SGB VA Course Virtual Assistant Apakah Penipuan? Ini Review Pengalaman Virtual Assistant 2025

2 Februari 2025 14:00
Bagikan :
SGB VA Course 2025: Review Pengalaman Alumni yang Patut Anda Pertimbangkan. (virtualsgb.com)

DOYANDUIT – Apakah Anda sedang mencari peluang untuk bekerja sebagai Virtual Assistant (VA)? Mungkin Anda pernah mendengar tentang kursus Virtual Assistant yang diselenggarakan oleh SGB.

Jika iya, Anda pasti penasaran apakah kursus ini benar-benar bermanfaat atau justru sebuah penipuan. Artikel ini akan membahas pengalaman seorang alumni yang mengikuti kursus ini.

Mari kita ulas lebih dalam!

Pengalaman Mengikuti SGB VA Course, Apa yang Terjadi di Dalamnya?

SGB VA Course menawarkan kesempatan untuk bekerja sebagai Virtual Assistant, sebuah pekerjaan yang dapat dilakukan dari mana saja—baik itu dari rumah, kafe, atau bahkan saat berlibur.

Konsep remote work ini semakin menarik seiring dengan semakin banyaknya orang yang mencari pekerjaan fleksibel setelah pandemi COVID-19.

Seorang alumni berbagi pengalaman mengenai kursus ini melalui channel YouTube @135FH. Ia menceritakan bagaimana awalnya ia tertarik dengan kursus SGB setelah melihat iklan yang terus muncul di berandanya.

Kursus ini digambarkan sebagai kesempatan untuk bekerja dari rumah dengan penghasilan yang menjanjikan. Dengan latar belakang sebagai seorang publisher Google AdSense, alumni ini berharap kursus ini dapat memberikan solusi untuk penghasilannya yang belum memuaskan.

Webinar Gratis dan Kesan Pertama

Salah satu daya tarik dari SGB VA Course adalah adanya webinar gratis yang mereka tawarkan. Alumni ini mengikuti webinar tersebut dan tidak lama kemudian, ia mendapat telepon dari seorang Student Advisor (SA) SGB.

SA ini berperan sebagai pembimbing yang membantu siswa selama proses kursus berlangsung. Ia mengungkapkan bahwa meskipun harga kursus terkesan terjangkau—sekitar 4 juta rupiah untuk kelas Pro—ia merasa terkesan dengan penawaran ini, apalagi jika dibandingkan dengan biaya kursus lainnya yang lebih mahal.

Namun, pengalaman mengikuti kursus tidak sepenuhnya sesuai ekspektasi. Alumni ini menjelaskan bahwa meskipun kursus ini menawarkan materi yang terstruktur dengan baik, terdapat beberapa kendala yang membuatnya kurang puas.

Materi Kursus: Benarkah Sejalan dengan Harapan?

Dalam kursus SGB VA, materi disampaikan melalui slide presentasi yang cukup panjang, dengan penjelasan yang terkesan berlarut-larut.

Menurut alumni ini, walaupun slide yang ditampilkan cukup jelas, ia merasa kesulitan memahami semua informasi karena durasi materi yang panjang dan cepatnya pergantian kelas. Kelas-kelas yang hanya berjumlah tujuh ini terasa singkat, tetapi tugas yang diberikan ternyata cukup banyak.

Kendala lainnya adalah tingkat pemahaman bahasa Inggris. Meskipun kursus ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, alumni ini merasa bahwa kemampuan bahasa Inggris-nya masih kurang untuk mengikuti kursus dengan baik.

Meskipun ada subtitle yang membantu, memahami materi lewat subtitle terkadang membuatnya kehilangan fokus karena harus banyak membaca teks di bawah layar.

Apakah SGB VA Course Memberikan Hasil yang Memuaskan?

Pada akhir kursus, alumni ini hanya mendapatkan satu sertifikat meskipun telah mengerjakan sebagian kecil dari tugas yang diberikan. Ia merasa bahwa banyak informasi penting yang terlewatkan karena kesulitan dalam memahami materi.

Sebagian besar tugas tidak dapat diselesaikan tepat waktu karena kendala bahasa dan kurangnya pemahaman terhadap materi yang diajarkan.

Namun, meskipun begitu, alumni ini tidak sepenuhnya menyesali keikutsertaannya dalam kursus ini. Ia kini sedang berusaha untuk mempelajari ulang materi kursus dengan bantuan subtitle yang telah disimpannya, berharap bisa memperoleh pemahaman yang lebih baik.

Untuk memperkaya perspektif tentang pengalaman belajar kursus menjadi Virtual Assistant (VA), berikut adalah beberapa kutipan dan ulasan dari orang-orang yang telah mengikuti kursus serupa. Pendapat mereka memberikan wawasan yang berguna bagi siapa saja yang berniat mengikuti kursus ini.

