
DOYANDUIT – Kredit Duit adalah aplikasi pinjaman online (pinjol) yang pada tahun 2025 muncul di Google Play Store dengan jumlah unduhan sekitar 5.000 pengguna. Meski jumlah penggunanya belum terlalu besar, ulasan di platform ini sudah mencapai lebih dari 460 komentar.
Dalam deskripsinya, aplikasi ini menawarkan pinjaman dengan plafon hingga Rp20 juta, bunga mulai dari 0,03% per hari, serta tenor atau masa pinjaman maksimal 365 hari. Sekilas, penawaran ini terdengar cukup menarik, terutama bagi pengguna yang sedang membutuhkan dana cepat.
Namun, di balik tawaran tersebut, muncul sejumlah pertanyaan penting: apakah aplikasi ini benar-benar resmi? Apakah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), atau justru termasuk dalam kategori pinjol ilegal?
Legalitas Aplikasi Kredit Duit
Menurut ulasan YouTube dari Muhamad Ardin berjudul Review Aplikasi Kredit Duit 2025, aplikasi ini tidak ditemukan dalam daftar pinjaman online resmi OJK. Ia menegaskan:
“Pada saat video ini dibuat, terus terang saya tidak menemukan nama aplikasi ini di daftar pinjaman online resmi OJK, Teman-teman.”
Hal ini berarti, meskipun tersedia di Google Play Store, aplikasi Kredit Duit tidak dapat dikategorikan sebagai aplikasi pinjaman resmi yang berada dalam pengawasan pemerintah. Dengan kata lain, risiko menggunakan aplikasi ini cukup besar, terutama dari sisi keamanan data pribadi hingga transparansi bunga pinjaman.
Pengalaman Pengguna: Banyak Keluhan
Tidak sedikit pengguna yang meninggalkan ulasan buruk terkait aplikasi Kredit Duit. Beberapa di antaranya mengeluhkan tingginya bunga, potongan yang besar, hingga adanya teror penagihan meskipun pinjaman sudah dilunasi.
Keluhan tentang Potongan dan Bunga
Seorang pengguna bernama Anak Pertama menulis:
“Saya ingin komplain, saya meminjam Rp1.800.000, tapi yang masuk hanya Rp1,1 juta. Dan saya harus bayar Rp1,8 juta? Saya hanya akan membayar Rp1,1 saja, karena ini sangat tidak masuk akal.”
Keluhan ini menggambarkan adanya potongan yang signifikan sejak awal pencairan.
Masalah Verifikasi dan Data Pribadi
Pengguna lain, Utami Sri, juga menyoroti proses verifikasi yang bermasalah:
“Sudah jelas-jelas verifikasi gagal dua-duanya tapi anehnya ada masuk Rp661 ribu. Saya mau kirim balik uang gimana? Awas saja data saya disalahgunakan.”
Kekhawatiran soal penyalahgunaan data pribadi pun semakin menguat, mengingat aplikasi tidak jelas status legalitasnya.
Teror Penagihan dan Kesulitan Menghapus Akun
Beberapa ulasan juga mengeluhkan masalah penghapusan akun. Hartini Nunuk menulis dengan nada kecewa:
“Aplikasi apa ini, saya sudah bayar masih diteror terus… sudah jelas lunas masih tidak bisa hapus akun malah sebar data.”
Masalah serupa juga dialami pengguna lain seperti Eka Puspita dan Ainun Cantipp, yang menyebut aplikasi ini “menjebak” dan menyulitkan pengguna meski mereka sudah melunasi pinjaman.
Risiko Menggunakan Pinjol Ilegal
Tidak Ada Pengawasan OJK
Pinjol ilegal beroperasi tanpa izin resmi, sehingga tidak ada jaminan perlindungan bagi konsumen. Data pribadi pengguna berpotensi disalahgunakan, termasuk disebarkan ke kontak atau pihak lain sebagai bentuk teror penagihan.
Bunga dan Potongan Tidak Transparan
Seperti terlihat dari keluhan pengguna, bunga dan biaya potongan dari aplikasi ini sangat tinggi dan tidak dijelaskan secara rinci di awal. Kondisi ini membuat banyak orang merasa dirugikan.
Penagihan Intimidatif
Salah satu ciri khas pinjol ilegal adalah cara penagihan yang cenderung kasar dan menakut-nakuti. Beberapa pengguna mengaku diteror meski sudah melakukan pembayaran.

Informasi Tambahan
Berdasarkan data dari Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK, hingga pertengahan 2025 ratusan aplikasi pinjaman online ilegal masih terus bermunculan.
SWI menyarankan masyarakat untuk selalu mengecek daftar resmi aplikasi pinjaman melalui situs www.ojk.go.id sebelum mengajukan pinjaman.
OJK juga menegaskan, pinjol legal hanya boleh menawarkan bunga maksimal 0,4% per hari, sesuai dengan aturan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Jika bunga jauh di atas angka tersebut, hampir bisa dipastikan aplikasi tersebut ilegal.
Kesimpulan
Aplikasi Kredit Duit 2025 memang menawarkan pinjaman cepat cair dengan limit tinggi, namun berbagai indikasi menunjukkan bahwa aplikasi ini tidak resmi.
Banyaknya keluhan pengguna terkait bunga tinggi, potongan besar, verifikasi bermasalah, hingga teror penagihan menjadi tanda bahaya.
Bagi Anda yang membutuhkan dana darurat, sebaiknya selalu memilih pinjaman online resmi yang diawasi OJK.
Selain lebih aman, Anda juga memiliki perlindungan hukum yang jelas jika terjadi masalah. Menggunakan aplikasi seperti Kredit Duit justru bisa menambah beban finansial dan risiko penyalahgunaan data pribadi.