Siapa George Soros? Pria Dibalik Black Wednesday dan Jejak Pengaruhnya di Dunia

7 Juni 2026 13:00
Bagikan :
George Soros berbicara dalam sebuah forum internasional dengan latar pasar keuangan global.
George Soros dikenal sebagai investor yang meraih keuntungan besar saat krisis pound sterling Inggris pada 1992. (DoyanDuit)

DOYANDUIT – Ada banyak miliarder di dunia. Namun hanya sedikit yang namanya mampu memicu perdebatan sengit di ruang rapat bank sentral, gedung parlemen, ruang redaksi media, hingga media sosial.

Salah satunya adalah George Soros.

Bagi sebagian orang, ia adalah filantropis yang menghabiskan puluhan miliar dolar untuk mendukung demokrasi, pendidikan, dan hak asasi manusia di berbagai negara.

Namun bagi para pengkritiknya, Soros adalah simbol kekuatan modal global yang dianggap mampu memengaruhi arah politik dan ekonomi lintas negara.

Hingga hari ini, nama George Soros tetap menjadi salah satu sosok paling berpengaruh sekaligus paling kontroversial di dunia.

Dari Penyintas Holocaust Menjadi Raja Investasi

George Soros lahir di Budapest, Hungaria, pada 1930. Masa kecilnya diwarnai salah satu tragedi terbesar dalam sejarah manusia, Holocaust.

Ia berhasil selamat dari pendudukan Nazi sebelum akhirnya pindah ke Inggris dan menempuh pendidikan di London School of Economics.

Dari sana, perjalanan Soros menuju dunia keuangan dimulai. Ia bekerja sebagai analis dan investor sebelum mendirikan Quantum Fund pada 1973.

Selama beberapa dekade berikutnya, dana investasi tersebut berkembang menjadi salah satu hedge fund paling sukses dalam sejarah. Banyak analis mencatat rata-rata imbal hasil Quantum Fund mencapai lebih dari 30 persen per tahun selama puluhan tahun.

Kesuksesan itu mengubah Soros menjadi salah satu investor paling berpengaruh di dunia. Namun reputasinya bukan hanya dibangun dari keuntungan investasi.

Namanya juga melejit karena keberaniannya bertaruh melawan bank sentral sebuah negara.

Ketika Soros “Mengalahkan” Bank of England

Tanggal 16 September 1992 dikenang sebagai Black Wednesday.

Pada hari itu, Soros mengambil posisi besar terhadap pound sterling Inggris yang menurutnya dipertahankan pada nilai yang tidak realistis dalam mekanisme nilai tukar Eropa saat itu.

Melalui Quantum Fund, ia disebut mempertaruhkan sekitar 10 miliar dolar AS untuk melawan mata uang Inggris.

Pemerintah Inggris berusaha mempertahankan pound dengan menaikkan suku bunga dan menghabiskan cadangan devisa.

Namun upaya tersebut gagal. Inggris akhirnya keluar dari European Exchange Rate Mechanism (ERM), sementara nilai pound sterling anjlok.

Dari peristiwa tersebut, Soros diperkirakan meraup keuntungan sekitar 1 miliar dolar AS hanya dalam waktu singkat.

Sejak saat itu dunia mengenalnya dengan julukan:

“The Man Who Broke the Bank of England.”

Bagi sebagian investor, itu adalah bukti kejeniusannya membaca pasar.

Bagi sebagian pihak lain, itu adalah contoh bagaimana kekuatan modal dapat mengguncang stabilitas ekonomi sebuah negara.

Nama yang Muncul dalam Krisis Asia 1997

Kontroversi Soros semakin besar ketika krisis finansial Asia melanda pada 1997.

Thailand menjadi negara pertama yang terpukul, diikuti Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya.

Nilai tukar rupiah yang sebelumnya berada di kisaran Rp2.300 per dolar AS sempat merosot hingga menembus Rp16.000 per dolar AS pada puncak krisis.

Jutaan masyarakat merasakan dampaknya melalui lonjakan harga, PHK massal, dan perlambatan ekonomi.

Dalam situasi tersebut, nama Soros beberapa kali disebut sebagai salah satu pelaku spekulasi terhadap mata uang Asia.

Tokoh yang paling keras menyuarakan kritik adalah Perdana Menteri Malaysia saat itu, Mahathir Mohamad.

Mahathir secara terbuka menyalahkan para spekulan mata uang yang dianggap memperburuk krisis.

Bahkan ia pernah melontarkan pernyataan yang kemudian menjadi terkenal:

“Ini adalah orang yang merusak ekonomi kami.”

