
DOYANDUIT – Aplikasi Singa merupakan salah satu platform pinjaman online (pinjol) yang masih aktif beroperasi di tahun 2025. Dalam video review oleh channel Vic Project Continue, aplikasi ini digambarkan memiliki proses pengajuan yang cukup sederhana dan pencairan yang tergolong cepat.
Namun, banyak pengguna justru menyoroti tenor pembayaran dan besaran cicilan awal yang dianggap tidak proporsional.
Dalam pengajuan pertama, pengguna biasanya diberikan limit pinjaman awal sebesar Rp1.100.000. Namun, seperti yang ditunjukkan dalam video, pencairan dana yang diterima tidak sepenuhnya utuh karena ada sejumlah potongan biaya di awal.
“Untuk tenor pertama jatuh tempo 15 hari setelah pencairan, dengan tagihan yang lumayan besar,” ujar reviewer dalam video tersebut.
Rincian Tenor Pembayaran Aplikasi Singa
Berbeda dari kebanyakan aplikasi pinjaman digital lain yang menerapkan skema bulanan atau mingguan secara konsisten, Singa menggunakan pola pembayaran yang sedikit unik:
- Tenor 1: Jatuh tempo dalam 15 hari sejak dana dicairkan.
- Tenor 2: 1 bulan setelah tenor pertama.
- Tenor 3: 1 bulan 15 hari dari tenor kedua.
- Tenor 4: 15 hari setelah tenor ketiga.
Siklus ini membuat total masa cicilan berlangsung sekitar 3 bulan, tetapi dengan beban pembayaran awal yang tinggi, terutama pada tenor pertama. Berdasarkan tangkapan layar dalam video, tagihan pertama bisa mencapai lebih dari 70% dari jumlah pinjaman.
Respons dan Keluhan Pengguna Terbaru
Meski proses pencairan cepat, banyak pengguna di kolom komentar Play Store maupun media sosial menyuarakan ketidakpuasan terhadap sistem bunga, potongan tidak transparan, dan perlakuan debt collector sebelum jatuh tempo.
And***990, seorang pengguna, menulis, “Tenor pertama gede amat, awal pembayaran cuma 14 hari, aplikasi tidak guna… apabila data saya disalahgunakan, saya tidak akan bertanggung jawab!”
Hal serupa disampaikan oleh Ru***ono yang mengeluhkan bunga tinggi serta teror penagihan sebelum jatuh tempo. “Kita sudah di teror abis-abisan padahal masih ada 4 hari sebelum jatuh tempo. Setelah lunas pun, kita tidak bisa ajukan lagi,” ujarnya.
Keluhan soal bunga juga diutarakan oleh Suh***Ayu. “Pinjam Rp800 ribu, bunganya Rp600 ribu. Tidak ada keterangan jelas, yang dicairkan cuma Rp800 ribu padahal harusnya Rp1 juta. Ini aplikasi jebakan,” tegasnya.

Catatan Tambahan dan Pertimbangan
Aplikasi Singa tampaknya menyasar pengguna yang membutuhkan dana cepat, namun tanpa memperhatikan keterbukaan informasi biaya. Berdasarkan beberapa laporan, sejumlah pengguna merasa bahwa informasi terkait potongan awal, bunga, dan jatuh tempo tidak dijelaskan secara rinci di awal pengajuan.
Bahkan sebelum jatuh tempo, pengguna mengaku telah ditelepon dan dikirimi pesan secara terus-menerus. Hal ini tentu menimbulkan tekanan psikologis, terutama bagi mereka yang sedang bekerja atau belum siap membayar.
Bagi Anda yang mempertimbangkan menggunakan aplikasi ini, sangat disarankan untuk membaca semua syarat dan ketentuan dengan teliti sebelum menyetujui pengajuan. Perhatikan baik-baik tenor, simulasi tagihan, dan semua biaya tersembunyi yang mungkin muncul.
Jika Anda sedang mencari layanan pinjaman online, sebaiknya lakukan perbandingan terlebih dahulu dengan platform lain yang lebih transparan dalam menyampaikan informasi biaya dan memiliki ulasan pengguna yang positif.
Transparansi, keamanan data pribadi, dan kemudahan pembayaran harus menjadi pertimbangan utama sebelum menggunakan layanan pinjol apa pun.