
DOYANDUIT – Gagal mengirim nilai Rapor Digital Madrasah (RDM) ke server pusat masih menjadi kendala yang kerap ditemui operator madrasah, terutama saat masa pengisian dan pengiriman nilai.
Kendala ini umumnya muncul dalam bentuk notifikasi bahwa data siswa tidak tersinkron dengan EMIS sehingga nilai tidak dapat dikirim.
Permasalahan tersebut dapat terjadi pada berbagai jenis server yang digunakan madrasah, baik yang berbasis PDI, server exam, maupun hosting mandiri.
Meski tampak teknis, penyebabnya relatif spesifik dan dapat ditangani tanpa harus melakukan instalasi ulang sistem.
Penyebab Utama Gagal Kirim Nilai RDM
Data Siswa Tidak Sinkron antara RDM dan EMIS
Penyebab paling umum gagalnya pengiriman nilai RDM adalah ketidaksinkronan data siswa antara RDM dan EMIS. Ketidaksesuaian ini umumnya terjadi pada Nomor Induk Siswa (NIS) atau NIS lokal yang tercatat di sistem.
Dalam sistem RDM dan EMIS, struktur NIS terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
- Awalan Nomor Statistik Madrasah (NSM)
- Dua digit tahun ajaran masuk
- Empat digit nomor urut siswa di madrasah
Apabila salah satu bagian dari struktur NIS tersebut tidak sama antara RDM dan EMIS, sistem tidak dapat melakukan sinkronisasi data. Akibatnya, proses pengiriman nilai ke server pusat akan gagal meskipun data nilai telah diinput dengan benar.
Ciri-Ciri Error Saat Mengirim Nilai RDM
Beberapa tanda umum yang sering muncul saat terjadi kegagalan pengiriman nilai antara lain:
- Muncul notifikasi “data siswa tidak tersinkron EMIS”
- Nilai rombongan belajar tidak dapat terkirim seluruhnya
- Status pengiriman berhenti meski proses telah dijalankan
- Nama siswa tertentu selalu gagal saat proses kirim nilai
Masalah ini biasanya hanya terjadi pada siswa tertentu, bukan seluruh rombel.
Langkah Mengatasi Gagal Kirim Nilai RDM
1. Kirim Nilai Melalui Menu Rombel
Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mencoba proses pengiriman nilai seperti biasa:
- Masuk ke menu Kirim Nilai
- Pilih salah satu rombongan belajar
- Klik tombol Kirim
- Tunggu hingga sistem memproses seluruh data siswa
Apabila muncul notifikasi gagal karena data tidak sinkron EMIS, lanjutkan ke tahap berikutnya.
2. Sinkronisasi Data Siswa yang Bermasalah
Jika sistem menampilkan nama siswa yang gagal terkirim, lakukan sinkronisasi per siswa:
- Masuk ke menu Sinkron EMIS (ikon berwarna oranye)
- Pilih siswa yang mengalami error
- Klik tombol Sinkron
- Tunggu hingga muncul notifikasi berhasil
Setelah sinkronisasi berhasil, ulangi proses pengiriman nilai melalui menu kirim nilai. Pada banyak kasus, nilai akan langsung terkirim tanpa kendala.
Jika Menu Sinkron EMIS Tidak Muncul
Penyebab Data Diinput Manual
Dalam beberapa kasus, operator mendapati kolom EMIS pada data siswa bertanda silang, namun menu sinkron EMIS tidak tersedia. Yang muncul hanya opsi Edit dan Mutasi. Kondisi ini biasanya terjadi karena data siswa diinput secara manual, bukan hasil tarik dari EMIS.
3. Menyamakan NIS Lokal di RDM dan EMIS
Solusi untuk kondisi ini dilakukan dengan penyesuaian manual NIS lokal, baik dari sisi RDM maupun EMIS.
Langkah Penyesuaian dari RDM
- Masuk ke menu Data Siswa
- Pilih siswa yang bermasalah
- Klik Edit
- Periksa NIS lokal yang digunakan
- Samakan angka NIS dengan data yang tercatat di EMIS
- Simpan perubahan
Jika setelah disimpan status masih gagal, lanjutkan penyesuaian dari sisi EMIS.
Langkah Penyesuaian dari EMIS
- Masuk ke data siswa di EMIS
- Periksa NIS lokal pada bagian belakang NSM
- Perhatikan enam digit angka yang digunakan RDM
- Edit NIS di EMIS agar sesuai dengan data di RDM
- Simpan perubahan
Setelah data NIS pada kedua sistem benar-benar sama, ulangi kembali proses pengiriman nilai RDM seperti langkah awal.
Pengiriman Nilai Berhasil Setelah Sinkronisasi
Setelah penyesuaian NIS dan sinkronisasi data berhasil dilakukan, proses kirim nilai biasanya dapat berjalan normal. Sistem akan memproses seluruh data siswa dalam rombel hingga status pengiriman dinyatakan berhasil.
Masalah gagal kirim nilai RDM Madrasah ini tidak berkaitan dengan server pusat yang bermasalah, melainkan murni pada ketidaksesuaian data identitas siswa di tingkat satuan pendidikan.