
DOYANDUIT – Aplikasi Sahabat Dana mulai banyak dibicarakan pada 2026 karena menawarkan pinjaman hingga Rp6 juta dengan bunga tahunan sekitar 22% dan tenor sekitar 91 hari.
Di Google Play Store, aplikasi ini dipromosikan sebagai solusi pinjaman cepat bagi pengguna yang membutuhkan dana darurat.
Namun setelah ditelusuri lebih jauh, fungsi aplikasi ini ternyata tidak sesederhana yang terlihat. Banyak pengguna yang mengira Sahabat Dana memberikan pinjaman langsung, padahal mekanismenya sedikit berbeda.
Berdasarkan pengamatan pada proses pendaftaran dan pengajuan pinjaman di aplikasi tersebut, Sahabat Dana sebenarnya bertindak sebagai agregator atau perantara yang merekomendasikan pinjaman dari aplikasi lain.
Hal ini tentu penting dipahami sejak awal agar pengguna tidak salah mengira mengenai layanan yang ditawarkan.
Status Legalitas Sahabat Dana di OJK
Salah satu hal paling penting saat menggunakan layanan pinjaman online adalah status legalitas di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berdasarkan penelusuran terhadap daftar fintech lending resmi, nama aplikasi Sahabat Dana tidak ditemukan dalam daftar pinjol yang memiliki izin atau terdaftar di OJK pada saat informasi ini disusun.
OJK sendiri berkali-kali mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati menggunakan aplikasi pinjaman digital.
Menurut pernyataan resmi OJK:
“Masyarakat diimbau hanya menggunakan layanan pinjaman online yang terdaftar dan berizin OJK agar keamanan data dan perlindungan konsumen lebih terjamin.”
Ketika sebuah aplikasi tidak tercantum dalam daftar tersebut, bukan berarti otomatis ilegal. Namun kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan sebelum pengguna memasukkan data pribadi.
Cara Mengajukan Pinjaman di Aplikasi Sahabat Dana
Jika Anda penasaran bagaimana proses pengajuan pinjaman di aplikasi ini, berikut gambaran alurnya berdasarkan pengalaman penggunaan aplikasi.
1. Membuka menu pengajuan pinjaman
Setelah aplikasi terpasang, pengguna dapat langsung memilih opsi “Dapatkan Segera” untuk memulai pengajuan pinjaman.
Menu ini akan membawa pengguna ke halaman pengisian data.
2. Mengisi informasi pribadi
Pada tahap pertama, pengguna diminta melengkapi beberapa data pribadi seperti:
- Tingkat pendidikan
- Status pernikahan
- Alamat tempat tinggal
- Pekerjaan
- Penghasilan bulanan
Informasi ini biasanya digunakan untuk menilai kelayakan kredit.
3. Menambahkan kontak darurat
Tahap berikutnya adalah memasukkan dua kontak darurat.
Kontak ini bisa:
- Diisi secara manual
- Dipilih langsung dari daftar kontak ponsel
Praktik ini umum dilakukan oleh aplikasi pinjaman online untuk kebutuhan verifikasi.
4. Mengisi informasi rekening bank
Pengguna juga harus mengisi rekening bank yang aktif karena dana pinjaman nantinya akan ditransfer ke rekening tersebut.
Perlu diketahui bahwa:
- Pengajuan tidak mendukung e-wallet seperti DANA atau ShopeePay
- Hanya rekening bank yang bisa digunakan untuk pencairan
5. Upload KTP dan verifikasi wajah
Tahap terakhir meliputi:
- Upload foto KTP bagian depan
- Verifikasi wajah (face recognition)
Setelah proses ini selesai, sistem biasanya akan memproses data pengguna.
Apa yang Terjadi Setelah Pengajuan?
Hal menarik muncul setelah semua data selesai diisi.
Alih-alih langsung mendapatkan penawaran pinjaman, pengguna justru diarahkan kembali ke halaman utama aplikasi.
Di sana muncul beberapa rekomendasi aplikasi pinjaman lain, seperti:
- AdaKami
- Modal
- Lumbung Dana
Ketiga layanan tersebut diketahui merupakan platform pinjaman yang sudah dikenal di industri fintech dan beberapa di antaranya telah memiliki izin OJK.
Artinya, Sahabat Dana tidak menyalurkan pinjaman secara langsung.
Aplikasi ini lebih berfungsi sebagai platform rekomendasi pinjaman berdasarkan profil kredit pengguna.
Risiko yang Perlu Dipertimbangkan
Meski terlihat membantu, model bisnis seperti ini memiliki beberapa risiko yang patut dipahami pengguna.
1. Data pribadi sudah terlanjur diinput
Untuk mendapatkan rekomendasi pinjaman, pengguna harus terlebih dahulu mengisi data pribadi lengkap.
Padahal, setelah itu pengguna tetap harus mengunduh aplikasi pinjaman lain.
2. Keamanan data belum tentu jelas
Jika aplikasi tidak memiliki regulasi jelas atau tidak berada di bawah pengawasan lembaga resmi, maka perlindungan data pengguna bisa menjadi tanda tanya.
3. Proses menjadi lebih panjang
Daripada melalui perantara, pengguna sebenarnya bisa langsung mengunduh aplikasi pinjaman resmi dari Play Store.
Dengan begitu:
- Proses verifikasi lebih jelas
- Kebijakan privasi lebih transparan
Sahabat Dana vs Pinjol Resmi
| Aspek | Sahabat Dana | Pinjol Resmi OJK |
|---|---|---|
| Fungsi | Rekomendasi pinjaman | Penyalur pinjaman |
| Status OJK | Tidak ditemukan | Terdaftar/berizin |
| Proses | Harus isi data dulu | Langsung pengajuan |
| Risiko data | Perlu dipertimbangkan | Ada perlindungan regulasi |
Tabel sederhana ini bisa membantu Anda memahami perbedaan mendasar antara aplikasi perantara dan penyedia pinjaman resmi.
Apakah Sahabat Dana Layak Digunakan?
Secara fungsi, SahabatDana bukan aplikasi pinjaman langsung, melainkan platform yang menampilkan rekomendasi produk pinjaman dari aplikasi lain.
Model seperti ini sebenarnya cukup umum di dunia fintech, tetapi pengguna perlu lebih berhati-hati karena data pribadi sudah dimasukkan sebelum mengetahui tujuan sebenarnya.
Pendekatan yang lebih aman adalah mengunduh langsung aplikasi pinjaman resmi dari Play Store yang telah memiliki izin OJK.
Selain lebih transparan, prosesnya juga biasanya lebih jelas dan terlindungi regulasi.