan sering kali menemui hambatan.
Harga Produk yang Relatif Mahal
Produk yang ditawarkan dalam MLM sering kali memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan produk serupa di pasaran. Hal ini dapat menyulitkan Anda dalam menjual produk tersebut, terutama jika konsumen merasa bahwa harga tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh.
Fokus pada Perekrutan daripada Penjualan Produk
Beberapa perusahaan MLM cenderung lebih menekankan perekrutan anggota baru dibandingkan penjualan produk itu sendiri. Hal ini dapat menyebabkan peserta lebih fokus pada membangun jaringan daripada memasarkan produk, yang pada akhirnya dapat merugikan mereka yang tidak berhasil merekrut anggota baru.
Potensi Terjebak dalam Skema Piramida
Tidak semua MLM beroperasi secara etis. Beberapa di antaranya beroperasi dengan model yang mirip skema piramida, di mana pendapatan utama diperoleh dari biaya pendaftaran anggota baru, bukan dari penjualan produk. Peserta yang bergabung belakangan sering kali mengalami kerugian karena struktur ini tidak berkelanjutan.
Pendapatan yang Tidak Menentu
Cerita sukses MLM yang fokus mencari member hanyalah di anggota-anggota awal di puncak piramida. Sebagian besar peserta tidak mencapai tingkat pendapatan yang signifikan. Bahkan banyak yang hanya menjadi sapi perahan untuk repeat order agar akunnya tidak dibekukan.
Kesimpulan
PT Bandung Eco Sinergi Teknologi (PT BEST) menawarkan peluang bisnis melalui skema MLM dengan produk utama Eco Racing. Namun, klaim mengenai efektivitas produk dan model bisnis yang lebih menekankan perekrutan anggota baru menimbulkan skeptisisme dan kontroversi.
Meskipun telah memiliki izin resmi, penting bagi Anda untuk mempertimbangkan dengan cermat sebelum memutuskan untuk bergabung atau berinvestasi dalam bisnis ini.
Selalu lakukan riset mendalam dan pertimbangkan risiko yang ada sebelum mengambil keputusan.***