Pengalaman Lain dari Alumni Kursus VA

@SekarlangitUmastuti (5 bulan yang lalu) “Gue udah kerja remote dari 2016, awal mula dapat klien asing itu lewat Fiverr sama Freelancer. Di LinkedIn awal 2018 baru dapet kerjaan remote yang jadi cikal bakal VA. Hati-hati yah sama yang kayak gini. Mereka gak punya kantor resmi di sini. Mana bayarannya lumayan. Padahal kalau kita emang udah expert di suatu hal, ya mendingan cari klien sendiri dengan perbaikin portofolio. Nih si tanya ini terlalu muluk-muluk dengan janji-janji karena gak semua IRT punya skill yang bisa dipakai untuk kerja sama klien asing. Apalagi skill bahasa Inggrisnya. Akhirnya mereka main ikutan aja sama course-nya tanpa tahu di lapangan seperti apa kerjaannya.”

Pengalaman ini menunjukkan bahwa meskipun kursus untuk menjadi VA terdengar menggiurkan, penting untuk berhati-hati dalam memilih kursus yang menawarkan janji-janji tinggi tanpa kejelasan tentang kualitas dan peluang di dunia kerja nyata.

Klien asing memang bisa menjadi pilihan, tapi itu bukanlah hal yang mudah dicapai tanpa persiapan yang matang.

@Monitize_Yourskill (4 bulan yang lalu) “Wrap up dari pros and cons dari kursus ini, pas aku baru selesai ikut kursus ini, aku ngikutin dengan baik, tugasnya juga selesai semua. Pada waktu itu, aku pikir kursus ini bagus buat pemula banget yang diajarkan buat bisa kerja online, tapi setelah berjalannya waktu ternyata materi yang diajarkan itu semuanya ada di YouTube, bahkan lebih lengkap. Aku jadi mikir, ternyata course ini gak se-worth it itu dan juga note ya guys, gak semua orang yang lulus bisa langsung dapat client, seperti janji atau iklan yang sering muncul. Banyak alumni yang udah ada, pas aku cek portofolionya masih kurang banget dan bahkan mereka belum sepenuhnya memahami materi yang ada, dan gak confident buat daftar kerjaan online.”

Pengalaman ini memberikan gambaran bahwa meskipun kursus tersebut mengklaim bisa membantu peserta untuk mendapatkan pekerjaan online dengan mudah, kenyataannya tidak semua peserta dapat langsung mendapatkan klien.

Selain itu, materi kursus yang diajarkan sering kali sudah tersedia di YouTube dengan akses yang lebih luas dan gratis.

@del3014 (3 bulan yang lalu) “Untuk mendapatkan gaji 1000$ gak semudah itu kayak yang di iklan atau apa yang alumni-alumni nya bilang, kenyataannya VA itu freelancer, dan gak ada jaminan akan penghasilan tetap. Untuk dapat gaji segitu, saingan kita sama orang Filipina dan Pakistan yang rate-nya bisa banting harga banget dan juga bahasa Inggris mereka lebih jago dari orang Indo. Dan note lagi, aku tinggal di Bali dan bahkan remote worker disini yang banyakan dari luar negeri yang high skilled juga gajinya sekitar 1500$. Jadi gak semua ibu-ibu bisa jadi VA dan langsung dapat gaji tinggi ya sampai 1000$, ya. Banyak orang luar juga udah ngerti bahwa gaji atau UMR Indo kecil, jadi mereka juga ngasih harga kecil juga.”

Komentar ini menyoroti kenyataan bahwa pasar freelance, terutama di bidang VA, sangat kompetitif. Para freelancer, termasuk VA, harus bersaing dengan pekerja dari negara-negara lain dengan tingkat keterampilan dan tarif yang sangat bervariasi.

Gaji yang diiklankan sebagai “penghasilan tinggi” sering kali tidak menggambarkan realitas di lapangan, di mana tawaran yang lebih rendah mungkin lebih sering diterima oleh klien internasional.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, pengalaman para alumni kursus VA mengungkapkan bahwa meskipun peluang untuk bekerja online memang ada, jalan menuju penghasilan tinggi dan kestabilan finansial dalam pekerjaan ini tidaklah semudah yang digambarkan dalam iklan.

Banyak alumni merasa bahwa materi yang diajarkan tidak cukup mendalam dan tidak menjamin kesuksesan langsung dalam mendapatkan klien.

Selain itu, persaingan dengan pekerja asing dan biaya hidup yang lebih tinggi di negara mereka sering kali menjadi tantangan tambahan yang harus dihadapi.

Oleh karena itu, sebelum mengikuti kursus semacam ini, sangat penting bagi calon peserta untuk mempertimbangkan kesiapan diri dan untuk mencari alternatif sumber daya yang lebih terjangkau dan dapat dipercaya.***

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050