BI Siapkan Stablecoin Berbasis SBN, Indonesia Masuk 7 Besar Adopsi Kripto Dunia

1 November 2025 13:00
Bagikan :
Stablecoin Nasional segera hadir: BI siapkan koin berbasis SBN. (AI/DoyanDuit)

DOYANDUIT – Aktivitas onchain Indonesia sedang berada pada titik tertinggi dalam sejarahnya. Jumlah pengguna wallet mobile, frekuensi transaksi kripto, hingga partisipasi masyarakat dalam produk keuangan terdesentralisasi meningkat tajam.

Di tengah momentum besar tersebut, Bank Indonesia mengambil langkah berani: menerbitkan stablecoin nasional berbasis surat berharga negara (SBN) yang akan dibangun di atas arsitektur rupiah digital atau central bank digital currency (CBDC).

Langkah ini pertama kali diungkap Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam pembukaan Forum Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI)–IFSE 2025 di Jakarta, Kamis (30/10/2025).

Ia menyebut, BI akan merilis “versi digital” dari sekuritas berbasis SBN sebagai fondasi stablecoin nasional.

“Kita akan keluarkan bagaimana sekuritas Bank Indonesia, ada versi digitalnya, digital rupiah Bank Indonesia dengan underlying SBN, versi stablecoin-nya nasional Indonesia,” tegas Perry di hadapan peserta forum.

Dengan kata lain, Indonesia tidak hanya mengikuti tren global, tetapi mulai memimpin integrasi blockchain dalam sistem moneter resmi.

Infrastruktur digital rupiah akan menjadi pondasi untuk aset digital yang stabil, legal, dan berada dalam pengawasan regulator.

Aktivitas Onchain Meledak, Indonesia Masuk Negara Teratas Dunia

Menurut laporan State of Crypto 2025 yang dirilis perusahaan modal ventura global a16z, Indonesia termasuk negara dengan pertumbuhan dompet kripto mobile paling cepat sejak 2022. Lebih dari separuh aktivitas onchain global kini berasal dari negara berkembang seperti Indonesia, India, dan Nigeria.

Pertumbuhan ini tidak datang tiba-tiba. Dalam beberapa tahun terakhir, adopsi ritel meningkat berkat akses internet lebih luas, munculnya bursa kripto lokal yang teregulasi, serta edukasi digital yang semakin aktif.

Banyak investor pemula belajar bertransaksi melalui ponsel karena prosesnya sederhana dan tidak memerlukan rekening bank tradisional.

Fenomena ini mencerminkan perubahan besar dalam cara masyarakat mengelola keuangan. Aktivitas onchain di Indonesia adalah refleksi dari peningkatan literasi digital dan kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto.

Perkembangan stablecoin nasional akan menjadi momentum menuju fase industri yang lebih matang dan sehat.

Stablecoin Berbasis SBN, Apa Artinya untuk Ekonomi Indonesia?

 Menjadi Jembatan Sistem Keuangan Tradisional dan Blockchain

Stablecoin nasional berbasis SBN bukan sekadar token baru di jaringan blockchain. Dengan jaminan aset negara, stablecoin dapat berfungsi sebagai instrumen pembayaran yang stabil, transparan, dan legal.

Hal ini menjawab isu terbesar dalam aset kripto: volatilitas harga.

“Stablecoin nasional bisa menjadi jembatan antara sistem keuangan tradisional dan ekonomi digital berbasis blockchain. Langkah ini akan memperkuat kepercayaan publik terhadap aset digital lokal dan membuka peluang besar bagi inovasi Web3 serta tokenisasi aset di Indonesia,” ujar Calvin Kizana.

Artinya, stablecoin berbasis SBN dapat digunakan untuk transaksi digital, perdagangan aset Web3, hingga settlement lintas platform tanpa friksi. Sistem ini juga mendukung transparansi karena setiap transaksi tercatat di blockchain, namun tetap dikendalikan oleh otoritas moneter resmi.

Efek Ekonomi yang Berpotensi Lahir

Jika implementasi berjalan mulus, beberapa dampak positif dapat muncul:

  • Pembayaran digital lebih efisien tanpa perantara bank.
  • Transaksi internasional lebih cepat, terutama untuk remitansi.
  • Mendorong tokenisasi aset, termasuk obligasi, sertifikat deposito, atau aset riil.
  • Industri Web3 lokal semakin hidup, memberi peluang kerja dan inovasi teknologi.

Tidak menutup kemungkinan, Indonesia menjadi salah satu pusat keuangan digital Asia Tenggara, mengingat jumlah pengguna kripto terus bertambah.

Data Adopsi Kripto: Indonesia Masuk 7 Besar Dunia

Berdasarkan Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025:

Indikator Posisi Indonesia
Adopsi kripto global Peringkat 7
Aktivitas DeFi Peringkat 4
Pertumbuhan pengguna Sangat cepat, dominasi pengguna mobile

Dari sisi transaksi, data Kementerian Perdagangan menunjukkan jumlah investor aset kripto nasional telah melewati 18,08 juta pengguna, dengan nilai transaksi kumulatif sepanjang 2025 mencapai Rp 360,30 triliun.

Angka ini menunjukkan kripto bukan lagi sekadar tren, tetapi industri nyata yang memiliki dampak ekonomi.

Sebagian besar investor berasal dari generasi muda digital native yang melihat aset digital sebagai instrumen keuangan masa depan.

Banyaknya aplikasi kripto lokal juga memudahkan pengguna untuk belajar, mengirim aset, dan berinvestasi secara mandiri.

Tantangan yang Perlu Diantisipasi

Meski prospek cerah, industri kripto tetap memerlukan pengawasan ketat agar tidak digunakan untuk aktivitas ilegal.

Beberapa tantangan yang perlu diatur pemerintah dan pelaku industri:

  1. Pengawasan anti pencucian uang (AML) dan KYC lebih ketat
  2. Literasi publik mengenai risiko investasi
  3. Keamanan siber dan perlindungan data
  4. Kepastian regulasi untuk proyek Web3 dan tokenisasi

Namun, dengan keterlibatan aktif Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta pelaku industri lokal, peluang menciptakan ekosistem yang aman tetap terbuka.

Kesimpulan

Indonesia sedang berada pada momentum penting dalam perjalanan ekonomi digitalnya. Lonjakan aktivitas onchain, tingginya penggunaan dompet kripto mobile, serta rencana penerbitan stablecoin nasional berbasis SBN menunjukkan keseriusan pemerintah memasuki era pembayaran berbasis blockchain.

Stablecoin bisa menjadi katalis jembatan antara keuangan tradisional dan Web3, membuka peluang industri baru, memperkuat transparansi, serta mengurangi biaya transaksi.

Dengan dukungan regulasi dan edukasi publik, Indonesia memiliki peluang nyata menjadi pusat ekonomi digital blockchain di Asia Tenggara.

Dengan memahami perkembangan ini, kamu bisa mengambil keputusan keuangan yang lebih cerdas dan melihat arah masa depan industri digital di Tanah Air.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050