
DOYANDUIT – Masalah peserta didik yang belum masuk ke dalam rombongan belajar serta munculnya peringatan “rombongan belajar kosong” di Dapodik 2026.B menjadi salah satu kendala paling sering dihadapi operator sekolah pada awal tahun ajaran. Kondisi ini berdampak langsung pada validasi data, sinkronisasi, hingga kelengkapan laporan ke pusat.
Berdasarkan praktik lapangan di berbagai satuan pendidikan, persoalan ini umumnya bukan disebabkan oleh kerusakan aplikasi, melainkan karena struktur rombel yang belum dibuat atau belum diisi dengan benar. Dengan mengikuti alur yang tepat, status invalid tersebut dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Rombongan belajar wajib dibuat terlebih dahulu sebelum peserta didik dapat dimasukkan sebagai anggota rombel, dan setiap rombel harus memiliki tingkat, kurikulum, wali kelas, serta ruang yang valid.
Penyebab Rombel Kosong dan Peserta Didik Belum Terdistribusi
Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan di lapangan antara lain:
- Rombongan belajar reguler belum dibuat sama sekali
- Tingkat kelas belum diatur sesuai struktur sekolah
- Kurikulum belum dipilih pada rombel
- Wali kelas dan ruang belum ditetapkan
- Peserta didik belum dipindahkan ke anggota rombel
Akibatnya, pada menu Validasi Lokal akan muncul keterangan:
- “Peserta didik belum masuk rombongan belajar”
- “Rombongan belajar masih kosong”
- “Rombel tidak memiliki pembelajaran”
Langkah Membuat Rombongan Belajar di Dapodik 2026.B
1. Masuk Menu Rombongan Belajar
Buka aplikasi Dapodik versi 2026.B, lalu masuk ke:
- Menu Rombongan Belajar
- Pilih jenis Reguler
Klik tombol Tambah (+) untuk membuat rombel baru.
2. Mengatur Identitas Rombel
Isikan komponen berikut secara berurutan:
- Tingkat Pendidikan
Pilih kelas (misalnya Kelas 1, 2, 3, dan seterusnya). - Kurikulum
Klik dua kali, lalu pilih kurikulum yang digunakan (misalnya Kurikulum Merdeka). - Nama Rombel
Sesuaikan dengan penamaan di sekolah, contoh: “Kelas 1A”. - Wali Kelas
Pilih guru kelas yang sesuai. - Ruang
Tentukan ruang belajar sesuai tingkatnya.
Setelah seluruh kolom terisi, klik Simpan.
Ulangi langkah ini hingga seluruh tingkat kelas di sekolah selesai dibuat.
Cara Memasukkan Peserta Didik ke Dalam Rombel
Setelah rombel tersedia, langkah berikutnya adalah mendistribusikan peserta didik.
1. Buka Anggota Rombel
Klik salah satu rombel hingga berwarna kuning, lalu pilih menu Anggota Rombel.
2. Blok Seluruh Peserta Didik
Gunakan kombinasi tombol:
- CTRL + A untuk memblok seluruh nama siswa.
3. Pindahkan ke Kolom Rombel
Tarik seluruh nama ke kolom kanan hingga masuk ke rombel yang dipilih.
Lakukan proses ini untuk setiap rombel sesuai tingkat kelas masing-masing.
Metode blok massal ini paling efektif untuk mempercepat distribusi siswa, terutama pada sekolah dengan jumlah rombel besar.
Mengecek Hasil di Menu Validasi
Setelah seluruh peserta didik dimasukkan:
- Buka menu Validasi Lokal
- Klik Refresh
- Periksa bagian:
- Peserta didik belum masuk rombel
- Rombongan belajar kosong
Jumlah invalid biasanya akan berkurang drastis atau bahkan menjadi nol jika seluruh rombel telah terisi dengan benar.
Apabila masih muncul keterangan “rombel tidak memiliki pembelajaran”, itu menandakan pembelajaran belum diinput, yang dapat diselesaikan pada tahap berikutnya.
Catatan Penting untuk Operator Sekolah
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar data rombel di Dapodik 2026.B tetap valid:
- Pastikan setiap rombel memiliki wali kelas aktif
- Gunakan kurikulum yang sesuai SK sekolah
- Jangan lupa menyimpan setiap perubahan
- Lakukan validasi sebelum sinkronisasi
Kesalahan paling umum adalah lupa mengisi wali kelas atau ruang, sehingga rombel terlihat ada tetapi tidak terbaca sempurna oleh sistem.
Solusi peserta didik belum masuk rombel dan rombongan belajar kosong di Dapodik 2026.B pada dasarnya terletak pada dua langkah utama: membuat struktur rombel secara lengkap dan mendistribusikan peserta didik ke dalam anggota rombel.
Dengan pengisian tingkat, kurikulum, wali kelas, ruang, serta pemindahan siswa yang benar, status invalid dapat diselesaikan tanpa perlu instal ulang aplikasi.
Bagi operator sekolah, ketelitian di tahap awal ini akan menghemat banyak waktu di kemudian hari, terutama saat sinkronisasi dan pelaporan ke pusat.