
DOYANDUIT – Dalam era digital saat ini, pinjaman online (pinjol) menjadi solusi cepat untuk kebutuhan finansial. Namun, muncul kekhawatiran mengenai penyalahgunaan data pribadi oleh penyedia layanan pinjol.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah SPinjam, layanan pinjaman dari Shopee. Pertanyaannya, apakah SPinjam menyebarkan data pribadi penggunanya?
Artikel ini akan membahas fakta-fakta terkait dan memberikan panduan langkah demi langkah untuk melindungi data pribadi Anda.
SPinjam Sebar Data?
SPinjam adalah layanan pinjaman online resmi yang disediakan oleh PT Lentera Dana Nusantara melalui platform Shopee. SPinjam telah terdaftar dan diawasi oleh OJK, yang artinya secara legal mereka tidak boleh menyebarkan data pribadi pengguna tanpa izin.
Namun di lapangan, banyak pengguna mengeluhkan hal berbeda. Sejumlah komentar di media sosial menunjukkan bahwa kontak darurat mereka dihubungi, bahkan saat tidak pernah memberikan izin atau menyimpan nomor-nomor tertentu di ponsel.
Beberapa pengguna juga merasa bahwa pihak SPinjam bisa mengakses data yang tidak pernah mereka isi atau simpan.
Contohnya, seperti yang ditulis oleh salah satu pengguna:
“Udah nelpon ke nomor darurat, telat hampir sebulan. Saya lupa lagi dulu daftar tak kasih nomor kakak saya 😭” – Komentar dari pengguna anonim.
Pengguna lain juga menulis:
“Keluar kondar om, sialan emang si oren, padahal gak pernah ngisi pulsa, gak nge-save nomor mertua, tapi bisa-bisanya dia tau nomor mertua. Bangke emang.” – Denis Alfari Afkar
Komentar-komentar tersebut mengindikasikan bahwa beberapa pengguna mengalami tekanan secara emosional karena penyebaran kontak mereka ke orang terdekat, meskipun data tersebut tidak disimpan secara manual.
Dari Mana Kontak Itu Bisa Diketahui?
Menurut penelusuran, aplikasi pinjaman online dapat mengakses data kontak dari berbagai sumber, termasuk:
-
Sinkronisasi akun Google
-
Kontak yang ter-backup di cloud
-
Izin akses aplikasi yang tidak disadari pengguna
Seperti yang ditanggapi oleh pengguna lain:
“Cek kontak yang ada di Google, bang.” – Mochamad Arif Adi
Artinya, meskipun nomor tersebut tidak disimpan secara manual di ponsel, jika pernah terhubung melalui akun Google atau digunakan orang lain di alamat yang sama, data tersebut bisa tetap terdeteksi.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Data Pribadi Disebar oleh Pinjol?
Jika Anda mengalami penyebaran data pribadi oleh pinjol, berikut langkah-langkah yang dapat diambil:
1. Dokumentasikan Bukti
Simpan semua bukti komunikasi, termasuk pesan teks, email, atau rekaman panggilan yang menunjukkan penyebaran data pribadi Anda.
Bukti ini akan sangat berguna saat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
2. Laporkan ke OJK
Segera laporkan kejadian tersebut ke OJK melalui email di [email protected] atau melalui layanan konsumen di nomor 157. OJK memiliki wewenang untuk menindaklanjuti laporan terkait pelanggaran oleh penyedia layanan keuangan.
3. Laporkan ke Kepolisian
Jika penyebaran data pribadi Anda mengarah pada ancaman atau tindakan yang melanggar hukum, laporkan ke pihak kepolisian. Bawa semua bukti yang telah dikumpulkan untuk mendukung laporan Anda.
4. Cabut Izin Akses Aplikasi
Periksa pengaturan izin aplikasi pinjol di perangkat Anda. Cabut izin akses ke kontak, galeri, dan informasi pribadi lainnya untuk mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.
5. Edukasi Kontak Anda
Jika data kontak Anda telah disebarkan, informasikan kepada teman dan keluarga tentang situasi yang terjadi. Berikan pemahaman bahwa mereka mungkin menerima pesan atau panggilan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Trik agar Pinjol Berhenti Sebar Data
Meskipun tidak semua pinjol ilegal, tekanan dari penagih bisa terasa sangat mengganggu, terutama jika sudah menyasar keluarga atau rekan kerja.
Untuk menghadapi situasi ini, berikut beberapa trik yang bisa kamu lakukan agar pinjol berhenti menyebarkan data:
1. Hapus dan Blokir Akses Aplikasi
Masuk ke pengaturan ponsel → Aplikasi → pilih aplikasi pinjol → cabut semua izin seperti akses ke kontak, lokasi, dan media. Lalu, hapus aplikasinya. Ini mencegah pengambilan data lebih lanjut.
2. Reset Akun Google dan Sinkronisasi Kontak
Beberapa pengguna menduga data bocor dari akun Google. Kamu bisa cek dan matikan sinkronisasi kontak di akun Google atau reset pengaturan privasi.
3. Gunakan Nomor Baru dan Pisahkan Identitas Digital
Jika penyebaran data semakin parah, pertimbangkan menggunakan nomor baru untuk komunikasi utama. Gunakan email khusus untuk urusan finansial agar tidak bercampur dengan akun pribadi.
4. Blokir dan Laporkan Kontak Teror
Gunakan fitur block number di ponsel dan laporkan nomor-nomor spam ke Kominfo melalui situs aduankonten.id atau SMS ke 196.
Meskipun SPinjam merupakan layanan pinjol legal yang diawasi oleh OJK, penting bagi pengguna untuk tetap waspada terhadap potensi penyalahgunaan data pribadi.
Jika Anda mengalami penyebaran data pribadi oleh pinjol, segera ambil langkah-langkah yang telah dijelaskan di atas untuk melindungi diri Anda dan orang-orang terdekat.
Selalu prioritaskan keamanan data pribadi Anda dalam setiap transaksi digital.