— Mahathir Mohamad

Meski demikian, banyak ekonom menilai krisis Asia tidak bisa dijelaskan hanya melalui aktivitas satu investor atau satu hedge fund semata.

Lemahnya sistem perbankan, utang luar negeri yang tinggi, dan ketidakseimbangan ekonomi domestik juga menjadi faktor utama yang memperparah krisis saat itu.

Uang Bukan Satu-Satunya Sumber Pengaruh

Jika kekayaan menjadikan Soros terkenal, maka aktivitas filantropinya membuat pengaruhnya semakin luas.

Melalui Open Society Foundations (OSF), Soros telah menyumbangkan lebih dari 32 miliar dolar AS untuk berbagai program sosial di seluruh dunia.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung:

  • Pendidikan
  • Hak asasi manusia
  • Kebebasan pers
  • Reformasi hukum
  • Gerakan masyarakat sipil
  • Beasiswa akademik
  • Program kesehatan masyarakat

Jaringan organisasi yang didukung OSF kini hadir di puluhan negara. Pendukungnya menilai langkah tersebut membantu memperkuat demokrasi dan kebebasan sipil.

Namun para pengkritik melihatnya secara berbeda. Mereka menilai pengaruh finansial yang begitu besar berpotensi memengaruhi arah politik suatu negara tanpa melalui mekanisme demokrasi formal.

Viktor Orbán: Soros Adalah Ancaman

Salah satu pengkritik paling vokal terhadap Soros adalah Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orbán.

Orbán berulang kali menuduh jaringan organisasi yang didukung Soros berusaha memengaruhi kebijakan migrasi dan politik Eropa.

Dalam salah satu pidatonya, Orbán menyatakan:

“Kami sedang berhadapan dengan lawan yang berbeda. Bukan terbuka, tetapi tersembunyi; bukan jujur, tetapi licik; bukan nasional, tetapi internasional.”

— Viktor Orbán

Pemerintah Hungaria bahkan meluncurkan berbagai kebijakan yang membatasi aktivitas sejumlah organisasi yang dikaitkan dengan jaringan Soros.

Elon Musk Ikut Menyerang Soros

Kontroversi mengenai Soros juga menjangkau dunia teknologi. Pada 2023, Elon Musk ikut melontarkan kritik keras terhadap investor legendaris tersebut melalui platform X.

Musk menulis:

“Soros reminds me of Magneto.”

Ia merujuk pada karakter dalam serial X-Men yang memiliki masa lalu tragis tetapi kemudian memilih jalan yang dianggap kontroversial demi mencapai tujuannya.

Tak lama kemudian, Musk menambahkan pernyataan yang lebih tajam:

“He wants to erode the very fabric of civilization. Soros hates humanity.”

— Elon Musk

Pernyataan itu memicu perdebatan global. Pendukung Musk menganggap kritik tersebut mencerminkan kekhawatiran terhadap pengaruh besar jaringan organisasi yang didukung Soros.

Sebaliknya, para pembela Soros menilai komentar tersebut berlebihan dan mengabaikan kontribusi filantropinya selama puluhan tahun.

Pembelaan Soros

Di tengah berbagai tuduhan yang terus muncul selama bertahun-tahun, Soros berulang kali membantah anggapan bahwa dirinya mengendalikan peristiwa politik maupun ekonomi dunia.

Dalam salah satu wawancaranya, ia pernah mengatakan:

“I am not some kind of god. I don’t control world events.”

— George Soros

Pernyataan itu mencerminkan posisi Soros yang menolak berbagai teori konspirasi yang kerap mengaitkan namanya dengan hampir setiap peristiwa besar dunia.

Sosok yang Sulit Diabaikan

Terlepas dari perdebatan yang mengelilinginya, satu fakta sulit dibantah.

Tidak banyak individu yang mampu memengaruhi pasar keuangan global, menjadi bahan perdebatan para kepala negara, sekaligus menggelontorkan lebih dari 32 miliar dolar untuk kegiatan filantropi.

Bagi pendukungnya, George Soros adalah simbol perjuangan masyarakat terbuka dan demokrasi.

Bagi para pengkritiknya, ia adalah contoh bagaimana kekuatan modal dapat melampaui batas negara dan institusi politik.

Di antara dua pandangan yang bertolak belakang itu, Soros tetap berdiri sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah keuangan modern.

Dicintai oleh sebagian orang. Dikritik oleh sebagian lainnya. Namun hampir tidak pernah diabaikan.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050